Archive for March, 2017

soal uts dan soal tambahan

Nama : chintia sianturi
NIM :1401160474
Kelas : MB – 40 – 11

Soal tambahan
1. Perkembangan Organisasi TI

Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

  1. Business Continuity Plan

Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):

  1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
  2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
  3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
  4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

  5. Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja

KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu organisasi memastikan seberapa jauh

Sent from my Samsung Galaxy smartphone.

Tugas Sistem Informasi

<

p dir=”ltr”>Annisa Yasya Zhafira
1401160252
MB-40-11

<

p dir=”ltr”>Jawaban UTS Sistem Informasi Manajemen tahun 2017

<

p dir=”ltr”>1. Tujuan bisnis / Operational excellence:
-Keunggulan operasi
Contoh: walmart
-Produk, layanan, dan model bisnis baru
Contoh: apple inc.
-Hubungan pelanggan dan pemasok
Contoh: JCPenney
-Pengambilan keputusan yang semakin baik
Contoh: Verizon Corporation
-Keunggulan kompetitif
Contoh: Walmart, UPS
-Mempertahankan eksistensi
Contoh: citibank

<

p dir=”ltr”>2. Komponen-komponen dalam sistem informasi:
-Perangkat keras (hardware): mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
-Perangkat lunak (software):sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
-Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
-User: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor­masi.
-Database:sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
-Jaringan komputer:sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

<

p dir=”ltr”>3. Tipe enterprise applications:
-SCM (Supply Chain Management) adalah manajemen dari sebuah jaringan bisnis yang saling terhubung untuk menjadikan suatu produk yang lengkap dan melengkapinya dengan layanan – layanan yang dibutuhkan oleh end customer
-CRM (Customer Relationship Management) adalah jenis strategi perusahaan yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan bagi para pelanggannya.
-ERP (Entriprise Resource Planning) adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis cepat.

<

p dir=”ltr”>4. DSS adalah bagian dari sistem informasi berbasis komouter yang mendukung untuk mencapai tujuan.
Manfaatnya:
-Meningkatkan efisiensi pribadi
-Mempercepat pemecahan masalh (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi)
-Memfasilitasi komunikasi antarpribadi
Perbedaannya dengan ESS adalah DSS memperkirakan perjalanan ini sangat bergantung kepada model analitis. DSS berfokus pada pengambilan informasi yang berguna untuk menunjang pembuatan keputusan dari jumlah data yang bnayak. DSS sebagai sistem inteligensi bisnis karena system ini berfokus pada membantu penggunaan membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Sedangkan ESS membantu manajemen senior membuat keputusan ini. ESS menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan penilaian, evaluasi dan pendekatan karena tidak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi. ESS menyediakan perhitungan umum dan kapasitas komunikasi yang dapat diterapkan pada berbagai perubahan masalah.

<

p dir=”ltr”>5. Masalah pada penyimpanan data tradisional:
-Redundasi dan inkonsistensi data
-Ketergantungan program data
-Kurangnya fleksibilitas
-Sistem keamanan yang buruk
-Kurangnya ketersediaan dan pendistribusian data
Cara DBMS mengatasi permasalahan tersebut dengan DBMS mengurangi redundasi dengan meminimalisasi file-file yang terisolasi yang berisi data yang sama.

<

p dir=”ltr”>6. Konvergerensi adalah peggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dalam satu tujuan.

<

p dir=”ltr”>7. Analisis etika:
A. Identifikasi dan gambarkan fakta secara jelas.
Pada tahap ini memapaparkan semua masalah dan fakta-fakta yang ada
B. Definisikan konflik atau dilemma dan identifikasi nilai-nilai yang lebih tinggi.
Menuliskan konflik dan nilai-niali seperti isu etika, sosial, dan politis.
C. Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingan.
Menganalisis tokoh-tokoh atau stakeholders yang terlibat dalam permasalahan tersebut
D. Identifikasi pilihan-pilihan beralasan kuat yang bisa diambil
Menganalidis kemungkinan pilihan yang akan diambil berdasarkan prinsip-prinsip etika
F. Identifikasi konsekuensi dari pilihan yang diambil
Mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan jika mengambil keputusan yang sudah ditetapkan.

<

p dir=”ltr”>8. Primary activities:
-inbound logistic: penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.
-operations: produksi, fasilitas
-outbond logistic: pengumpulan
-marketing dan sales: pembelian produk
-service: penyediaan layanan

<

p dir=”ltr”>Perkembangan organisasi IT:
Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

<

p dir=”ltr”>Business Continuity Plan: Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):
1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

<

p dir=”ltr”>Key Performance Indicator:
Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja

<

p dir=”ltr”>KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu organisasi memastikan seberapa jauh.

Soal uts dan soal tambahan

22 March, 2017 02:20

Dimas Martian Dewangga (1401164552)
MB-40-11
JAWABAN UTS SIM 2017

    • Keunggulan operasional
      Co: walmart membuktikan perpaduan antara kekuatan sisfo dengan penerapan kebijakan organisasi yg brilian serta jajaran manajemen yang supportif mampu mewujudkan efisiensi kinerja operasional berkualitas dunia
      -produk, pelayanan, dan model bisnis baru
      Co: samsung membuat produk yang inovatif sesuai kebutuhan masyrakat saat ini, selain itu memberikan pelayanan secara baik termasuk pelayanan di dalam perangkat handphonenya sehingga masyarakat puas terhadap layanan yg diberikan samsung. Samsung melakukan model bisnis secara baik dan tepat waktu dan juga tepat sasaran.

– hubungan pelanggan-pemasok
Co: Hotel mandarin memperlihatkan contoh dari penggunaan teknologi dan sistem informasi untuk mencapai kedekatan dengan pelanggan
– meningkatkan proses pengambilan keputusan
Co: verizon corporation menggunakan layar penampil berbasis web digital untuk menyajikan informasi terbaru dan terperinci mengenai keluhan pelanggan, kinerja perusahaan pada tiap area yang dilayani, dan terputusnya saluran komunikasi atau kerusakan jaringan akibat badai.
– Peningkatan daya saing
Co: apple, walmart dan ups adalah pemimpin2 pangsa pasar industri, karena mereka tahu bagaimana cara menggunakan sistem informasi untuk mencapai tujuannya.
– mempertahankan eksistensinya
Co: citibank untuk pertama kalinya memperkenalkan ATM pada tahun 1977 di NY menarik pelanggan melalui pelayanan yang lebih baik, pesaingnya didesak untuk menyediakan ATM untuk tetap bersaing dgn citibank.

  1. -Hardware: mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.

– software: sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
– prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
– Manusia : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor-masi.
Database: sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
– Jaringan komputer dan komunikasi : sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

    • Sistem Manajemen Rantai Pasokan (SCM)
      Untuk mengelola hubungannya dengan pemasok

– Sistem Manajemen Hubungan pelanggan (CRM)
Untuk mengelola hubunan dengan pelanggan
– Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS)
Memungkinkan perusahaan menerima dan mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian secara lebih baik

  1. DSS adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
    ESS adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.

Sehingga perbedaannya adalah jika DSS sistem informasi untuk pengambilan keputusan di perusahaan sedangkan ESS sistem informasi untuk pengambilan keputusan bagi pihak eksekutif di perusahaan.

  1. Teknik manajemen file tradisional membuat sulit bagi organisasi untuk melacak semua potongan data yang mereka gunakan secara sistematis dan untuk mengatur data ini sehingga mereka dapat dengan mudah diakses. Bidang fungsional yang berbeda dan kelompok diizinkan untuk mengembangkan file mereka sendiri secara mandiri. Lebih waktu, tradisional ini berkas

pengelolaan lingkungan menciptakan masalah seperti data redundansi dan inkonsistensi, Program-data yang ketergantungan, kaku, keamanan yang buruk, dan kurangnya data

berbagi dan ketersediaan. Database sistem manajemen (DBMS) memecahkan masalah ini

dengan perangkat lunak yang memungkinkan sentralisasi data dan data manajemen sehingga bisnis memiliki Tunggal konsisten sumber untuk semua data mereka membutuhkan. Meminimalkan penggunaan DBMS mubazir dan file tidak konsisten.

  1. Konvergensi adalah suatu (proses) penggabungan personal computing, telekomunikasi (telecommunications), dan televisi (televisions) kedalam suatu program teknologi. Contohnya, kita dapat menonton televisi, menyusun surat elektronik (by e-mail), dan mengirim pesan dalam bentuk teks dengan menggunakan telepon seluler kita. Jika kita mempunyai telepon seluler yang multi-fungsi seperti itu ataupun PDA, kita tidak perlu menggunakan komputer atau kita tidak lagi memerlukan saluran telepon , mesin fax, dan sebagainya.

  2. Ketika dihadapkan pada situasi yang tampaknya memunculkan isu etika,bagaimana sehatusnya anda menganalisis masalah ini? Proses lima langkah berikut dapat membantu.

  3. Identifikasi dan jelaskan faktanya dengan jelas.

  4. Didefinisikan konflik atau dilemanya dan identifikasi nilai-nilai luhur yang terlibat.

  5. Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingannya.

  6. Identifikasi pilihan yang dapat anda ambil denagn beralasan.

  7. Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan anda.

  8. Primary Activity dalam Value Chain :

  • Inbound logistics : aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material sebelum digunakan.

  • Operations : akivitas yang berhubungan dengan pengolahan input menjadi output.

  • Outbound logistics : aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke tangan konsumen.

  • Marketing and sales : aktivitas yang berhubungan dengan pengarahan konsumen agar tertarik untuk membeli produk.

  • Service : aktivitas yang mempertahankan atau meningkatkan nilai dari produk.
    TUGAS TAMBAHAN TANGGAL 22 MARET 2017

  1. Perkembangan Organisasi TI
    Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
    Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
    a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
    b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
    c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
    d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
    e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

  2. Apa yang dimaksud dengan business continuity plan?
    Business continuity planning, BCP) atau sebutan lainnya adalah disaster and recovery planning atau DRP), diciptakan untuk mencegah gangguan terhadap aktivitas bisnis normal. BCP dirancang untuk melindungi proses bisnis yang kritis dari kegagalan akibat dari bencana, yang dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan perusahaan dalam melakukan proses bisnis secara normal. BCP merupakan suatu strategi untuk memperkecil efek gangguan dan untuk memungkinkan proses bisnis terus berlangsung.

  3. Key Performance Indicator
    Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja

Tugas UTS+tambahan // Alisha Maisan Falah//1401164092/mb4011

<

p dir=”ltr”>
1. – Operational Excellence ,
contohnya : WalMart
Produk, Layanan, dan Model Bisnis Baru, contohnya : Apple Inc. dalam penjualan musik secara online di Itunes
Hubungan
-Pelanggan dan Pemasok, contohnya : Hotel dan Perusahaan Clothing
-Pengambilan Keputusan yang Semakin Baik, contohnya : Verizon Corporation
-Keunggulan Kompetitif, contohnya : Apple Inc, Walmart, UPS
-Kelangsungan Usaha, contohnya : Citibank

<

p dir=”ltr”>2.Ada beberapa komponen-komponen elemen sistem informasi, diantaranya :
-Perangkat keras, yaitu perangkat untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data dan keluaran data
-Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke computer
-Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses
Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dan sistem computer ke dalam suatu jaringan kerja
Manusia, yaitu personel dari sistem informasi.

<

p dir=”ltr”>3.Enterprise Application :
CRM (Customer Relationship Management) , mengelola hubungan dengan para pelanggan nya
SCM (Supply Chain Management) , mengelola hubungan dengan pemasok
KMS (Knowledge Management System) , memungkinkan perusahaan menerima serta mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian dengan lebih baik

<

p dir=”ltr”>4.DSS (Sistem Pendukung Keputuhan), Berfokus pada masalah yang unik dan cepat berubah yang prosedurnya dalam mencapai/menghasilkan suatu solusi yang belum ditentukan secara menyeluruh. DSS mengunakan informasi dari TPS, SIM dan Eksternal seperti harga saham, barang pesaing untuk pengambilan keputusan

<

p dir=”ltr”>-Manfaat DSS Bagi Perusahaan,
Meningkatkan efisiensi pribadi
Mempercepat pemecahan masalah (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi), Memfasilitasi komunikasi antarpribadi, dan Meningkatkan pengendalian organisasi

<

p dir=”ltr”>-Perbedaan ESS DAN DSS
DSS -> Informasi yang diolah oleh DSS berkaitan dengan suatu subjek data
ESS -> Informasi yang dioleh oleh ESS lebih luas cakupannya dari DSS karena berkaitan dengan seluruh aspek yang ada di perusahaan.
Tampilan Format Laporan

<

p dir=”ltr”>DSS, Format laporan yang ditampilkan tidak harus menggunakan grafik, bisa berupa table ataupun penjelasan deskriptif untuk mendukung informasi
ESS, Format laporan yang ditampilkan harus berupa grafik dimana eksekutif dapat dengan mudah melihat summary dari informasi yang ditampilkan
Hak Akses Pengguna

<

p dir=”ltr”>DSS, Aplikasi DSS hanya boleh diakses dan digunakan oleh karyawan non executive
ESS, Aplikasi ESS hanya boleh diakses dan digunakan oleh pihak eksekutif perusahaan untuk menunjang proses pengambilan keputusan

<

p dir=”ltr”>5.Ada beberapa komponen-komponen elemen sistem informasi, diantaranya :
Perangkat keras, yaitu perangkat untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data dan keluaran data
Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke computer
Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses
Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dan sistem computer ke dalam suatu jaringan kerja
Manusia, yaitu personel dari sistem informasi.

<

p dir=”ltr”>6.Convergence (Konvergensi), Hubungan atau integrasi yang progresif dari beberapa platform jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa atau layanan berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.

<

p dir=”ltr”>7.5 langkah yang bisa dilakukan untuk menganalisis etika, yaitu :
A. Identifikasi & gambaran fakta secara jelas = Temukan siapa yang melakukan suatu tindakan & untuk siapa tindakan tersebut dilakukan

<

p dir=”ltr”>B. Definisikan Konflik/Dilema dan nilai-nilai yang lebih tinggi = Isu isu etika sosial dan politis selalu mewakili nilai nilai yang lebih tinggi

<

p dir=”ltr”>C. Identifikasi pihak pihak yang berkepentingan = Pihak pihak yang terlibat dalam masalah

<

p dir=”ltr”>D. Identifikasi pilihan pilihan beralasan kuat yang bisa diambil = Menentukan pilihan pilihan dari masalah

<

p dir=”ltr”>E. Identifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi = dampak yang terjadi dari hasil keputusan

<

p dir=”ltr”>8.Primary Activities pada Value Chain:
Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.
Operations, semua aktifitas yang terkait dengan pengubahan input menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan, pemaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan kualitas, proteksi terhadap lingkungan.
Outbond Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap pelanggan.
Marketing & Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong untuk dapat membeli produk yang dibuat. Memiliki rantai nilai khusus, antara lain: Marketing management, Advertising, Sales force administration, Sales force operations, Technical literature, Promotion.
Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan perbaikan bimbingan teknis.

<

p dir=”ltr”> 9. Perkembangan Organisasi TI,
Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan. Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

<

p dir=”ltr”>10.Business Continuity Plan
Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):
1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

<

p dir=”ltr”>11. Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka.

Soal UTS dan Soal Tambahan

<

p dir=”ltr”>Nama : Aditya Anto Pratama
Kelas : Mb 40-11
NIM : 1401164606

<

p dir=”ltr”>1. Tujuan Bisnis Strategi Sistem Informasi:
A. Keunggulan Operasional
Contoh: Walmart menggunakan retail link system yang menghubungkan secara digital seluruh pemasok kesetiap cabang ritel walmart.
B. Produk, Layanan, dan Model Bisnis Baru
Contoh: Industri musik saat ini sudah berbeda dengan dulu yang menggunakan CD atau kaset menjadi dengan menggunakan distribusi online melalui internet.
C. Hubungan Pelanggan dan Pemasok
Contoh: Hotel Mandarin Oriental di Manhattan dan hotel-hotel kelas atas lainnya memperlihatkan contoh pemanfaatan teknologi dan sistem informasi untuk mencapai kedekatan dengan pelanggan.
D. Pengambilan Keputusan yang Semakin Baik
Contoh: Teknologi dan sistem informasi sudah memungkinkan para pengelola bisnis untuk mengambil informasi pasar secara real time yang digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.
E. Keunggulan Kompetitif
Contoh: Melakukan sesuatu hal lebih baik dari pesaing, seperti membayar lebih murah untuk kualitas yang lebih baik dan juga respon yang cepat.
F. Kelangsungan Usaha
Contoh: Citibank di New York guna menarik pelanggan melalui pelayanan yang lebih baik. Pesaingnya dipaksa untuk menyediakan ATM jika ingin tetap bisa bersaing dengan Citibank. Ahirnya dari masa kemasa hampir diseluruh negara, semua Bank menyediakan anjungan tunai mandiri (ATM).

<

p dir=”ltr”>2. Komponen SIM:
A. Perangkat keras: mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
B. Perangkat lunak: sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
C. Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
D. Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor­masi.
E. Database: sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
F. Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sesumber dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

<

p dir=”ltr”>3. SCM ( Supply Chain Management) : sistem ini membantu pemasok, perusahaan pembeli, distributor, dan perusahaan logistik berbagi informasi sehingga proses pemanfaatan sumber daya, produksi dan pengiriman barang / jasa berlangsung secara efisien
– CRM ( Customer Relationship Management) : menyediakan informasi guna mengoordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan di bidang penjualan, pemasaran, serta pelayanan untuk mengoptimalisasikan pendapatan, kepuasan pelanggan, serta mempertahankan pelanggan
– KMS ( Knowledge Management System ) : memungkinkan perusahaan menerima dan mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian secara lebih baik

<

p dir=”ltr”>4. Decision Support System
Decision Support Systems (DSS) atau system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi.
Manfaat:
A. Meningkatkan efisiensi pribadi.
B. Mempercepat pemecahan masalh (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi)
C. Memfasilitasi komunikasi antarpribadi.
D. Mempromosikan pembelajaran atau pelatihan
E. Meningkatkan pengendalian organisasi
Perbedaan dengan ESS:
Informasi untuk DSS diperoleh dari pemodelan analitis sedangkan Expert System mempunyai kemampuan untuk menjelaskan jalur penalaran yang diikuti pencapaian pemecahan tertentu, penjelasan mengenai bagaimana pemecahan dicapai akan lebih berguna dari pada pemecahan itu sendiri.

<

p dir=”ltr”>5. Masalah-masalah dalam Lingkungan Data Tradisional
Redudansi dan Inkonsistensi Data
Redudansi data adalah kehadiran data ganda pada beberapa file data yang tersimpan di beberapa tempat atau lokasi. Redudansi data terjadi ketika kelompok-kelompok yang berbeda pada sebuah organisasi secara independen mengumpulkan data yang sama dan menyimpannya masing-masing. Data redudansi menghabiskan tempat penyimpanan data, dan menyebabkan terjadinya inkonsistensi data, dimana atribut-atribut yang sama, memiliki nilai-nilai yang berbeda.
Ketergantungan Program Data
Ketergantungan program data mengacu pada satu paket data yang tersimpan pada file dan diperlukan oleh program-program tertentu untuk memperbarui dan mengelola file-file tertentu sehingga program tersebut perlu mengubah data-data tersebut.
Kurangnya Fleksibilitas
Sebuah sistem file tradisional dapat memberikan laporan rutin dijadwalkan setelah ekstensif pemrograman upaya, tetapi tidak dapat memberikan laporan ad hoc atau menanggapi kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi secara tepat waktu.
Sistem Kemanan yang Buruk
Karena ada sedikit kontrol atau manajemen data, akses dan diseminasi informasi mungkin di luar kendali.
Kurangnya Ketersediaan dan Pendistribusian Data
Karena bagian-bagian informasi yang terdapat pada file-file yang berbeda dan bagian-bagian organisasi tidak dapat dihubungkan satu sama lain, jelas tidak mungkin untuk mendistribusikan dan mengakses informasi pada waktu bersamaan.
Pendekatan Database untuk Pengelolaan Data
Database adalah sekumpulan data yang diorganisasikan untuk melayani berbagai aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengurangi penggandaan data.
Sistem Manajemen Database
Sistem manajemen database adalah perangkat lunak yang memungkinkan suatu organisasi memusatkan data, mengelola mereka secara efisien, dan menyediakan akses terhadap data yang disimpan oleh program aplikasi.
Bagaimana DBMS Menyelesaikan masalah-masalah pada Lingkungan File Tradisional
DBMS mengurangi redudansi dan inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file yang terisolasi yang berisi data sama. Mungkin DBMS tidak dapat menghilangkan redudansi data secara keseluruhan pada suatu organisasi, namun mereka dapat meminimalkannya. DBMS memisahkan antara program dengan data, yang memungkinkan data untuk berdiri sendiri.
Berikut adalah database sumber daya manusia

<

p dir=”ltr”>6. Konvergensi
Hubungan atau integrasi yang progresif dari beberapa platformnya jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa atau layanan berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.

<

p dir=”ltr”>7. 5 langkah yang bisa dilakukan untuk menganalisis etika :
A. Identifikasi & gambaran fakta secara jelas = Temukan siapa yang melakukan suatu tindakan & untuk siapa tindakan tersebut dilakukan
B. Definisikan Konflik/Dilema dan nilai-nilai yang lebih tinggi = Isu isu etika sosial dan politis selalu mewakili nilai nilai yang lebih tinggi.
C. Identifikasi pihak pihak yang berkepentingan = Pihak pihak yang terlibat dalam masalah
D. Identifikasi pilihan pilihan beralasan kuat yang bisa diambil = Menentukan pilihan pilihan dari masalah.
E. Identifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi = dampak yang terjadi dari hasil keputusan

<

p dir=”ltr”>8. Primary Activities pada Value Chain:
A. Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.
B. Operations, semua aktifitas yang terkait dengan pengubahan input menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan, pemaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan kualitas, proteksi terhadap lingkungan.
C. Outbond Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap pelanggan.
D. Marketing and Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong untuk dapat membeli produk yang dibuat. Memiliki rantai nilai khusus, antara lain: Marketing management, Advertising, Sales force administration, Sales force operations, Technical literature, Promotion.
E. Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan perbaikan bimbingan teknis.

<

p dir=”ltr”>9. Perkembangan Organisasi TI
Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

<

p dir=”ltr”>10. Business Continuity Plan

<

p dir=”ltr”>Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):

<

p dir=”ltr”>1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

<

p dir=”ltr”>11. Key Performance Indicator (KPI)

<

p dir=”ltr”>Disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja

<

p dir=”ltr”>KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu organisasi memastikan seberapa jauh

Tugas SIM

Nama : Lugina Suciati Putri
NIM : 1401164377
Kelas : MB 40 11

Assalamualaikum wr wb

Berikut adalah hasil dari tugas yang diberikan pada hari selasa tanggal 22 maret 2017 dengan keterangan:

8 soal uts berbentuk foto
3 soal terakhir berbentuk teks e-mail

Wassalamualaikum wr wb

3 soal terakhir:

  1. Perkembangan Organisasi TI
    Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
    Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
    a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
    b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
    c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
    d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
    e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

  2. Business Continuity Plan

Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):

  1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
  2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
  3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
  4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

  5. Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja

KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu organisasi memastikan seberapa jauh

Tugas sistem informasi manajemen

<

p dir=”ltr”>Nama: Dewi susilawati
Nim : 1401160336
Kelas: MB-40-11

<

p dir=”ltr”>1. Tujuan utama strategi bisnis
Operational excellence:
-keunggulan operasi
Contoh: walmart
-Produk, layanan dan model bisnis baru
Contoh : Apple Inc
-Hubungan pelanggan dan pemasok
Contoh: Jc penney
-Pengambilan keputusan yang semakin baik
Contoh: verizon corporation
-Keunggulan Kompetitif
Contoh: walmart
-Kelangsungan usaha
Contoh: city bank

<

p dir=”ltr”>2. Komponen komponen dalam sistem informasi manajemen
•Perangkat keras (hardware): mencakup peranti- peranti fisik seperti komputer dan printer.
•perangkat lunak (software) atau program: sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
•prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
•orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor-masi.
•Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
•Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

<

p dir=”ltr”>3. -SCM (Supply Chain Management) adalah manajemen dari sebuah jaringan bisnis yang saling terhubung untuk menjadikan suatu produk yang lengkap dan melengkapinya dengan layanan – layanan yang dibutuhkan oleh end customer
-CRM (Customer Relationship Management) adalah jenis strategi perusahaan yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan bagi para pelanggannya.
-ERP (Entriprise Resource Planning) adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis cepat.

<

p dir=”ltr”>4. Decision support system

<

p dir=”ltr”>Bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

<

p dir=”ltr”>Manfaat DSS bagi bisnis :
-Membantu mengotomasikan proses manajerial.
-Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.
-Mengurangi kebutuhan akan training.
-Meningkatkan kontrol manajemen.
-Memfasilitasi komunikasi.
-Mengurangi usaha yang harus dikerjakan user.
-Mengurangi biaya.
-Memberikan banyak pilihan tujuan pengambilan keputusan.
Perbedaannya dengan ESS adalah DSS memperkirakan perjalanan ini sangat bergantung kepada model analitis. DSS berfokus pada pengambilan informasi yang berguna untuk menunjang pembuatan keputusan dari jumlah data yang bnayak. DSS sebagai sistem inteligensi bisnis karena system ini berfokus pada membantu penggunaan membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Sedangkan ESS membantu manajemen senior membuat keputusan ini. ESS menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan penilaian, evaluasi dan pendekatan karena tidak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi. ESS menyediakan perhitungan umum dan kapasitas komunikasi yang dapat diterapkan pada berbagai perubahan masalah.

<

p dir=”ltr”>5. Masalah-masalah dalam Lingkungan Data Tradisional
Redudansi dan Inkonsistensi Data
Redudansi data adalah kehadiran data ganda pada beberapa file data yang tersimpan di beberapa tempat atau lokasi. Redudansi data terjadi ketika kelompok-kelompok yang berbeda pada sebuah organisasi secara independen mengumpulkan data yang sama dan menyimpannya masing-masing. Data redudansi menghabiskan tempat penyimpanan data, dan menyebabkan terjadinya inkonsistensi data, dimana atribut-atribut yang sama, memiliki nilai-nilai yang berbeda.
Ketergantungan Program Data
Ketergantungan program data mengacu pada satu paket data yang tersimpan pada file dan diperlukan oleh program-program tertentu untuk memperbarui dan mengelola file-file tertentu sehingga program tersebut perlu mengubah data-data tersebut.
Kurangnya Fleksibilitas
Sebuah sistem file tradisional dapat memberikan laporan rutin dijadwalkan setelah ekstensif pemrograman upaya, tetapi tidak dapat memberikan laporan ad hoc atau menanggapi kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi secara tepat waktu.
Sistem Kemanan yang Buruk
Karena ada sedikit kontrol atau manajemen data, akses dan diseminasi informasi mungkin di luar kendali.
Kurangnya Ketersediaan dan Pendistribusian Data
Karena bagian-bagian informasi yang terdapat pada file-file yang berbeda dan bagian-bagian organisasi tidak dapat dihubungkan satu sama lain, jelas tidak mungkin untuk mendistribusikan dan mengakses informasi pada waktu bersamaan.

<

p dir=”ltr”> Pendekatan Database untuk Pengelolaan Data
Database adalah sekumpulan data yang diorganisasikan untuk melayani berbagai aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengurangi penggandaan data.
Sistem Manajemen Database
Sistem manajemen database adalah perangkat lunak yang memungkinkan suatu organisasi memusatkan data, mengelola mereka secara efisien, dan menyediakan akses terhadap data yang disimpan oleh program aplikasi.
Bagaimana DBMS Menyelesaikan masalah-masalah pada Lingkungan File Tradisional
DBMS mengurangi redudansi dan inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file yang terisolasi yang berisi data sama. Mungkin DBMS tidak dapat menghilangkan redudansi data secara keseluruhan pada suatu organisasi, namun mereka dapat meminimalkannya. DBMS memisahkan antara program dengan data, yang memungkinkan data untuk berdiri sendiri.

<

p dir=”ltr”>6. Konvergensi adalah hubungan atau integrasi yang progresif dari beberapa platformnya jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa atau layanan berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.

<

p dir=”ltr”>7. langkah yang bisa dilakukan untuk menganalisis etika
• Identifikasi & gambaran fakta secara jelas: Temukan siapa yang melakukan suatu tindakan & untuk siapa tindakan tersebut dilakukan
• Definisikan Konflik/Dilema dan nilai-nilai yang lebih tinggi : Isu isu etika sosial dan politis selalu mewakili nilai nilai yang lebih tinggi.
• identifikasi pihak pihak yang berkepentingan: Pihak pihak yang terlibat dalam masalah
• Identifikasi pilihan pilihan beralasan kuat yang bisa diambil:Menentukan pilihan pilihan dari masalah.
• Identifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi: dampak yang terjadi dari hasil keputusan

<

p dir=”ltr”>8. Primary Activities pada Value Chain:
• Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.
•Operations, semua aktifitas yang terkait dengan pengubahan input menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan, pemaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan kualitas, proteksi terhadap lingkungan.
•Outbond Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap pelanggan.
•Marketing and Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong untuk dapat membeli produk yang dibuat. Memiliki rantai nilai khusus, antara lain: Marketing management, Advertising, Sales force administration, Sales force operations, Technical literature, Promotion.
•Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan perbaikan bimbingan teknis.

<

p dir=”ltr”>9. Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

<

p dir=”ltr”>10. Business Continuity Plan

<

p dir=”ltr”>Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):
1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

<

p dir=”ltr”>11. Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja

<

p dir=”ltr”>KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu organisasi memastikan seberapa jauh.

Tugas Latihan UTS dan 3 Soal Tambahan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1) Tujuan utama Sistem Informasi Manajemen.

-Produk, layanan, dan Model bisnis baru
Contoh nya perusahaan Apple Inc. Mengubah model bisnis lama pendistribusian musik dari yang menggunakan piringan, kaset dan CD dengan perkembangan nya Apple inc mampu memperoleh banyak keuntungan dengan mengembangkan inovasi iPod.
– Hubungan pelanggan dan pemasok
Contohnya perusahaan yang memiliki interface service yang baik akan memberikan dampak pada loyalitas yang tinggi dikalangan pelanggan
– Pengambilan keputusan yang sangat baik
Contohnya perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Verizon Corp, menggunakan layar penampil berbasis web sehingga mempermudah dalam memperbaiki kinerja para pekerjanya selain itu mampu memberikan informasi ke pelanggan nya dengan lebih cepat dari yang lain.
– Keunggulan Kompetitif
Contohnya, perusahaan yang menerapkan komponen diatas sebelum nya akan lebih memiliki daya kompetisi yang tinggi dan sulit dikejar dengan lawan pesaingnya
– Kelangsungan usaha
Contohnya pada tahun 1977 citibank membentuk ATM maka dalam kelangsungan usaha bank yang lain harus mengikuti cara ini.

2) Ada beberapa komponen-komponen elemen sistem informasi, diantaranya :
1. Perangkat keras, yaitu perangkat untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data dan keluaran data
2. Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke computer
3. Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses
4. Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dan sistem computer ke dalam suatu jaringan kerja
5. Manusia, yaitu personel dari sistem informasi.

3) Tipe – tipe sistem dalam enterprise application:

  1. CRM dan SCM

– Menjalankan bagaimana proses bisnis dapat dijalankan
dengan baik oleh suatu Si terintegrasi
– Melibatkan hubungan ke organisasi eksternal melalui suatu jaringan
2. E-business
Untuk menjalankan proses-proses bisnis utama dalam suatu perusahaan
3. E-commerce
Mendukung transaksi seperti periklanan, pemasaran, dukungan konsumen, keamanan, pengiriman dan pembayaran
4. E-government:
Memungkinkan pemerintah berhubungan dengan masyarakat, organisasi bisnis, sektor swasta dan instansi pemerintah terkait lainnya secara digital
5. KMS
Memungkinkan perusahaan menerima dan mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian secara lebih baik

4.) Uraikan apa yang dimaksud dengan decision support system (DSS), apa maanfaatnya terhadap bisnis, serta jelaskan perbedaannya dengan executive support system (ESS)?

DSS (Sistem pendukung keputusan)
-Berfokus pada masalah yang unik dan cepat berubah yang prosedur dalam mencapai/menghasilkan suatu solusi belum ditentukan secara menyeluruh. Dss mengunakan informasi dari tps, sim dan eksternal seperti harga saham, barang pesaing untuk pengambilan keputusan

-Manfaat DSS Bagi Perusahaan
Meningkatkan efisiensi pribadi
Mempercepat pemecahan masalh (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi)
Memfasilitasi komunikasi antarpribadi
Mempromosikan pembelajaran atau pelatihan
Meningkatkan pengendalian organisasi
Menghasilkan bukti baru untuk mendukung keputusan
Menciptakan keunggulan kompetitif melalui kompetisi
Mendorong eksplorasi dan penemuan pada bagian dari pengambilan keputusan
Mengungkapkan pendekatan baru untuk berpikir tentang masalah ruang

-Perbedaan EES DAN DSS
DSS -> Informasi yang diolah oleh DSS berkaitan dengan suatu subjek data
EIS -> Informasi yang dioleh oleh EIS lebih luas cakupannya dari DSS karena berkaitan dengan seluruh aspek yang ada di perusahaan.
Tampilan Format Laporan

DSS -> Format laporan yang ditampilkan tidak harus menggunakan grafik, bisa berupa table ataupun penjelasan deskriptif untuk mendukung informasi
ESS-> Format laporan yang ditampilkan harus berupa grafik dimana eksekutif dapat dengan mudah melihat summary dari informasi yang ditampilkan
Hak Akses Pengguna

DSS -> Aplikasi DSS hanya boleh diakses dan digunakan oleh karyawan non executive
ESS -> Aplikasi EIS hanya boleh diakses dan digunakan oleh pihak eksekutif perusahaan untuk menunjang proses pengambilan keputusan

5) Masalah apa yang dihadapi pada sistem penyimpanan data tradisional?Bagaimana masalah tsb dapat diatasi dengan database management system?

Masalah-masalah dalam Lingkungan Data Tradisional
-Redudansi dan Inkonsistensi Data
Redudansi data adalah kehadiran data ganda pada beberapa file data yang tersimpan di beberapa tempat atau lokasi. Redudansi data terjadi ketika kelompok-kelompok yang berbeda pada sebuah organisasi secara independen mengumpulkan data yang sama dan menyimpannya masing-masing. Data redudansi menghabiskan tempat penyimpanan data, dan menyebabkan terjadinya inkonsistensi data, dimana atribut-atribut yang sama, memiliki nilai-nilai yang berbeda.
-Ketergantungan Program Data
Mengacu pada satu paket data yang tersimpan pada file dan diperlukan oleh program-program tertentu untuk memperbarui dan mengelola file-file tertentu sehingga program tersebut perlu mengubah data-data tersebut.
-Kurangnya Fleksibilitas
Sebuah sistem file tradisional dapat memberikan laporan rutin dijadwalkan setelah ekstensif pemrograman upaya, tetapi tidak dapat memberikan laporan ad hoc atau menanggapi kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi secara tepat waktu.
-Sistem Kemanan yang Buruk
Karena ada sedikit kontrol atau manajemen data, akses dan diseminasi informasi mungkin di luar kendali.
-Kurangnya Ketersediaan dan Pendistribusian Data
Karena bagian-bagian informasi yang terdapat pada file-file yang berbeda dan bagian-bagian organisasi tidak dapat dihubungkan satu sama lain, jelas tidak mungkin untuk mendistribusikan dan mengakses informasi pada waktu bersamaan.

DBMS mengurangi redudansi dan inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file yang terisolasi yang berisi data sama. Mungkin DBMS tidak dapat menghilangkan redudansi data secara keseluruhan pada suatu organisasi, namun mereka dapat meminimalkannya. DBMS memisahkan antara program dengan data, yang memungkinkan data untuk berdiri sendiri.
Berikut adalah database sumber daya manusia

6) Jelaskan apa yang dimaksud dengan konvergensi yang dijelaskan pada trend komunikasi dan jaringan!
Konvergensi merupakan integrasi yang progresif dari beberapa platform jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa dan atau layanan-layanan yang berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.

7) 5 Langkah yang bisa dilakukan saat menganalisa masalah etika adalah;
– Identifikasi dan gambarkan fakta secara jelas.
– Definisikan konflik atau dilema dan identifikasikan nilai nilai yang lebih tinggi yang terlibat.
– Identifikasikan pihak-pihak yang berkepentingan.
– Identifikasi pilihan-pilihan beralasan kuat yang bisa anda ambil.
– Identifikasi konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi dari pilihan yang anda ambil.

8) Primary activities,diantaranya :

Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.

Operations, semua aktifitas yang terkait dengan pengubahan input menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan, pemaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan kualitas, proteksi terhadap lingkungan.

Outbond Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap pelanggan.

Marketing and Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong untuk dapat membeli produk yang dibuat. Memiliki rantai nilai khusus, antara lain: Marketing management, Advertising, Sales force administration, Sales force operations, Technical literature, Promotion.

Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan perbaikan bimbingan teknis.

9) Perkembangan Organisasi TI
Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

10 )Business Continuity Plan

Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):

  1. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
  2. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
  3. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
  4. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

Perancangan BCP
Sebelum melakukan perancangan perlu dilakukan pengamatan pada semua area
pengolahan informasi kritis perusahaan. Area tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. LAN, WAN, Server, workstation
  2. Telekomunikasi dan link komunikasi data
  3. Perangkat keras, perangkat lunak dan data
  4. Media dan penyimpanan arsip
  5. Tugas-tugas staf dan proses produksi

Proses BCP
Proses BCP memiliki 4 unsur utama, antara lain sebagai berikut:

  1. Proses Inisiasi Lingkup dan Rencana
    Pada tahap ini meliputi pembuatan lingkup dan unsur-unsur lain yang diperlukan
    untuk menentukan parameter-parameter rencana

  2. Proses Business Impact Assessment
    Business Impact Assessment adalah suatu proses yang dilaksanakan untuk
    membantu unit-unit bisnis memahami dampak suatu peristiwa yang mengganggu
    yang meliputi pelaksanaan vulnerability assessment.

  3. Proses Persetujuan Rencana dan implementasi
    Pada proses ini melibatkan pengambilan keputusan akhir manajemen senior,
    menciptakan kesadaran terhadap rencana tersebut ke seluruh personil
    perusahaan, dan menerapkan suatu prosedur pemeliharaan untuk membaharui
    rencana jika dibutuhkan.

  4. Proses Pengembangan BCP
    Proses ini meliputi area dari implementasi rencana, pengujian rencana, dan
    pemeliharaan rencana berkelanjutan

11) Key Performance Indicators memiliki peran penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Sebab, perusahaan akhirnya dintuntut memiliki visi dan misi yang jelas serta langkah praktis untuk merealisasikan tujuannya. Dan tidak sekedar itu saja, dengan Key Performance Indicators perusahaan bisa mengukur pencapaian performa kinerjanya. Apakah sudah sesuai ataukah belum sama sekali.

Karena Key Performance Indicators merupakan alat ukur performa kinerja sebuah perusahaan, maka Key Performance Indicators juga harus mencerminkan tujuan yang ingin diraih oleh perusahaan tersebut. Artinya, Key Performance Indicators setiap perusahaan bisa jadi berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

Oleh karena itu sebelum menetapkan Key Performance Indicators, perusahaan harus melakukan beberapa persiapan berikut ini:

(1) Menetapkan tujuan yang hendak dicapai.
(2) Memiliki bisnis proses yang telah terdefinisi dengan jelas.
(3) Menetapkan ukuran kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
(4) Memonitor setiap kondisi yang terjadi serta melakukan perubahan yang diperlukan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.

Key Performance Indicators membutuhkan perencanaan yang matang. Selain itu juga harus didukung oleh ketersediaan data dan informasi yang akurat serta konsisten. Di sinilah peran penting sistim informasi bagi sebuah perusahaan.

Jika perusahaan mampu menyediakan sistim informasi yang akurat, konsiten, dan mudah diakses bagi siapa saja yang berkepentingan, niscaya data yang diperoleh bisa dipertanggungjawabkan keakuratan dan konsistensinya. Walhasil, perusahaan juga harus menyediakan perangkat teknologi informasi yang fungsional dan tepat sasaran.

Agar Key Performance Indicators bisa berfungsi dengan optimal, maka Key Performance Indicators harus memenuhi kaidah SMART. Yakni scietific (spesifik), measureable (terukur), achievable (bisa dicapai/realistis), reliable (bisa dipercaya), time bound (target waktu).

Tugas Mengerjakan Soal Uts dan Soal Tambahan

Nama : Ganes Nadia Efrata
Kelas : MB-40-11
NIM : 1401164052

  1. Tujuan Bisnis Strategi Sistem Informasi:
    A. Keunggulan Operasional
    Contoh: Walmart menggunakan retail link system yang menghubungkan secara digital seluruh pemasok kesetiap cabang ritel walmart.
    B. Produk, Layanan, dan Model Bisnis Baru
    Contoh: Industri musik saat ini sudah berbeda dengan dulu yang menggunakan CD atau kaset menjadi dengan menggunakan distribusi online melalui internet.
    C. Hubungan Pelanggan dan Pemasok
    Contoh: Hotel Mandarin Oriental di Manhattan dan hotel-hotel kelas atas lainnya memperlihatkan contoh pemanfaatan teknologi dan sistem informasi untuk mencapai kedekatan dengan pelanggan.
    D. Pengambilan Keputusan yang Semakin Baik
    Contoh: Teknologi dan sistem informasi sudah memungkinkan para pengelola bisnis untuk mengambil informasi pasar secara real time yang digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.
    E. Keunggulan Kompetitif
    Contoh: Melakukan sesuatu hal lebih baik dari pesaing, seperti membayar lebih murah untuk kualitas yang lebih baik dan juga respon yang cepat.
    F. Kelangsungan Usaha
    Contoh: Citibank di New York guna menarik pelanggan melalui pelayanan yang lebih baik. Pesaingnya dipaksa untuk menyediakan ATM jika ingin tetap bisa bersaing dengan Citibank. Ahirnya dari masa kemasa hampir diseluruh negara, semua Bank menyediakan anjungan tunai mandiri (ATM).

  2. Komponen SIM:
    A. Perangkat keras: mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
    B. Perangkat lunak: sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
    C. Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
    D. Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor­masi.
    E. Database: sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
    F. Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sesumber dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

  3. SCM ( Supply Chain Management) : sistem ini membantu pemasok, perusahaan pembeli, distributor, dan perusahaan logistik berbagi informasi sehingga proses pemanfaatan sumber daya, produksi dan pengiriman barang / jasa berlangsung secara efisien

– CRM ( Customer Relationship Management) : menyediakan informasi guna mengoordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan di bidang penjualan, pemasaran, serta pelayanan untuk mengoptimalisasikan pendapatan, kepuasan pelanggan, serta mempertahankan pelanggan
– KMS ( Knowledge Management System ) : memungkinkan perusahaan menerima dan mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian secara lebih baik

  1. Dss dan Ess
    Dss : decision support system
    Berfokus pada masalah-masalah yang unik dan cepat berubah manfaatnya menjawab berbagai pertanyaan tang sering muncul.
    Ess : exsecutive support system
    Memantu manajemen senior dalam mengambil keputusan manfaatnya mewujudkan keputusan-keputusan yang telah dibuat.

  2. Teknik manajemen file tradisional membuat sulit bagi organisasi untuk melacak semua potongan data yang mereka gunakan secara sistematis dan untuk mengatur data ini sehingga mereka dapat dengan mudah diakses. Bidang fungsional yang berbeda dan kelompok diizinkan untuk mengembangkan file mereka sendiri secara mandiri. Lebih waktu, tradisional ini berkas
    pengelolaan lingkungan menciptakan masalah seperti data redundansi dan inkonsistensi, Program-data yang ketergantungan, kaku, keamanan yang buruk, dan kurangnya data berbagi dan ketersediaan. Database sistem manajemen (DBMS) memecahkan masalah ini
    dengan perangkat lunak yang memungkinkan sentralisasi data dan data manajemen sehingga bisnis memiliki Tunggal konsisten sumber untuk semua data mereka membutuhkan. Meminimalkan penggunaan DBMS mubazir dan file tidak konsisten.

  3. Konvergensi
    Hubungan atau integrasi yang progresif dari beberapa platformnya jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa atau layanan berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.

  4. 5 langkah yang bisa dilakukan untuk menganalisis etika
    A. Identifikasi & gambaran fakta secara jelas = Temukan siapa yang melakukan suatu tindakan & untuk siapa tindakan tersebut dilakukan
    B. Definisikan Konflik/Dilema dan nilai-nilai yang lebih tinggi = Isu isu etika sosial dan politis selalu mewakili nilai nilai yang lebih tinggi.
    C. Identifikasi pihak pihak yang berkepentingan = Pihak pihak yang terlibat dalam masalah
    D. Identifikasi pilihan pilihan beralasan kuat yang bisa diambil = Menentukan pilihan pilihan dari masalah.
    E. Identifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi = dampak yang terjadi dari hasil keputusan

  5. Primary Activities pada Value Chain:
    A. Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.
    B. Operations, semua aktifitas yang terkait dengan pengubahan input menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan, pemaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan kualitas, proteksi terhadap lingkungan.
    C. Outbond Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap pelanggan.
    D. Marketing and Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong untuk dapat membeli produk yang dibuat. Memiliki rantai nilai khusus, antara lain: Marketing management, Advertising, Sales force administration, Sales force operations, Technical literature, Promotion.
    E. Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan perbaikan bimbingan teknis.

Soal tambahan :
9. Pembangunan teknologi informasi perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya, rencana strategis teknologi informasi senantiasa di selaraskan dengan rencana perusahaan, agar setiap penerapan teknologi informasi dapat memberikan nilai bagi perusahaan.
Departemen IT seringkali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang kadang menadi problematika tersendiri bagi Departemen IT di perusahaan. Untuk dapat mengetahui andil Departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya seperti:
a) Manual menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerja, alat tulis, dan lain-lain.
b) Waktu mengerjakan yang lebih cepat dengan adanya IT.
c) Pengambilan keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat.
d) Menghemat biaya promosi dan pemasaran.
e) Sistem dapat terintegrasi di semua kantor atau perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan kecepatan
dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaan.

  1. Business Continuity Plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan
    untuk meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan. Proses perencanaan
    suatu business continuity plan akan memungkinkan suatu perusahaan untuk
    melakukan hal-hal sebagai berikut (4R):

  2. Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),

  3. Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
  4. Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
  5. Mengembalikan ke kondisi semula (Restore).

  6. Key Performance Indicator (KPI) atau disebut juga sebagai Key Success Indicator (KSI) adalah satu set ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. KPI bervariasi antar perusahaan atau industri, tergantung pada prioritas atau kriteria kinerja
    KPI dibuat setelah sebuah organisasi memiliki strategi dan tujuannya. KPI membantu organisasi memastikan seberapa jauh kemajuan tujuan yang telah dan akan dicapainya. Menurut Darmin A. Pella (2008), sebuah indikator keberhasilan stratejik (strategic measures) yang baik perlu memenuhi unsur-unsur berikut ini:

Dapat menjadi sarana perusahaan mengkomunikasikan strategi (ability of the organization to communicate their strategy for measures).
Terkait secara langsung dengan strategi yang dipilih perusahaan (the selected measure adequately focuses on the strategic issue).
Indikator tersebut bersifat kuantifitatif, memiliki formula tertentu dalam penghitungannya (quantifiable, can be evaluated objectively).
Indikator tersebut dapat dihitung (the measures are quantifiable, reliabled and repeatable).
Frekuensi pemutakhirannya bermanfaat (the frequency of updates are meaningfull).
Penetapan target untuk perbaikan dapat dilakukan (meaningful targets for improvement are established).
Kemungkinan pembandingan dengan perusahaan lain dapat dilakukan(external benchmarking is feasible and/or desirable).
Pengukurannya masih valid (validity of measures – not old unvalid measures).
Data dan sumber daya tersedia (availability of data and resources).
Biaya pengukurannya tidak melebihi manfaatnya (cost of measures not more than benefit of measures).