adhipras

This user hasn't shared any biographical information


Posts by adhipras

Tugas E-Marketing Plan – MM We4 – 2401160087

E-Marketing Plan Amble Footwear

Situation Analysist

Amble Footwear merupakan brand sepatu yang berasal dari kota Bandung. Amble Footwear didirikan pada bulan Agustus tahun 2009 oleh Agit Bambang dengan memadukan ide antara proses pembuatan sepatu tradisional dan desain sepatu yang disesuaikan dengan gaya hidup pemuda saat ini. Amble Footwear menawarkan produk sepatu yang good looking dan nyaman dipakai

SWOT :

Strength

  • Amble Footwear merupakan salah satu brand pencetus dalam bisnis perdagangan sepatu melalui media social yang berasal dari Bandung

  • Memiliki desain sepatu yang terus mengikuti perkembangan zaman

  • Bersadarkan review pengguna, Amble Footwear memiliki daya tahan yang cukup baik untuk digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang

Weakness

  • Harga sepatu yang ditawarkan oleh Amble Footwear cukup tinggi dibandingkan pesaing-pesaingnya yang baru muncul

  • Masih banyak penduduk yang lebih percaya untuk membeli sepatu dengan brand ternama dibandingkan brand lokal

Opportunities

  • Produk dari Amble Footwear telah merambah pasar luar negeri sehingga memiliki peluang untuk terus memasarkan produknya ke seluruh dunia

  • Amble Footwear telah memiliki citra yang baik di mata kaula muda terutama di kota Bandung sebagai brand yang dapat membawa image baik meskipun sepatu tersebut buatan local

  • Amble Footwear mampu terus mengembangkan lini produknya sehingga saat ini brand tersebut tidak hanya menjual sepatu tetapi merambah ke produk lifestyle lainnya seperti baju, jaket, dompet, celana dan lainnya

Threats

  • Saat ini telah muncul brand-brand baru yang bermain di pasar Amble Footwear sehingga dapat menjadi ancaman dalam penjualan produknya seperti brand Brodo, Guteninc, Brygan, dan lainnya

  • Para pesaing dari brand Amble terus berinovasi dalam mengembangkan produknya dan mampu menawarkan harga yang lebih murah sehingga Amble pun harus selalu meningkatkan kualitas dan inovasi nya agar tidak tertinggal oleh pesaing

  • Selain bersaing dengan produk local, dengan harga yang cukup tinggi produk Amble harus bersaing dengan merk-merk ternama seperti nike, adidas, puma, dan lainnya

E-Marketing Strategic Planning

Segmentation

  • Demografis : Produk Amble Footwear diperuntukan untuk remaja dan orang dewasa yang selalu memperhatikan penampilannya dan ingin terlihat mewah serta klasik

  • Geografis : Produk Amble lebih ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di kota-kota besar baik di Indonesia maupun diluar negeri

Targetting

Target pasar dari Amble Footwear yaitu remaja dan orang dewasa baik pria maupun wanita dengan kelas ekonomi menengah ke atas

Positioning

Amble Footwear menempatkan dirinya sebagai brand lokal yang mampu memproduksi dan menawarkan produk lifestyle dengan kualitas setara internasional

Differentiation

Differensiasi yang dilakukan oleh Amble Footwear yaitu memfokuskan produknya dengan gaya-gaya yang kasual serta elegan dengan menggunakan material kulit yang berkualitas tinggi untuk produk alas kaki nya

Strategi E-Marketing

  1. Produk Amble Footwear ditargetkan untuk remaja dan orang dewasa yang selalu berjiwa muda sehingga media yang tepat untuk memasarkan produknya melalui internet yaitu media social yang sering dipakai oleh banyak remaja dan orang dewasa di Indonesia seperti instagram

  2. Selain itu, Amble Footwear juga memasarkan produknya dengan membuat website yang dapat menampilkan berbagai informas mengenai Amble mulai dari sejarah didirikannya, lini produk yang ditawarkan, lokasi took off-line nya dan juga bermacam informasi lainnya agar calon customer dapat tertarik untuk membeli produk Amble Footwear

  3. Amble Footwear juga dapat memanfaatkan menu advertising yang ditawarkan oleh beberapa website sehingga dapat mempengaruhi calon customer untuk membeli produk dari Amble

Objectives

  • Meningkatkan penjualan produk

  • Mengurangi biaya promosi

  • Memudahkan proses penjualan produk

  • Mendekatkan diri dengan konsumen

  • Meningkatkan brand image

  • Memperluas pasar hinggal mencakup seluruh dunia

E-Marketing Strategy

Strategi Produk

Amble Footwear terus menciptakan produk dengan desain masa kini dan memiliki kualitas yang sangat baik untuk dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada para konsumennya. Dalam memasarkan produknya, Amble dapat bekerja sama dengan e-commerce agar dapat lebih dikenal masyarakat luas

Strategi Harga

  • Menetapkan harga yang disesuaikan dengan kualitas yang ditawarkan sehingga walaupun konsumen mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli produk Amble dibandingkan dengan pesaingya, konsumen tersebut tidak akan merasa kecewa karena telah membeli produk yang memiliki kualitas sangat baik

  • Menawarkan paket harga tertentu apabila konsumen membeli lebih dari satu produk Amble dalam satu kali transaksi

  • Menawarkan diskon khusus apabila konsumen membeli produk Amble langsung dari website nya

  • Memberikan diskon atas produk Amble yang sudah lama di rilis saat Amble mengeluarkan produk yang baru

Strategi Distribusi

  • Bekerja sama dengan jasa pengiriman barang sehingga saat konsumen melakukan pembelian di online dapat langsung segera di salurkan kepada konsumen tersebut dengan cepat

Senna Gilrandi

2401160087

Note : Terlampir screenshot dari Plagiarism Checker

Tugas e-Marketing Plan | Supriyanto | 2401160090

Selamat Malam Bp. Adi,- Terlampir tugas E-Marketing Plan
– Hasil Seotools : 100% unique

Terima Kasih,

Supriyanto
2401160090
MM Executive 32

smallseotools-1506186109.pdf

Supriyanto – 2401160090- MM Executive 32 -E Marketing Plan.pptx

M. Fajar J_Profesional-3_2401160064 MM. E-MARKETING PLANE

M. Fajar J_Profesional-3_2401160064 MM. E-MARKETING PLANE

A. PROFIL PERUSAHAAN

Visvalbags adalah sebuah perusahaan yang menjual tas sebagai produk pemasaran utamanya di seluruh Indonesia. Seiring berjalannya waktu, Visval juga memproduksi produk lain seperti baju, sepatu, dompet, dan jaket. Beridiri pada tahun 2014, perusahaan ini awalnya berdiri sebagai perusahaan jenis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sejak awal tahun 2017, status hukum ini berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan naman PT. Niaga Karya Kreatif.

Nama Visval diambil dari kata Visual. Kata ini diambil sesuai dengan visi Visval itu sendiri yaitu menjadikan tas tidak hanya sebagai alat pembawa barang biasa atau sebagai pelengkap tetapi juga sebagai alat pembawa memori yang bisa menemani aktifitas sehari-hari dan menjadi bagian dari fesyen para penggunanya. Beralamat di Jalan Arcamanik Endah no. 20, Bandung, Visval memulai perusahaannya dengan menjual produknya secara online yaitu di media social seperti instagram dengan nama akun visvalbags dan di situs yang dimilikinya yaitu www.visvalbags.com, pada tahun 2017 juga Visval sudah membuka toko offline yaitu di Jalan Arcamanik Endah no. 2, Bandung.

B. 7 STEP E-MARKETING PLAN

  1. Situation Analysis

Melakukan review dari faktor-faktor lingkungan perusahaan dari mulai melakukan review dari tujuan e-business perusahaan, strategi dan pengukuran performance.

Pada perusahaan Visval ini tujuan e-business tentunya adalah menjadi salah satu brand tas terkenal di seluruh Indonesia. Strategi perusahaan yang selama ini Visval untuk melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan iklan di Instagram maupun facebook yang langsung terhubung dengan website e-commerce yaitu www.visvalbags.com . Selanjutnya untuk pengukuran performance tentunya nama merek visvalbags harus dikenal di seluruh Indonesia dan tentunya ketika nama telah dikenal oleh banyak orang dan menjadi kepercayaan bagi semua orang akan menghasilkan profit ke-untungan untuk mencapai taget angka di 2 miliar per-bulan.

  1. E-Marketing Strategies

a. Segmentation adalah seluruh kota-kota di Indonesia dan konsumennya orang-orang yang mempunyai kegiatan sehari-hari dari mulai kegiatan sekolah, kantor dan travel.

b. Targeting adalah dari remaja awal sampai remaja akhir di umur 17-35 tahun. Target market adalah tas dengan harga menengah dengan kisaran harga Rp. 200.000- sampai dengan Rp. 300.000,-

c. Differentiation adalah barang yang kuat dan mempunyai banyak ruang dalam tas sehingga cukup untuk kegiatan travel, sekolah, dan kantor

d. Positioning adalah remaja yang mempunyai gaya fashion dari design yang urban, casual, dan vintage

  1. Objectives

Mengidentifikasikan tujuan umum dari strategi e-business

  • Task (apa yang harus dilakukan) adalah dengan melakukan iklan-iklan online di seluruh kota di Indonesia dari mulai iklan social media hingga marketplace

  • Jumlah yang dapat diukur penjualan meningkat dan pengiriman barang penjualan ke seluruh kota Indonesia

  • Durasi waktu 1 tahun

  1. Strategi

Komunikasi Marketing untuk Visvalbags adalah dengan menciptakan brand awareness dari mulai :

  • Menginformasikan kepada calon pembeli tentang produk visvalbags yang di jual seperti apa dan mengapa mereka harus membeli produk visvalbags.

  • Memperkenalkan citra perusahaan, merek visvalbags

  • Meningkatkan penjualan produk dengan cepat dan tepat demi meningkatkan profit perusahaan

  1. Implementation Plan dan Budget

Marketing Mix

a. Product yang dibuat Visvalbags adalah tas yang kuat dan Visval berusaha untuk menciptakan sesuatu produk dengan sangat baik yang terinspirasi dari semangat kehidupan perkotaan, travel, eksplorasi, dan petualangan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga visvalbgas berusaha untuk menemani aktivitas anda untuk mencapai tujuan dan cita-cita (tagline:”carry your story”)

b. Price atau harga yang cocok untuk visval di kelas menengah adalah Rp.200.000,- sampai dengan Rp.300.000,- seusai dengan kalangan pelajar, pekerja, dan traveler

c. Place atau tempat, Visvalbags dapat bekerjasama dengan toko-toko di setiap kota untuk memasarkan produknya. Contoh bekerjasama dengan matahari mall untuk menitipkan produk-produknya sehingga mengurangi efesiensi biaya pembuatan toko.

d. Promosi adalah dengan melakukan google trends tentang tas, google ads, promosi social media atau ads, messenger blas, marketplace. Sebelum melakukan hal ini Visvalbags harus melakukan riset pada jam-jam berapa banyak orang melihat setiap aplikasi social media atau e-commerce sehingga ketika mengeluarkan iklan pada setiap platform banyak orang yang melihatnya agar dapat terjadinya transaksi dan brand awareness yang baik.

e. Partisipant. Orang-orang yang bisa di ajak kerjasama atau enderosment adalah kalangan selebriti yang mempunyai fashion tinggi sehingga dengan mudah dapat mempengaruhi para penggemarnya. Selain itu juga mengajak kerjasama dengan perusahaan lain dari mulai Matahari mall sampai dengan Sogo dalam memasarkan produknya. Hal ini dapat meng-efesiensi biaya pemasaran karena setiap artis mempunyai follower yang cukup banyak dan department store mempunyai banyak tempat yang strategis di setiap kota dengan itu dapat mengurangi biaya pemasaran maupun pembuatan toko.

f. Proses. Visvalbags dapat memberikan garansi tas kepada konsumen dengan jangka waktu yang cukup panjang sekitar 1 tahun. Visvalbags juga dapat memberikan diskon kepada konsumen kepada pembeli yang pernah membeli produk visval dengan menunjukan struk atau bukti transfer sehingga dapat menciptakan loyalitas pada konsumen.

g. Phsyical Evidence. Visvalbags dapat melakukan aktivasi toko onlinenya dengan memberikan diskon kepada setiap id-instagram yang menampilkan lambing visval pada setiap profil picture. Selain itu juga dapat melakukan aktivasi toko dengan setiap pengunjung yang melakukan foto di toko offline akan mendapatkan undian berhadiah

  1. Evaluation Plan

a. Penentuan Balance Score Card atau Key Performance Indicator yang tepat dan pencapaian skor yang tinggi tentunya akan menimbulkan keuntungan yang sempurna bagi perusahaan selam semester atau tahun.

23 September, 2017 20:22

Assalamu alaikum wr wb.

Bp Adi,
Terlampir tugas mata kuliah e-Marketing
Hasil seotools : 100% unik

Terima kasih
SUPRIYANTO
2401160090

Sent from Samsung Mobile

smallseotools-1506186109.pdf

Supriyanto – 2401160090- MM Executive 32 -E Marketing Plan.pptx

Tugas emarketing- bella dwi jayanti – profesional 32 – kiwari marketing plan

STUDI KASUS

KIWARI MARKETING PLAN

TUGAS E-MARKETING

Bella Dwi Jayanti

2401160030

S2 Magister Manajemen

Kelas Profesional 3

Telkom University

Bandung 2017

KIWARI

Startup Internal Telkom Indonesia

“Kiwari” merupakan nama proyek kolaborasi antara PT Telkom Divisi Digital Service dengan PT Qiscus Ptd, Ltd untuk mengembangkan sebuah messaging app dan chatbot asli buatan lokal Indonesia. Kiwari memiliki segmentasi user karyawan BUMN di Indonesia. Kiwari membantu Pegawai BUMN memenuhi kebutuhan kerja, seperti kolaborasi, sinergi, kebutuhan pengaturan dokumen, komunikasi sesama karyawan, update informasi dan sebagainya menggunakan platform messaging dan chatbot. Saat ini Kiwari sedang dalam proses research and development.

1. SITUATION ANALYSIS

LEAN CANVAS KIWARI

  1. Problem :

a. Butuh info secara mudah, cepat akurat

b. Butuh informasi kerja yang simple, secure

c. Butuh reminder untuk to do list atau meeting

d. Butuh helpdesk simple, handal dan helpful

e. Butuh untuk transaksi online terpercaya, handal, cepat dan aman

  1. Solution

a. Messaging app

b. Chatbot

  1. Key metric

a. 10.000 user karyawan BUMN/November 2017

b. length of stay per user 5menit perhari

  1. Unique Value Preposition

a. Kecepatan dan ketepatan perolehan informasi sesuai dengan kebutuhan user

b. Keamanan untuk melakukan conversation

c. Keberadaan personal assistant/BOT menjadi experience baru yang simple, secure dan synergy

  1. Unfair Advantage

a. Support by TelkomGroup

  1. Chanels

a. Landing Page

b. Social media (Instagram, twitter dan facebook)

c. Blog

  1. Customer segments

a. Karyawan BUMN

b. Usian 23-64 tahun

c. Pria dan wanita

d. Social media user

e. Early adopter

  1. Cost Structure

a. Development

b. Marketing

  1. Revenue stream

a. Freemium

SWOT ANALYSIS KIWARI

  1. Strength

a. Messagin app lokal

b. Messaging app dengan chatbot

c. Hanya digunakan oleh karyawan BUMN (lokal)

d. Memenuhi kerja karyawan

  1. Weaknesses

a. Masih dalam tahap development

b. Masih diperlukan user education dalam menggunakan obat

c. Masih butuh tenant pengisi BOT yang menarik

  1. Opportunities

a. Perkembangan chatbot yang pesat

b. User yang sudah pasti (karyawan BUMN)

c. Perkembangan internet dan smartphone user yang cukup pesat

  1. Threats

a. Competitor yang kuat dalam messaign apps (whatsapp, Line)

b. Banyak user khususnya karyawan BUMN yang masih meragukan produk lokal

2. OBJECTIVES

Increase Awareness& Engagement with BUMN employee (man or woman) to makes it easy to communicate and make them more secure in file sharing behavior in the office.

3. STRATEGI MARKETING KIWARI

Matrix

1. Acquisition

a. Paid digital ads (social media : instagram, facebook, twitter, blog)

b. Matrix : impression, likes, followers, click

2. Activation

a. Customer on boarding, one registration with email or facebook, loyalty campaigns, re-engagement ads

b. Matrix : monthly active user, session frequency

3. Retention

a. Proactive communication (comment and online activation), loyalty campaigns, re-engagement ads

b. Matrix : monthly active users, session frequency

4. Referral

a. Tag, online-click sharing, social/contact list integration

b. Matrix : tak, share to facebook, copy URL

5. Revenue

a. Sales income, potential customer data

b. Matrix : sales growth

Matrix Campaign Review / 2017-2018

1. Increasing sales income by the promo program

2. Increasing awareness and engagement through social media

3. Increasing 1000 followers on instagram and audience through KiwariApp social media

4. Increasing 600 facebook fanpage likes

5. Massive Awareness 15.000.000 impression

Strategy fo Customer Journey Kiwari

  1. Awareness

a. Digital media, mass media, online activation, social media ads

  1. Interest

a. Content marketing

b. Banner promo on social media

  1. Visit

a. Generate traffic (paid advertising, social media, mass media)

  1. Desire to purchase

a. Images

b. Promo

c. Online activity recommendation (from friends or others)

  1. Revisit

a. Social media

b. Network ads

c. Push email

d. Blog

  1. Purchase

a. Discount and promo

b. Customer support

  1. Product delivery

a. Return and refund policy

b. Delivery status

  1. Repeat and Purchase

a. Magazine

b. Recommendation by medi

4. IMPLEMENTATION PLAN

MARKETING PLAN – SEPTEMBER NOVEMBER 2017
Bulan Marketing To Do List
september perbaikan landing page diskusi dengan qiscus
pembuatan content form
development
rekap data form
meeting dengan merchant cari merchant terkait
follow up dan jadwal
meeting
follow up
kerja sama dengan AM cari AM untuk ke BUMN
kontak ke AM
kolaborasi dengan para AM
AM melakukan marketing ke BUMN lain
marketing agency cari marketing agency
follow up dan jadwal
update progress
the mentor pendamping the mentor
update pemenuhan KPI
kesepakatan target sales kesepakatan dengan merchant
email blast cari data email
pembuatan content email
email blast
persiapan end to end merchant pembuatan konten
konsultasi dengan merchant
follow up
join development search yang bisa dijadikan "join development"
pembuatan konten
follow up dan jadwal
penentuan model bisnis cari data merchant
pembuatan model bisnis
follow up
deal dan kontrak making
promo di portal BUMN kontak tim corcomm BUMN lain
pembuatan konten
upload and finishing
inform ke merchant
deal promo
oktober push by social media follow social media merchant
kirim message ke mereka
pembuatan konten
hackathon merchant bot competition kerja sama dengan indigo
pembuatan konten
blast pengumuman
teknis dan proses
budgeting
follow up peserta dan pendaftaran
loyalty program reseach loyalty program for merchant
pembuatan konten
promo ke merchant
promo dan diskon research promo menarik untuk merchant
pembuatan konten
promo ke merchant
follow up merchant
budgeting
CSR dengan merchant research CSR untuk tahun 2017
pembuatan konten
budgeting
deal dengan BUMN
kontak dengan sinergi

Tugas E-Marketing Plan – MM WE32– Najih Azkalhaq_2401160066

Pershoenalize.com

Case Study : http://pershoenalize.com/
Pershoenalize merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion khususnya pada industri sepatu di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2011 oleh Nazmi, yang melihat adanya kesulitan yang dihadapi oleh sebagian besar perajin sepatu di Indonesia. Selain fakta tidak adanya kontrak kerja dan asuransi kesehatan, biaya yang mereka dapatkan untuk membuat sepasang sepatu jauh dari kata cukup. Kemudian dia memutuskan untuk membuat bengkel sepatu kecil dengan visi yang besar untuk mengubah kehidupan pengrajin sepatu lokal.
Pershoenalize menawarkan jasa pembuatan sepatu fully custom secara online melalui website mereka. Sejak berdirinya Pershoenalize di tahun 2011 hingga saat ini dapat dikatakan bahwa growth atau pertumbuhan perusahaan ini terkesan lambat. Salah satu penyebabnya bisa jadi dikarenakan perencanaan e marketing yang masih kurang atau bahkan belum ada. Oleh karena itu, saya rasa cukup menarik untuk mengangkat perusahaan ini sebagai topik dalam tugas perencanaan e marketing kali ini, walaupun untuk saat ini mungkin perusahaan ini sedang tidak aktif, karena kegagalan mereka dalam mengakuisisi pasar.
Situtation Analysis
Pada bagian ini akan dibahas situasi yang tengah terjadi di Pershoenalize, analisis situasi yang disajikan akan digambarkan melalui framework of thinking berupa analisis SWOT.
Strength
• Ada koneksi dengan pengrajin lokal dengan kualitas produksi yang tidak kalah dari produk-produk branded.
• Aplikasi powerfull yang dapat digunakan untuk mendesain sepatu langsung secara online.
• Fully custom personal shoes.
• Aplikasi yang sudlit untuk ditiru.
• Bahan-bahan berkualitas yang digunakan untuk produksi sepatu.
Weakness
• High investment on technology
• Kepercayaan yang kurang dari customer tentang kualitas barang untuk pembelian pertama
• Cost yang cukup tinggi, akibat dari fully customable shoes.
• Pendatang baru dalam industri sepatu.
Opportunity
• Pasar-pasar individu kelas menengah atas yang ingin memiliki sepatu personal dan tidak sama dengan orang lain.
• Brand-brand luar yang bisa disasar untuk co creation dengan pengrajin sepatu lokal.
Threats
• Pesaing yang sudah lama bergerak di bidang perindustrian sepatu.
• Persaingan harga.
E Marketing Strategic Planning
Segementation
Segementasi dari produk-produk pershoenalize bisa di bagi menjadi beberapa bagian berdasarkan Geografi, Demografy, Psikografy dan juga Behavioral konsumen.
Geografi : Dalam Negeri dan Luar Negeri, namun lebih condong ke luar negeri. Karena untuk industri dalam negeri, hal semacam ini masih terlalu overprice.
Demografi : Dari segi aspek Demografy, berdasarkan sistem yang sudah ada untuk saat ini, untuk customer individu lebih mengarah ke customer wanita dengan pendapatan di atas rata-rata, golongan umur produktif, sekitar 23-40 tahun, dan juga memiliki life style / gaya hidup mewah, dengan social status yang tinggi juga, lebih cocok mengarah ke ibu-ibu socialita yang kemungkinan memiliki banyak koleksi sepatu. Sedangkan untuk customer organisasi atau perusahaan, merupakan perusahaan global yang memungkinkan untuk co creation dengan pengrajin lokal Indonesia.
Targeting: Hampir sama seperti yang dijelaskan pada bagian demografi, bahwa usaha ini lebih menyasar customer wanita, dengan lifestyle mewah dan memiliki status social yang tinggi. Selain juga industri-industri sepatu brand global yang memungkinkan co creation dengan pengrajin lokal.
Differentiation : satu hal yang jelas menjadi pembeda dari Pershoenalize dan industri sepatu lainnya adalah, pershoenalize menawarkan opsi untuk memproduksi sepatu secara fully custom sesuai dengan permintaan customer.
Positioning: melalui analisis positioning, sebenarnya Pershonalize tidak bisa diposisikan dengan brand-brand sepatu lainnya, atau bahkan dengan produsen sepatu itu sendiri, karena differensiasi yang dilakukan pershonalize berupa penawaran produk sepatu custom. Dapat dikatakan bahwa posisi Pershoenalize sendiri sebagai proxy antara customer dengan pengrajin lokal. Jika dibandingkan dengan usaha yang serupa mungkin bisa dikaitkan dengan qlapa.com dan juga pengrajin-pengrajin lokal yang menawarkan jasanya sendiri secara online untuk produksi sepatu custom. Namun dari sisi teknologi tentu saja Pershonalize lebih unggul, dan juga dari sisi biaya Pershonalize juga cukup tinggi.
Objectives
Measurable
Berikut ini merupakan bebera hal yang harus dapat di ukur performanya ketika melakukan e marketing, matrix-matrix ini dapat digunakan untuk mengetahui sebagai mana efektifkah e marketing yang telah dijalankan.
• Traffic : jumlah pengunjung yang membuka aplikasi, berapa jumlah pengunjung hariannya, bagaimana statistik sumber trafik tersebesar yang di dapatkan. Trafik ini juga dibagi menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik trafik.
• Most favorite page/artikel : kita juga harus mengetahui halaman mana yang paling sering, hingga paling tidak sering dikunjungi oleh pengguna.
• Rate of New User – Active user : persentase pengguna baru, dan juga pengguna aktif harus selalu di pantau setiap saat.
• Bounce rate : presentase yang merepresentasikan seberapa banyak jumlah pengunjung yang datang kemudian langsung pergi tanpa melakukan apa-apa di website atau aplikasi yang disedikan, hal ini berhubungan dengan exit rate.
• Device models : Device yang digunakan untuk mengakses aplikasi juga harus dilihat mana yang paling banyak, mana yang paling sedikit. Hal ini akan berguna ketika melakukan pengambilan keputusan media elektronik apa yang akan digunakan untuk iklan untuk mendongkrak traffic.
• Conversion Rate : Sebearapa besar pelangan yang membayar/menghasilkan penjualan dari jumlah user yang mengakses aplikasi. Baik itu yang diperoleh dari Owned media, maupun dari paid media. Karena kedua hal ini yang paling bisa diukur dan dicatat dari hulu ke hilirnya.
• Followers : Sangat perlu untuk membentuk brand image menggunakan social media yang dimliki, diluar aplikasi perusahaan sendiri. Hal ini dapat memicu timbulnya trust dari pengguna pengguna baru yang ingin memulai mengadopsi layanan yang ditawarkan. Hal ini cukup penting karena dalam digital marketing trifecta, jumlah followers sebagai earned media merupakan media yang memberikan dampak yang cukup besar bagi bisnis.
• Sentiment Pelanggan : Review dari setiap pelanggan yang telah melakukan transaksi perlu diukur, hal ini masih menjadi bagian matrix untuk mengukur earned media.
Task
Dari beberapa measurable yang telah di definisikan selanjutnya dapat ditentukan task-task apa yang dapat dilakukan untuk mendongkrak matrix-matrix yang telah di definisikan. Task yang berkaitan dengan meningkatkan matrix dalam e marketing dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yakni Entrain, Educate, Persuade, dan juga Convert. Jika dijakabarkan beberapa task tersebut bisa berupa keputusan seperti :
• Entertain : Memasang Ads untuk kategori device yang paling rendah sumber trafiknya, karena dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa produk yang ada masih belum teredukasi untuk device yang menjadi sumber trafic paling sedikit tersebut. Namun hal ini juga perlu dibandingkan dengan market share/jumlah pengguna device tersebut secara global, apakah memang sedikit dari akarnya ataukah memang kita tidak mendapatkan market share dari device teresebut. Contoh: tidak mungkin kita invest ads untuk dipasang di aplikasi-aplikasi Blackberry di zaman sekarang, karena pengguna Blackberry sendiri tidak sebanding dengan Android.
• Persuade : Melakukan Celebrity Endoresement, menampilkan cutomer reviews, about us.
• Convert : Interactive Demos, Product Pages, pricing simulation, FAQ.
• Educate: seperti Direct advertising, guides, blog, dsb
Time Frame
Jangka waktu yang dilakukan untuk mengeksekusi e marketing tentu saja tidak setiap saat harus dilakukan, dan juga untuk meningkatkan efektifitas daripada pemasangan iklan tentu saja akan lebih baik jika dibarengi dengan adanya promo-promo. Adapun beberapa momen yang tepat yang dapat dimanfaatkan untuk mengeksekusi pengiklanan melalui e marketing. Contohnya :
• Momen-momen mendekati hari besar
• Prime time
• Ketika ada suatu event yang memungkinkan customer menggunakan produk yang ditawarkan.
Beberapa hal diatas dapat dilakukan jika dana untuk marketing memadai, karena tentu saja untuk memasang iklan digital diperlukan biaya yang tidak sedikit juga. Jika biaya terbatas beberapa hal di bawah ini bisa menjadi alternatif :
• Memasang iklan, ketika kompetitor lain tidak sedang memasang iklan, hal ini akan memberikan keuntungan dari sisi cost, karena tidak terjadi lelang pada saat tersebut.
• Memasang iklan pada waktu non prime time, walaupun jangkauannya kecil, namun jika diposisikan pada lokasi yang tepat saat orang-orang juga aktif bekerja dan melihat area tersebut, tentu saja hal ini akan efektif.

Tujuan:
Dari berbagai macam task yang ada, tentu saja masing-masing inisiatif tersebut memiliki tujuan. Berikut ini beberapa tujuan yang dapat dicapai berdasarkan task-task yang telah di definisikan:
• Brand Awareness
• Meningkatkan market share
• Meningkatkan sales revenue
• Mengurangi Cost
• Menambah database
• Mendapatkan tujuan CRM
• Improvisasi Supply Chain Management
E-Marketing Strategy
• Offer : Produk yang ditawarkan Pershonalize merupakan produk fully custom, dengan kualitas tinggi, namun disisi lain berdasarkan opportunity yang telah dijabarkan, sebenarnya pershoenalize juga ada potensi untuk menerima pesanan dengan skala mass production. Tentu saja pendekatan harganya akan berbeda.
• Value (Price) : Untuk fully custom shoes, tentu saya strategy pemasaran yang digunakan disini adalah dengan menggunakan premium pricing strategy, sedangkan untuk sasaran industri dengan mass production, dapat menggunakan penetration pricing strategi, mengingat jasa yang ditawarkan semacam ini juga tergolong baru dan sulit ditiru.
• Distribution (place) : Dalam e marketing distribution lebih mengarah tentang tempat apa saja yang digunakan untuk memasarkan produk yang ditawarkan yang berupa elektronik. Seperti yang diejelaskan pada bagian objective, untuk meningkatkan matrix-matrix measureable, penentuan lokasi promosi juga menjadi suatu bagian yang penting disin, sebagai contoh :
– Pemasangan ads di Google
– Pemasangan ads di Social media
– Pemasangan ads di aplikasi mobile.
• Communication (promotion) : Hal ini juga telah sedikit disinggung pada bagian objektif dimana promo sebisa mungkin terkait dengan time frame hari-hari besar, dan juga tanggal-tanggal tertentu. Sebagai contoh melakukan promo di awal bulan akan lebih berdampak daripada di pertengahan hingga akhir bulan, karena awal bulan merupakan timing orang menerima pendapatan. Untuk pershonalize promo-promo yang dapat dilakukan seperti :
– Endorsement
– Customer Interaction via Social Media
– Kuis
– Kampanye pemasaran ( kontes instagram, dsb)
– Promo pada Ads.
• CRM : Customer Relationship Management menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan ketika berhasil mendapatkan seorang pelanggan, mengapa? Tentu saja karena biaya mempertahankan customer, dengan mendapatkan costumer baru lebih murah mempertahankannya. Hal yang dapat dilakukan Pershonalize terkait CRM untuk produk mereka adalah sebagai berikut :
– Push notification (notifikasi berkala terkait adanya fitur, produk, promo, ataupun material baru untuk sepatu yang di produksi)
– Customer Service Center
Implementaion Plan
Dalam implementasinya masing-masing strategy yang telah ada dijabarkan kembali dalam bentuk timeline lebih spesifik terkeit eksekusi tiap-tiap inisiatifnya. Contoh yang bisa dilakukan oleh pershoenalize dalam merencanakan implementasi adalah sebagai berikut :
– Bulan Januari : Buat promo awal tahun, promo chinese new years, lakukan endorsement, lakukan campaign di instagram.
– Bulan Februari : Buat promo hari valentine, campaign di SEM
– Bulan Maret : Perkuat SEO, dan masih campaign di SEM
– Bulan April : Tambah keyword baru untuk diakuisis, Hentikan SEM, dan berpindah ke Facebook.
– Bulan Mei : Siapkan landing page untuk menyambut hari raya lebaran, hentikan semua aktifitas promo.
– Bulan Juni : Landing page promo ramadhan siap, mulai campaign di Admob, Google, dan juga Sosmed.
– Bulan Juli : Selesai lebaran hentikan aktifitas pengiklanan, pengembangan fitur baru dan seterusnya.
Tentu saja dalam menentukan langkah-langkah yang ada di tiap bulannya pada awalnya kita dapat melakukan perencanaan awal, namun sudah dapat dipastikan dalam perjalanannya nanti pasti akan berubah. Sehingga measurable matrix yang telah ditentukan diatas sangat diperlukan untuk menentukan pengambilan langkah pemasaran tiap bulannya.
Budget
Rata-rata biaya untuk pengiklanan di media elektronik, dihitung berdasarkan event yang tejadi (pay per click). Sehingga untuk mendefinisikan budget disini tentu saja kembali pada anggaran biaya e marketing oleh perusahaan. Berikut ini sedikit informasi tentang biaya pengiklanan di social media, search engine, dan juga endorsement.
Iklan Instagram, min saldo Rp 25.000, anggaran iklan sesuai keinginan pemasang iklan.
Iklan Facebook, Sesuai anggaran.
Iklan Google (SEM) anggaran minimal Rp 50.000 – Rp 100.000 per hari, kemungkinan admob juga tidak jauh berbeda.
Endorsement Artis Instagram untuk artist terkenal antara 5-15 juta sekali endorse, tergantung pada konten yang digunakan untuk media endorsement juga, seperti video, foto atau instastory masing-masing biayanya berbeda.
Semakin besar anggaran yang disiapkan untuk beriklan di media online biasanya semakin besar juga intentsitas iklan akan muncul.
Evaluation Plan
Evaluasi dapat dilakukan dengan cara menghitung ROI (Return of Investment) dalam tiap biaya yang kita keluarkan untuk bisa mendapatkan penjualan, hal ini harus terus diawasi, jangan sampai biaya marketing lebih mahal daripada pendapatan. Selain itu juga ada beberapa tools evaluasi yang dapt digunakan seperti :
– Google Analytics
– Seotools
– Premium account di social media (biasanya sudah include dengan analytics tools)
Dsb.

NAJIH

AZKALHAQ

Tugas E-Marketing Plan – MM We4 – Rizkia Nursyabani Hamzah (2401160081)

E-MARKETING PLAN: STARBUCKS

· Situation Analysis

Starbucks pertama kali dibuka pada Tahun 1971, membuka toko pertamanya di Pike Place Market di Seattle. Dari awal, Starbucks menanamkan untuk menjadi perusahaan yang berbeda. Tidak hanya tradisi meminum kopi itu sendiri, tetapi juga membawakan perasaan yang saling berhubungan.

Saat ini, dengan lebih dari 17,400 toko di 60 negara, Starbucks adalah retailer kopi spesial dan premium di dunia. Dan dalam setiap cangkir, Starbucks berusaha membawa warisan dan pengalaman yang luar biasa pada kehidupan.

· SWOT

Strengths:

o Starbucks mampu menguasai market share sekitar 75% di United States dan telah beroperasi di lebih dari 60 negara di dunia;

o Sesuai dengan visi-nya, Starbucks menaruh perhatian utama pada kualitas produknya;

o Starbucks berada di lokasi yang strategis, karena target mereka adalah brand image yang premium dan berada di lokasi yang ramai serta mudah untuk diakses. Kelebihan lainnya disediakannya free wifi, service yang ramah dan atmosfer yang nyaman sehingga menciptakan ‘Starbucks Experience’ untuk customer datang kembali;

o Starbucks memiliki pegawai yang mereka sebut dengan partners. Menciptakan lingkungan kerja yang sehat adalah salah satu faktor pelayanan customer yang prima. Pegawai Starbucks memiliki kompetensi yang tinggi dan menjadi aset utama perusahaan;

o Selain menjual kopi maupun minuman non kopi, Starbucks juga menjual Vivanno Smoothies, Tazo Tea, Ethos Water dan berbagai merchandise berupa home espresso machines, coffee brewers and grinders, coffee mugs, accessories, buku hingga makanan;

o Use of Technology and Mobile Outlets;

o Customer Base Loyalty.

Weaknesses:

o Mengusung konsep premium dan high quality coffee, menyebabkan harga yang termasuk tinggi untuk negara berkembang;

o Kebudayaan meminum kopi di Amerika/Eropa belum tentu bisa diterima dengan baik di negara lain apabila ingin mengembangkan strategi perusahaannya;

o Image-nya sebagai perusahaan yang besar mengakibatkan adanya ekspektasi dari masyarakat dalam corporate social responsibility;

Opportunities:

o Expansion into Emerging Markets;

o Starbucks yang kini tidak hanya menjual kopi, juga menyajikan teh dan jus sebagai bagian dari strategi akuisisi;

o Starbucks juga menjual kopi dalam kemasan dan botol yang dijual melalui supermarket sebagai salah satu usaha mendekatkan brand image mereka ke masyarakat;

o Mengembangkan mobile payment plan yang memudahkan pengguna Apple iPod Touch dan Apple users untuk melakukan pembelian melalui smartphone mereka dengan cara mendownload aplikasinya;

Threats:

o Di industri kopi ini, Starbucks menghadapi pesaing;

o Adanya fluktuasi harga di pasar biji kopi yang berkualitas yang tidak mampu dikontrol oleh Starbucks;

o Adanya kemungkinan krisis ekonomi yang dialami oleh negara-negara berkembang dimana Starbucks melakukan ekspansi usaha dapat mengakibatkan para konsumen mengurangi konsumsi kopi premium;

o Tren pola hidup sehat yang tengah ramai pada masyarakat saat ini dapat mempengaruhi image Starbucks yang sebagai budaya meminum kopi.

· E-Marketing Strategic Planning

o Segmentation

Demografis: Konsumen Starbucks pada umumnya berada pada kelompok dewasa dan atau anak muda.

Geografis: Saat ini Starbucks membuat resep minuman yang disesuaikan pada setiap negara asalnya, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kalangan di negara tersebut.

o Targetting

Target pasar Starbucks adalah dewasa, eksekutif muda dan anak muda. Pada umumnya target pasar yang disasar adalah masyarakat menengah keatas, karena harganya yang dibandrol sebagai kopi premium.

o Positioning

Produk Starbucks saat ini bisa dikatakan familiar di Indonesia, dengan promo yang gencar melalui berbagai media elektronik.

o Differentation

Diferensiasi yang dilakukan oleh Starbucks adalah produk yang dijual tidak hanya kopi, melainkan teh dan snack seperti bakery dan pastry.

· Strategi E-Marketing

Media sosial sebagai salah satu pilihan e-marketing. Karena jumlah pengguna internet dan telefon genggam di Indonesia sebagai salah satu negara tertinggi dapat dimanfaatkan oleh Starbucks dalam meningkatkan jumlah penjualan.

Tugas E-Marketing Plan – MM We4 – SAFITRI_2401160084

Selamat siang Pak Adhi, berikut adalah tugas E-Marketing Plan

Nama : Safitri
NPM : 2401160084

E-MARKETING PLAN : PO GUNUNG SEMBUNG PUTRA

  1. Situation analysis

PO. Gunung Sembung adalah, suatu perusahaan jasa transportasi yang melayani tur wisata dan ziarah di wilayah Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumatera dan sekitarnya. PO. Gunung Sembung berdiri pada tahun 1980 dengan alamat kantor Jl.Raya Cipanjalu no.57 Ujung Berung yang pada saat pendiriannya hanya memiliki 2 bus saja.

Seiring dengan perkembangan perekonomian yang semakin pesat, pada tahun 1982 mulai bermunculan pabrik pabrik tekstil dan sebagainya di wilayah Bandung Timur. Karena mulai bermunculan pabrik pabrik tekstil ini membuat PO.Gunung Sembung mengembangan usahanya dengan menerima untuk angkutan karyawan. Berdasarkan hal tersebut, PO.Gunung Sembung kemudian menambah armada busnya sebanyak 2 bus. Sehingga armada bus yang dimiliki PO.Gunung Sembung sampai tahun 1982 adalah 4 bus.

Waktu terus berjalan dan bisnispun mulai berkembang, armada bus PO.Gunung Sembung pun bertambah dari tahun ke tahunnya. Peningkatan jumlah bus yang dimiliki PO.Gunung Sembung untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Karena banyaknya bus yang dimiliki PO.Gunung Sembung sehingga garasi tempat menyimpan bus bus sudah tidak memadai lagi, akhirnya PO.Gunung Sembung memutuskan untuk pindah kantor ke tempat yang memiliki garisi lebih luas. Pada tahun 1999 PO. Gunung Sembung pindah kantor / pool / garasi ke Jl.Raya Cinunuk no.126 A. Perpindahan kantor ini kemudian diikuti dengan perubahan nama perusahaan menjadi PO. Gunung Sembung Putra (GSP).

Hingga sampai saat ini PO. Gunung Sembung Putra memiliki armada sebanyak 29 unit, 9 unit diantaranya adalah bus AC dan sisanya bus non AC.

  1. SWOT

Ø STRENGTHS

ü Pelayanan yang diberikan memuaskan

ü Kemudahan pembayaran, karena bisa dicicil

ü Kebersihan armada bus

ü Banyaknya rute pariwisata

Ø WEAKNESS

ü Minimnya inovasi

ü Strategi pemasaran hanya menggunakan WOM

ü Masih minimnya armada bus

ü Segmen pasar belum terlalu luas

Ø OPPORTUNITIES

ü Banyak munculnya destinasi baru

ü Memiliki konsumen yang loyal

ü Kebutuhan konsumen yang beragam

ü Membuka peluang kerjasama baru

Ø THREATS

ü Kompetitor baru

ü Selera konsumen berbeda

ü Konsumen berminat untuk berpindah ke trasnportasi lain

ü Kondisi jalanan yang tak terduga

  1. STP (Segmentation Targeting and Positioning)

Ø SEGMENTATION

ü DEMOGRAFIS

PO Gunung Sembung Putra membagi pasar atau pelanggan berdasarkan pekerjaan, dan status sosial. Dalam menentukan pasar yang dituju membaginya dalam tiga golongan yaitu Masyarakat pinggiran, Instansi, Mahasiswa, Karyawan, dan Pengusaha kecil maupun menengah. Juga Majlis Taklim yang ingin mengadakan ziarah.

ü GEOGRAFIS

Wilayah geografis PO Gunung Sembung Putra yaitu Jawa, Madura, Sumatera dan paling terjauh wilayah Bali. PO Gunung Sembung Putra sendiri berdomisili di Bandung, Jawa Barat. Dan untuk wilayah Jawa Barat bukan hanya Bandung, melainkan daerah sekitar. Selama masih bisa dilewati Bus, PO Gunung Sembung Putra akan menyediakan busnya.

ü PSIKOGRAFIS

Target market dari PO Gunung Sembung Putra, merupakan masyarakat menengah ke bawah. Perusahaan ini menetapkan strategi lowcost untuk meraup keuntungan. Cepi Adli Nurdin; selaku pengelola perusahaan sempat berujar "gapapa murah, yang penting kejualnya banyak, untungnya sama aja banyak kalo dibanding sama mahal, tapi lakunya dikit“ Perusahaan PO Gunung Sembung Putra lebih mementingkan hubungan antar pelanggan. Namun walaupun demikian, pelanggan tetap dapat mendapatkan fasilitas yang mewah. Terutama dari sisi pelayanannya yang ramah.

ü BEHAVIORAL

PO Gunung Sembung Putra membagi pasar berdasarkan permintaan kenyaman konsumen. PO Gunung Sembung Putra membagi ke dalam golongan Bus yaitu Bus besar dengan 45 dan 60 seat, Bus Kecil dengan 31 seat, Bus AC, Bus Non Ac, Bus biasa dan Bus Executive. Tapi semua tipe bus akan mendapatkan fasilitas aman, nyaman dan keramah yang sama.

Ø TARGETING

Target konsumen , yaitu para pelanggan yang suka bepergian dengan menggunakan jasa transportasi bus pariwisata juga konsumen Majlis Taklim yang ingin mengadakan Ziarah khususnya di wilayah Bandung, Jawa, Sumatera sampai Bali sebaliknya. Hal ini disesuaikan dengan trayek yang telah PO. Gunung Sembung Putra jalani, Selain itu juga, PO. Gunung Sembung Putra menargetkan para pelanggan suka menggunakan fasilitas internet khususnya dalam menikmati perjalanan.

Ø POSITIONING

Pelayanan yang ramah dan santun dengan harga yang seimbang, artinya tidak mahal dan tidak murah merupakan indikator yang ingin diciptakan oleh PO Gunung Sembung Putra dalam membentuk persepsi konsumennya. Dengan pemberian motto “Melayani dengan setulus Hati “ yang memiliki artian sama seperti apa yang dijanjikan yaitu pelayanan yang setulus hati dengan rasa kasih sayang PO Gunung Sembung Putra berharap pelanggan yang menginginkan pelayanan dalam berwisata mereka akan langsung teringat dalam benak konsumen

  1. E-Marketing Strategy

Seiring berkembangnya jaman, media pemasaran offline sudah sangat tertinggal dan berpindah ke media digital yaitu dengan online. PO Gunung Sembung Putra juga tidak mau tertinggal jaman sehingga kehilangan konsumen, walau dengan strategi WOM masih bisa mempertahankan pelanggan lama yang sudah loyal, namun dibutuhkan media digital untuk menarik pelanggan baru. Untuk itu PO Gunung Sembung Putra membuat website company profile dengan web address www.gunungsembungputra.com namun hal itu belum cukup memenuhi digital. Untuk itu PO Gunung Sembung Putra juga membutuhkan pemesanan online juga media social lain untuk mengiklankan layanan yang ada.


Terima Kasih,

Safitri

Tugas E-Marketing Plan – MM We4 – 2401160032

E-MARKETING PLAN : PT. Indofood

  • Situation Analysis

Indofood Sukses Makmur Tbk. Adalah produsen bermacam-macam produk makanan dan minuman yang berada di area Jakarta, Indonesia. Salah satu produk andalannya adalah Indomie

SWOT

Strength :

  • Brand yang telah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia terutama produk Indomie

  • Kondisi keuangan / finansial yang kuat

  • Memiliki Sumber Daya Manusia yang besar sehingga mampu produksi yang besar pula

  • Memiliki jaringan distribusi yang luas di Indonesia

  • Telah menguasai sebagian besar pasar mie instan di Indonesia

Weakness :

  • Tidak baik untuk kesehatan jika terus-menerus di konsumsi

  • Tenaga kerja yangbanyak membuat perusahaan rentan goncangan terhadap penjualan produk yang menurun

Opportunities :

  • Melakukan perluasan / ekspansi ke luar negeri

  • Produk telah dikenal luas oleh masyarakat sehingga sudah memiliki citra yang baik

  • Memanfaatkan e-bussines dalam membantu mengembangkan pangsa pasar dan memperkenalkan produk melalui internet karena pengguna internet sama dengan masyarakat konsumen

Threats :

  • Banyak dihadapkan pada pesaing-pesaing baru yang memproduksi jenis produk yang sama

  • Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam inovasi

  • E-Marketing Strategic Planning

Segmentation :

  • Demografis : Produk ini lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa dan atau remaja, anak – anak usia balita sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi mie instant.

  • Geografis : citarasa berdasarkan asal wilayah secara umum, sehingga produk indomie dapat dinikmati untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Targetting :

Target pasar dari indomie adalah lebih kepada remaja dan keluarga. Pada umumnya target pasar yang disasar oleh indomie adalah masyarakat menengah kebawah, karena harganya yang terjangkau

Positioning :

Produk indomie ini merupakan produk mie instan yang sangat popular di Indonesia, sehingga menjadikan indomie ini produk yang “Indonesia banget”, produk yang khas Indonesia punya, dengan cita rasa yang khas dari berbagai daerah di Indonesia

Differentiation :

Diferensiasi targeting yang dilakukan oleh Indofood adalah dengan cara membuat berbagai varian merk untuk produk yang sejenis. Contohnya untuk produk mie instan. Ada beberapa merk yang di produksi selain indomie, yaitu sarimi dan supermi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kejenuhan konsumen terhadap satu jenis produk

Strategi e-marketing :

  1. Karena produknya lebih cocok dikonsumsi oleh dewasa dan remaja serta secara geografis dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga media internet berupa social media dan website cocok digunakan sebagai e-marketing. Mengingat jumlah pengguna social media paling banyak adalah usia remaja dan dewasa.

  2. Selain itu karena banyak brand yang berbeda untuk produk yang sejenis, selain melalui social media, e-marketing nya juga dapat dilakukan melalui iklan-iklan elektronik, untuk menjangkau semua kalangan, termasuk kalangan menengah ke bawah

  • Objectives
  • Meningkatkan brand awareness produk-produk Indofood

  • Memperluas pasar

  • Meningkatkan market share

  • Mengurangi biaya promosi

  • Meningkatkan supply chain management (partner coordination)

  • E-Marketing Strategy

Strategi produk :

  • Perusahaan dapat bekerja sama dengan e-commerce untuk memasarkan 1 atau beberap jenis produknya. Contohnya pemasaran produk baru indomie vintage di Instagram , Facebook, dll

  • Menawarkan brand baru yang secara khusus dipasarkan hanya melalui online

Strategi Harga :

  • Melakukan penentuan strategi harga yang berbeda untuk penjualan secara offline dan online

  • Menentukan strategi harga yang berbeda jika konsumen membeli produk varian Indofood yang lain secara paket

Strategi Distribusi :

  • Menggunakan channel online untuk memasarkan produk langsung ke konsumen sehingga mengurani biaya distribusi

Terima Kasih,

Charysa Januarizka – 2401160032

tugas e-marketing eksekutif 32 2401160042 (Ervan Prasetyo)

E-MARKETING PLAN BANK bjb

Situation Analysis

SWOT ANALYSIS

Strengths

  • Bank Pemerintah Jawa Barat dan Banten yang sudah Tbk dengan komposisi saham 75% pemerintah daerah dan 25% public
  • Bank Pemerintah pertama yang telah go public
  • Memiliki jaringan Kantor Cabang yang relatif menyebar di seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten serta sudah mempunyai Cabang hamper di seluruh wilayah Indonesia baik itu di pulau Jawa,Sumatera,Kalimantan,Sulawesi dan Bali yang merupakan pusat perekonomian Indonesia.
  • Sebagai institusi pengelola keuangan pegawai Negeri Sipil Daerah Jawa Barat & Banten.
  • Adanya core-business yang terkait dengan kegiatan perkreditan PNS, Proyek SK Pemda, dan kegiatan yang terkait dengan Kasda, APBD, dan program-program lainnya.
  • Memiliki basis nasabah tradisional yang loyal dalam jumlah besar yaitu PNS, Para Pensiunan, dan masyarakat setempat.
  • Mengenal dengan lebih baik potensi ekonomi dan bisnis di daerahnya setempat

Weakness

· Teknologi informasi, sistem, dan prosedur serta pedoman operasional masih dalam proses penyempurnaan

· Wilayah kerja operasional belum mencakup Indonesia bagian timur seperti Maluku,Lombok,Papua

· Kurang optimalnya operasional sebagai bank devisa.

· Laba usaha bank masih mengandalkan lebih dari 90% atas hasil bunga kredit dan belum secara optimal menggali usaha dari jasa-jasa perbankan lainnya yang bersifat fee based income.

Opportunities

· Ibukota Jakarta dimanfaatkan sebagai sasaran pasar kredit sektor produktif

· Pertumbuhan permintaan kredit konsumtif atau kredit berpenghasilan tetap cukup tinggi.

· Peluang peningkatan image bank bjb dengan turut serta dalam program ATM Bersama dan ATM BCA dengan bank-bank swasta papan atas baik di dalam maupun di luar Pulau Jawa.

· Pengembangan proyek-proyek skala besar di bidang infrastruktur (bio fuel, kelistrikan, jalan tol) yang sedang digalakan Pemerintah Pusat juga mencakup Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten

· Adanya kenaikan gaji dan tunjangan PNS dan ABRI di Provinsi Jawa Barat dan Banten

Threats

  • Adanya revisi terhadap undang-undang penanaman modal Pemda sehingga dapatbergulir ke bank swasta
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bank pesaing lebih canggih dan mutakhir
  • Krisis keuangan global dan nasional yang dapat mempengaruhi sektor perbankan
  • Masyarakat Ekonomi ASEAN

E Marketing Strategic Planning

Segmentation Geografis

· Bank bjb membuka jaringan kantor hampir di seluruh wilayah Indonesia

· Saluran pemasaran dilakukan dengan membuka 5 kantor wilayah yaitu:

Ø Kantor Wilayah 1 di Bandung

Ø Kantor Wilayah 2 di DKI Jakarta

Ø Kantor Wilayah 3 di Cirebon

Ø Kantor Wilayah 4 di Serang

Ø Kantor Wilayah 5 di Surabaya

Segmentation Demografis

Segmentasi bank bjb untuk usia dan pekerjaan adalah pelajar dari taman kanak-kanak dengan usia 4-5 thn, sekolah dasar sampai dengan Sekolah Menengah Umum dengan rentang usia 6-17 tahun, Mahasiswa, Karyawan, Pegawai Negeri Sipil, Wiraswata, Keluarga dan Pensiunan (PNS,POLRI,TNI).

Targetting

· Strategi targeting cakupan pasar penuh dilakukan oleh bank bjb dimana bank bjb berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin mereka perlukan

· Target market bank bjb adalah seluruh masyarakat Indonesia dengan kriteria ananl-anak sampai lansia, para karyawan,PNS,TNI,POLRI dan Pelajar

Positioning

Dengan menerapkan visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia, bank bjb menjadi bank daerah pertama yang melemparkan saham di publik dan menjalankan perusahaan dengan mengedepankan nilai-nilai budaya perusahaan yaitu “GO SPIRIT” yang merupakan perwujudan dari Service Excellent,Profesionalism,Integrity,Respect,Intellegence,Trust danakan menjangkau lebih jauh memberikan pelayanan terbaik untuk menjadi lebih baik, lebih besar dan lebih kuat

Market Needs

Bank bjb hadir untuk menjangkau jauh memberikan pelayanan terbaik dengan menghadirkan produk-produk yang bersahabat dalam hal biaya administrasi yang ringan, setoran awal yang murah, tingkat suku bunga yang kompetitif dan juga kemudahan dalam bertransaksi.

Segment Analysis

Segmentasi bank bjb untuk usia dan pekerjaan adalah pelajar dari taman kanak-kanak dengan usia 4-5 thn, sekolah dasar sampai dengan Sekolah Menengah Umum dengan rentang usia 6-17 tahun, Mahasiswa, Karyawan, Pegawai Negeri Sipil, Wiraswata, Keluarga dan Pensiunan (PNS,POLRI,TNI).

E-Marketing Strategy&Implementation Plan

Dengan kepercayaan Bank Bjb untuk meremajakan merek dan produk secara digital, kami menyadari bahwa ini bukan tugas yang mudah dilakukan, ini adalah tantangan tersendiri ketika meremajakan bank umum. Ketika citra "Jawa Barat" di benak pelanggan, kami mencoba untuk menemukan dan mengambil masalah penting dan memberi Bank bjb proposisi baru di pasar sebagai bank nasional.

Dalam mengkomunikasikan brand tersebut, kami menyadari bahwa salah satu elemen terpenting adalah komunikasi digital. Kami mulai membangun kehadiran Bank Bjb secara digital dengan menggunakan platform media sosialnya ke pasar sasaran. Selain itu, untuk membangun citra Bank BJB yang positif sebagai Bank yang menyenangkan dan ramah, tim media sosial kita selalu aktif melakukan interaksi dan memberikan respon positif terhadap setiap pertanyaan atau keluhan dengan gaya bahasa yang menyenangkan dan mudah dimengerti.

Evaluation Plan

 Hasilnya banyak pengikut menggunakan platform media sosial bank bjb untuk terhubung & terlibat dengan Bank bjb di dunia digital untuk berbagai mata pelajaran. Untuk saat ini, aset digital bank bjb telah menjadi salah satu tempat bagi nasabah untuk berinteraksi dengan Bank bjb, mulai dari area tanya jawab hingga sesi penanganan Customer Service.
· Peningkatan keterlibatan merek dan produk di media sosial dari 2% - 10%
· Mendapatkan 25.000 penggemar aktif di fanpage Facebook <3 Months
· Tingginya jumlah komentar positif di media sosial membuat Bank BJB sebagai Bank yang ramah dan menyenangkan di setiap cabangnya
· Akun media sosial Bank BJB lebih aktif merespons pelanggan bila dibandingkan dengan bank lain.

Completed: 100% Checked

13% Plagiarism

88% Unique

Ervan Prasetyo Herlambang

2401160042