AULIA SALSABILLA_1401154468_MB-38-08

Nama: Aulia Salsabilla
Nim: 1401154468
Kelas: MB-38-08

Resume chapter 8

kategori utama dari masalah:

-Hak informasi
-Hak properti
-Pemerintahan
-Keamanan Publik

Kandidat prinsip etika
– Golden Rule
– Universalism
-Slippery Slope
-Collective Utilitarian Principle
-Risk Aversion
-No Free Lunch
-The New York Times Test
-The Social Contract Rule

Perlindungan hukum
-Konstitusi
-Undang-undang dan peraturan khusus (federal dan negara bagian)
-Hukum adat

Solusi teknologi:
-Spyware blockers
-Pop-up blockers
-Secure e-mail -Anonymous remailers Anonymous surfing
– Cookie manager s
– Disk/file erasing programs
-Policy generators
-Public key encryption

Privasi dan hak informasi

1.Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.
2. Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilakunya internet, situs social, dan perangkat seluler.

Hak cipta
Merupakan perlindungan atas ide atau karya dari penjiplakan oleh pihak lain dalam periode tertentu

Merk dagang

-Mengidektifikasi, membedakan barang, dan menunjukkan sumbernya tujuannya untuk memastikan konsumen mendapatkan apa yang dibayar atau diharapkan bias diterima, dan lindungan bagi pemilik dari pembajakan dan penyalahgunaan

Keamanan dan kesejahteraan masyarakat

-Perlindungan anak dan sentiment kuat terhdap pornografi
-Upaya untuk mengendalikan perjudian dan membatasi perjualan obat-obatan terlarang dan rokok.

Studi kasus Undang-undang ITE

Pasal 29 UU ITE 2008 (Tindakan Ancaman/Menakut-takuti) Tentang Pornografi :Hal ini berkaitan tentang kejadian yang sering di temui di media sosial. Contoh :
1. mahasiswa mengancam temannya karena mengunggah foto yang berbau pornografi atau 2. Penyandraan data pribadi di karenakan phising dan hacking oleh orang iseng dan disebar luaskan atau diperjualkan kepada website terlarang.

Evaluasi produk sendiri:
Menurut saya, dalam produk saya sedikit melanggar karena re-upload template dari website lain. tetapi dengan membuat perizinan dengan credits dengan menyantumkan sumber. untuk testimoni Semua sudah kesepakatan ketika foto di masukan social media sebagai testimoni dan foto tersebut asli atau real tanpa mengambil foto dari orang lain. Dalam menyebarkan informasi tidak mengandung kata sara sehingga tidak ada pelecehan nama baik atau menyingung siapapun.
from Samsung Mobile

Siti halida_1401154451_mb3808

Siti halida1401154451
Mb 38 08

1.Resume chapter 8
Business,technology,society

Masalah-masalah yg menjadi kategori utama :

• Hak informasi
• Hak properti
• Pemerintahan
• Keamanan Publik

Dimensi-dimensinya adalah :

• Isu publik
• Isu social
• Isu etis
• Individual
• Masyarakat
• Politik

Kandidat prinsip etikal

Golden Rule : jangan lakukan sesuatu supaya orang tdk melakukannya kepada kita

Universalism

Slippery Slope : seperti pepatah kemiringan yg licin

Collective Utilitarian Principle

Risk Aversion :memilih resiko yg paling kecil

No Free Lunch

The New York Times Test

The Social Contract Rule

Proses untuk menganalisis dilema etika:

1.Identifikasi dan jelaskan fakta

2.Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde

3.Identifikasi para pemangku kepentingan

4.Identifikasi pilihan yang bisa diambil

5.Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan

Perlindungan hukum :
Konstitusi , Undang-undang dan peraturan khusus (federal dan negara bagian), Hukum adat

Solusi Teknologi

• Spyware blockers
• Pop-up blockers
• Secure e-mail
• Anonymous remailers
• Anonymous surfing
• Cookie managers
• Disk/file erasing programs
• Policy generators
• Public key encryption

Perlindungan Kekayaan Intelektual

• Hak cipta : Melindungi karya orang lain agar tidak dapat disalin oleh orang lain.
• Paten yaitu hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya
• Merek dagang yaitu merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan

  1. Kasus

<

p dir=”ltr”>Pasal 27 UU ITE ayat 1 sebagai berikut :

<

p dir=”ltr”>Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

<

p dir=”ltr”>

Kasusnya adalah :
Pelaporan terhadap perekaman dan menyebarluaskan rekaman tsb sampai kepada teman2, alumni dll. Rekaman tsb berisi tentang klien yg dikucilkan dari rumah dan kerusakan rumah tangga.akibatnya , korban kemudian dicopot jabatannya menjadi kepala sekolah di sman 7 mataram. Dengan menyebarluaskan rekaman tsb sangat melanggar UU ITE 27 ayat 1 padahal hal tsb tidak boleh disebarluaskan karena termasuk kedalam masalah pribadi.

3.untuk email marketing keramik mustika sejauh ini tidak melanggar etika karena affiliate kita sudah meminta persetujuan dari pemilik keramik tsb.Dan konten2 yg ada tidak mengambil dari sumber lain.

RIZALDYAN MULYO HARTONO / 1401150073 / MB 38 – 08 / E – Commerce

Nama : Rizaldyan Mulyo Hartono

Kelas : MB – 38 – 08

NIM : 1401150073

Resume Chapter 8

Etika, Sosial, dan Isu politik di E – Commerce

Internet dan teknologi lainnya dapat menimbulkan aktivitas criminal baru, mempengaruhi lingkungan, meyebabkan ancaman nilai sosial. Biaya dan manfaat harus dipertimbangkan, khususya tentang etika dan budaya.

Ada 4 isu utama yaitu :

· Kebijakan Informasi

· Kebijakan Properti

· Pemeritahan

· Keamanan public dan kesejahteraan

Konsep dasar etika ada Etika itu sendiri, tanggungjawab, akuntabilitas, liabilitas dan prosesnya.

Proses untuk menganalisa dilemma etika :

  1. Identifikasi dan jelaskan deskripsi dari fakta

  2. Jelaskan konfilk, dilemma, dan identifikasi nilai

  3. Identifikasi stakeholders

  4. Idenifikasi opsi

  5. Identifikasi konsekuensi yang potensial

Prinsip Ber etika

· Golden Rule

· Universalism

· Slippery Slope

· Collective Utilitarian Principle

· Risk Aversion

· No Free Lunch

· The New York Times Test

· The Social Contract Rule

Privasi dan Kebijakan Informasi

· Privasi

Kebijakan moral setiap individu untuk mempunyai hak, bebas dari gangguan organisasi

· Privasi Informasi

Mendapatkan informasi dari Website E-Commerce

Data yang didapat termasuk :

· Informasi yang dapat di identifikasi (PII)

· Informasi anonim

Data yang didapat :

· Nama, alamat, no telp, email, keamanan sosial, rekening bank, jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, data diri, data transaksi, data clickstream, tipe browser.

Solusi Teknologi

· Spyware blockers

· Pop-up blockers

· Secure e-mail

· Anonymous remailers

· Anonymous surfing

· Cookie managers

· Disk/file erasing programs

· Policy generators

· Public key encryption

Proteksi utama untuk properti intelektual

· Copyright

· Hak Paten

· Trademark Law

Kasus UU ITE

Penyebar berita bohong atau hoax rush money yang mulai beredar setelah aksi unjuk rasa 4 November. Penyebaran hoax ini antara lain untuk menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Penyebarnya bisa dijerat Pasal 28 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Kegiatan Email Marketing yang saya lakukan untuk Douane Jeans melanggar UU ITE NO 11 Tahun 2008 karena kegiatan promosi dengan email dianggap spam email yang menggangu pengguna tersebut.

Gustiana Ayuni Putri_1401154479_MB3808

  1. Resume chapter 8

Internet dapat menimbulkan kejahatan baru, mempengaruhi lingkungan, dan mengancam nilai-nilai sosial. Maka dari itu harus sangat mempertimbangkan biaya dan manfaat penggunaannya.

Internet dapat menghadirkan isu-isu baru
4 kategori isu :

Kebijakan informasi
Kebijakan properti
Kebijakan pemerintahan
Kesejahteraan sosial

Etika itu sendiri adalah pembelajaran tentang prinsip untuk menentukan benar dan salah
Proses untuk menganalisis dilema etika :
– identifikasi fakta
– menjelaskan konfliknya
– identifikasi stakeholder
– identifikasi pilihan
– identifikasi konsekuensi yang akan dihadapi oleh pilihan yang kita ambil

Prinsip etika
– golden rules
– universalism
– slippery slope
– collective utilitarian principle
– minimalisir resiko
– tidak ada lunch gratis
– new york times test
– social contract rules

Privacy itu sendiri adalah hak individu untuk ditinggalkan sendiri dengan urusannya.
Tipe data yang bisa terkoleksi adalah
– nama, alamat, phone, email, nomor sosial
– akun bank, gender, usia, pendidikan
– transaksi data dan tipe browser

Solusi teknologi
– spyware blockers
– pop-up blockers
– email yang aman
– anonymus remailers
– anonymus surfing
– cookie
– program penghapusan file
– policy generators
– enkripsi dengan public key

3 tipe proteksi
– copyright
– patent
– trademark

  1. Kasus pasal 27 ayat 2
    Pada Kasus judi online Lima orang bandar ditangkap berikut barang buktinya. Mereka bandar judi jenis togel Singapura dan menjajakan kupon di daerah Salatiga. selain dikenakan pasal 27 ayat 2, yang berbunyi “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian” kelima bandar tersebut dijerat hukum berdasarkan pasal 303

  2. Berdasarkan marketing yang saya lakukan, saya tidak melanggar etika karena artikel yang diunggah mengenai produk merupakan artikel original buatan dari momentimeid.com tanpa plagiarisme

Tugas Ecommerce

Debita Ade Fadillah_1401154502_E-commerce_MB 38-05

Tugas Individu mengenai :- Resume chapter 8
– UU ITE baru Nomor 19 2016
– Program marketing yang masih bentrok

Terimakasih..

Tugas E-commerce

Randi Aditya Driantama
1401140269
MB-38-05

  1. Resume Chapter 8

Chapter 8

Ethical, social, dan political issues in e-commerce

Internet, sama seperti teknologi lainnya, dapat menimbulkan kejahatan baru, pengaruh lingkungan, dan ancaman social.

4 kategori utama dari masalah:

  1. Hak informasi

  2. Hak properti

  3. Pemerintahan

  4. Keamanan Publik

Dimensi :

  1. Isu publik

  2. Isu social

  3. Isu etis

  4. Individual

  5. Masyarakat

  6. Politik

Konsep dasar:

  1. Etis

  2. Tanggung jawab

  3. Akuntabilitas

  4. Kewajiban

  5. Proses

Kandidat prinsip etikal

  1. Golden Rule

  2. Universalism

  3. Slippery Slope

  4. Collective Utilitarian Principle

  5. Risk Aversion

  6. No Free Lunch

  7. The New York Times Test

  8. The Social Contract Rule

Privasi dan hak informasi

  • Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.

  • Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilaku internet, situs social, dan perangkat seluler.

Jejaring social dan privasi

  • Jejaring social, dorongan untuk berbagi informasi pribadi

  • Munculnya teknologi pengenalan dan penandaan wajah di Facebook

  • Pengenalan pemilik akun atas informasi pribadi yang ebrtentangan dengan keinginnan organisasi untuk menaikkan nilainya.

Mobile dan isu privasi berdasarkan lokasi

  • Aplikasi smartphone, mamantau dan menyimpan lokasi pengguna

  • 42% pengguna mengatakan privasi menjadi focus utama

  • Privasi pada mobile bekerja dengan membutuhkan informasi konsumen tentang pengumpulan data

Pengamanan legal

  • Konstitusi

  • Regulasi

  • Hokum yang berlaku

Solusi teknologi

  • Pemblokiran spyware

  • Pemblokiran iklan pop-up

  • E-mail yang aman

  • E-mail anonym

  • Menjelajah secara anonym

  • Penaturan cookie

  • Program penghapusan data

  • Pembuat kesepakatan

Hak cipta

  • Merupakan perlindungan atas ide atau karya dari penjiplakan oleh pihak lain dalam periode tertentu

Merk dagang

  • Mengidektifikasi, membedakan barang, dan menunjukkan sumbernya.

  • Dengan tujuan untuk memastikan konsumen mendapatkan apa yang dibayar atau diharapkan bias diterima, dan lindungan bagi pemilik dari pembajakan dan penyalahgunaan

Keamanan dan kesejahteraan masyarakat

  • Perlindungan anak dan sentiment kuat terhdap pornografi

  • Upaya untuk mengendalikan perjudian dan membatasi perjualan obat-obatan terlarang dan rokok.

  1. Tulisan singkat tentang kasus di salah satu pasal dalam UU ITE

Mengacu pada UU ITE Pasal 28 Ayat (1) yang berbunyi “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik” bahwa kita sebagai pengguna ITE dilarang menyebarkan berita yang mengandung kebohongan atau tidak jelas kebenaranya.

Seperti pada contohnya sekarang bahwa media sosial sedang marak di semua kalangan di Indonesia seperti contohnya adalah instagram. Pada saat ini Instagram sudah menjadi social media yang mengahdirkan berita berita. Namun tidak semua berita yang diposting teruji kebenaranya. Jika ada orang yang membaca berita tersebut dan tidak menerima dan merasa ditipu dengan ketidak benaran berita tersebut maka bias dilaporkan dan dipidanakan. Apabila kita melanggar kasus ini maka akan dikenakan hukuman pidana paling lama enam tahun dan denda Rp.1.000.000.000.00.

  1. proses marketing yang masih melanggar UU ITE terbaru

Pada UU ITE tahun 2016, Pasal 45A ayat 1 berbunyi "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."

Pada proses marketing yang telah dilakukan, terdapat pelanggaran UU ITE pasal 45A ayat 1. Pada proses berjualan, gambar pada konten untuk berjualan masih menggunakan gambar dari internet. Hal ini menjadi evaluasi bagi kelompok kami, sehingga kami akan merubah konten yang disebar ataudu upload ke internet menjadi konten original, dengan cara memakai foto hasil kami sendiri.

berikut adalah tingkat plagiarism terdapat pada link dibawah berserta gambar

https://www.quetext.com/report/7acc1498fdefb1108ce5

Tugas E-commerce

  1. Resume Chapter 8

Chapter 8

Ethical, social, dan political issues in e-commerce

Internet, sama seperti teknologi lainnya, dapat menimbulkan kejahatan baru, pengaruh lingkungan, dan ancaman social.

4 kategori utama dari masalah:

  1. Hak informasi

  2. Hak properti

  3. Pemerintahan

  4. Keamanan Publik

Dimensi :

  1. Isu publik

  2. Isu social

  3. Isu etis

  4. Individual

  5. Masyarakat

  6. Politik

Konsep dasar:

  1. Etis

  2. Tanggung jawab

  3. Akuntabilitas

  4. Kewajiban

  5. Proses

Kandidat prinsip etikal

  1. Golden Rule

  2. Universalism

  3. Slippery Slope

  4. Collective Utilitarian Principle

  5. Risk Aversion

  6. No Free Lunch

  7. The New York Times Test

  8. The Social Contract Rule

Privasi dan hak informasi

  • Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.

  • Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilaku internet, situs social, dan perangkat seluler.

Jejaring social dan privasi

  • Jejaring social, dorongan untuk berbagi informasi pribadi

  • Munculnya teknologi pengenalan dan penandaan wajah di Facebook

  • Pengenalan pemilik akun atas informasi pribadi yang ebrtentangan dengan keinginnan organisasi untuk menaikkan nilainya.

Mobile dan isu privasi berdasarkan lokasi

  • Aplikasi smartphone, mamantau dan menyimpan lokasi pengguna

  • 42% pengguna mengatakan privasi menjadi focus utama

  • Privasi pada mobile bekerja dengan membutuhkan informasi konsumen tentang pengumpulan data

Pengamanan legal

  • Konstitusi

  • Regulasi

  • Hokum yang berlaku

Solusi teknologi

  • Pemblokiran spyware

  • Pemblokiran iklan pop-up

  • E-mail yang aman

  • E-mail anonym

  • Menjelajah secara anonym

  • Penaturan cookie

  • Program penghapusan data

  • Pembuat kesepakatan

Hak cipta

  • Merupakan perlindungan atas ide atau karya dari penjiplakan oleh pihak lain dalam periode tertentu

Merk dagang

  • Mengidektifikasi, membedakan barang, dan menunjukkan sumbernya.

  • Dengan tujuan untuk memastikan konsumen mendapatkan apa yang dibayar atau diharapkan bias diterima, dan lindungan bagi pemilik dari pembajakan dan penyalahgunaan

Keamanan dan kesejahteraan masyarakat

  • Perlindungan anak dan sentiment kuat terhdap pornografi

  • Upaya untuk mengendalikan perjudian dan membatasi perjualan obat-obatan terlarang dan rokok.

  1. Tulisan singkat tentang kasus di salah satu pasal dalam UU ITE

Mengacu pada UU ITE Pasal 28 Ayat (1) yang berbunyi “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik” bahwa kita sebagai pengguna ITE dilarang menyebarkan berita yang mengandung kebohongan atau tidak jelas kebenaranya.

Seperti pada contohnya sekarang bahwa media sosial sedang marak di semua kalangan di Indonesia seperti contohnya adalah instagram. Pada saat ini Instagram sudah menjadi social media yang mengahdirkan berita berita. Namun tidak semua berita yang diposting teruji kebenaranya. Jika ada orang yang membaca berita tersebut dan tidak menerima dan merasa ditipu dengan ketidak benaran berita tersebut maka bias dilaporkan dan dipidanakan. Apabila kita melanggar kasus ini maka akan dikenakan hukuman pidana paling lama enam tahun dan denda Rp.1.000.000.000.00.

  1. proses marketing yang masih melanggar UU ITE terbaru

Pada UU ITE tahun 2016, Pasal 45A ayat 1 berbunyi "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."

Pada proses marketing yang telah dilakukan, terdapat pelanggaran UU ITE pasal 45A ayat 1. Pada proses berjualan, gambar pada konten untuk berjualan masih menggunakan gambar dari internet. Hal ini menjadi evaluasi bagi kelompok kami, sehingga kami akan merubah konten yang disebar ataudu upload ke internet menjadi konten original, dengan cara memakai foto hasil kami sendiri.

berikut adalah tingkat plagiarism terdapat pada link dibawah berserta gambar

https://www.quetext.com/report/7acc1498fdefb1108ce5

Tugas E-commerce MB-38-05

Nama : Citra Khairiyati

NIM : 1401154549

Kelas : MB-38-05

  1. Resume Chapter 8. Ethical, social and political issues in e-commerce

l Hal yang mungkin terjadi dalam internet, yaitu :

  • mengaktifkan kejahatan baru

  • Mempengaruhi lingkungan

  • Mengancam nilai sosial

l Biaya dan manfaat harus dipertimbangkan dengan cermat, terutama bila tidak ada pedoman hukum atau budaya yang jelas

l Isu yang diangkat oleh Internet dan e-commerce dapat dilihat pada tingkat individu, sosial, dan politik

l Empat kategori utama masalah:

  • Hak informasi

  • Hak milik

  • Pemerintahan

  • Keamanan dan kesejahteraan umum

l Konsep umum etika

  • Etika

  • Tanggung jawab

  • Akuntabilitas

  • Kewajiban

  • Karena proses hukum sudah diketahui dan dipahami

l Proses untuk menganalisis dilema etika:

  1. Identifikasi dan jelaskan fakta

  2. Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde 3. tinggi yang terlibat

  3. Identifikasi para pemangku kepentingan

  4. Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil

  5. Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Anda

l Candidate Ethical Principles

  • Golden Rule

  • Universalism

  • Slippery Slope

  • Collective Utilitarian Principle

  • Risk Aversion

  • No Free Lunch

  • The New York Times Test

  • The Social Contract Rule

l Privasi yaitu hak moral individu dibiarkan sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain

l Informasi privasi yaitu Individu harus mengendalikan penggunaan informasi apa pun yang dikumpulkan tentang mereka. Pelacakan perilaku bisa melalui media Internet, situs sosial, dan perangkat seluler

l Biasanya di dalam akun sosial media kita terdapat data-data privasi kita seperti Jenis data dikumpulkan nama, alamat, telepon, e-mail, jaminan sosial, rekening bank dan kredit, jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, preferensi data, data transaksi, data clickstream, tipe browser.

l Berbagai undang-undang memperkuat kemampuan aparat penegak hukum untuk memantau pengguna internet tanpa pengetahuan dan terkadang tanpa pengawasan yudisial

l Perlindungan hukum

  • Konstitusi

  • Undang-undang dan peraturan khusus (federal dan negara bagian)

  • Hukum adat

l Solusi Teknologi

  • Spyware blockers

  • Pop-up blockers

  • Secure e-mail

  • Anonymous remailers

  • Anonymous surfing

  • Cookie managers

  • Disk/file erasing programs

  • Policy generators

  • Public key encryption

l Perlindungan Kekayaan Intelektual

  • Hak cipta yaitu Melindungi bentuk ekspresi asli (tapi bukan gagasan) agar tidak disalin oleh orang lain untuk jangka waktu tertentu

  • Paten yaitu hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya

  • Merek dagang yaitu merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

  1. UU Nomor 19 Pasal 26 ayat (1) Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.

Kasus :

Di zaman sekarang ini banyak orang yang menggunakan media sosial sebagai tempat untuk jual beli. Hal ini membuat banyak penjual yang menggukan artis atau selebgram sebagai media untuk promosi produk mereka. tetapi ada saja penjual yang tidak bertanggung jawab, setelah mendapat foto endorse dari artis dan selebgram mereka tidak membayar kompensasi itu ke para artis dan selebgram sehingga artis merasa dirugikan karena penjual menggukan foto sebagai media promosi sedangkan penjual belum memenuhi kewajiabannya untuk membayar kompensasi. Hal ini tentu melanggar hukum dan orang yang menyebar luaskan foto itu seharusnya ditindak oleh hukum karena telah menyebarkan suatu foto selebgram untuk sarana promosi tanpa persetujuan mereka.

  1. UU Nomor 19 Pasal 40 ayat Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kasus :

Kami melakukan spam komen di instagram para artis dan selebgram, di forum jual beli dan di youtube dengan tujuan untuk menarik banyak konsumen karna banyak orang yang suka membaca komen-komen tersebut tentu akan membaca spam kami dan menarik daya beli mereka. Namun banyak orang yang merasa terganggu dengan spam komen yang kami lakukan, sehingga hal ini tentu akan merugikan banyak orang karna telah mengganggu ketertiban umum jadi sebaiknya kami harus menggukan media marketing yang lebih baik lagi dan tidak mengganggu ketertiban umum.

tugas ecommerce

Gilang Nurdiawan
1401144005
MB – 38 -05

  1. Resume Bab 8

Kandidat prinsip etikal
1. Golden Rule : prinsip ini dapat juga disebut dengan toleransi, jangan melakukan suatu hal pada orang lain jika anda tidak ingin diperlakukan yang sama oleh orang lain.
2. Universalism : apabila suatu tindakan tidak bisa dilakukan pada suatu hal, maka tindakan tersebuttidak bisa dilakukan pada semua hal.
3. Slippery Slope : sesuatu yang tidak baik jika kita lakukan berulang kali.
4. Collective Utilitarian Principle : ambillah tindakan yang menghasilkan nilai terbesar bagi komunitas kita.
5. Risk Aversion : ambil tindakan yang memiliki resiko paling kecil.
6. No Free Lunch : semua tindakan yang kita lakukan tidaklah dianggap gratis atau tanpa nilai kompensasi.
7. The New York Times Test : asumsikan semua tindakan yang kita lakukan bakal menjadi trending topic atau menjadi trend.
8. The Social Contract Rule : prinsip yang anda berikan akan menjadi prinsip bagi organisasi yang anda ikuti.

Privasi dan hak informasi

  • Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.
  • Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilaku internet, situs social, dan perangkat seluler.

Jejaring social dan privasi
– Jejaring social, dorongan untuk berbagi informasi pribadi
– Munculnya teknologi pengenalan dan penandaan wajah di Facebook
– Pengenalan pemilik akun atas informasi pribadi yang ebrtentangan dengan keinginnan organisasi untuk menaikkan nilainya.

Mobile dan isu privasi berdasarkan lokasi
– Aplikasi smartphone, mamantau dan menyimpan lokasi pengguna
– 42% pengguna mengatakan privasi menjadi focus utama
– Privasi pada mobile bekerja dengan membutuhkan informasi konsumen tentang pengumpulan data

Pengamanan legal
– Konstitusi
– Regulasi
– Hokum yang berlaku

Solusi teknologi
– Pemblokiran spyware
– Pemblokiran iklan pop-up
– E-mail yang aman
– E-mail anonym
– Menjelajah secara anonym
– Penaturan cookie
– Program penghapusan data
– Pembuat kesepakatan

Hak milik intelektual: Semua produk berwujud dan tidak berwujud dari pikiran manusia

Perlindungan kekayaan intelektual:
– hak cipta
– Paten
– hukum merek dagang

Hak Cipta : Melindungi bentuk asli dari ekspresi (tapi tidak ide) disalin oleh orang lain untuk periode waktu

Paten :
pemilik hibah 20-tahun monopoli pada ide-ide di balik penemuan
– mesin
– produk buatan manusia
– Komposisi materi
– metode pengolahan
penemuan harus baru, non-jelas, novel, mendorong penemu, mempromosikan penyebaran teknik baru
melalui lisensi, menghambat persaingan dengan meningkatkan hambatan masuk

Trade Mark
• Mengidentifikasi, membedakan barang, dan menunjukkan sumber mereka
• Tujuan
– Pastikan konsumen mendapat apa yang dibayar untuk / diharapkan untuk menerima
– Melindungi pemilik melawan pembajakan dan penyalahgunaan
• Pelanggaran :
– kebingungan pasar
– itikad buruk
Trade Mark dan Internet :
• Cybersquatting and brand-jacking
Anticybersquatting Consumer Protection Act (ACPA) :
• Cyberpiracy
Typosquatting :
• Metatagging
• Keywording
• Linking and deep linking
• Framing
Pengatur internet dan e-commerce
• lingkungan mode campuran

  1. Buat Tulisan Tentang 1 kasus UU ITE

Pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
Pasal 30 ayat satu menyebutkan bahwa "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun." Dengan melakukan hal tersebut, seseorang akan dapat dikenai sanksi sesuai dengan pasal 40 ayat 1 yang menyebutkan sebagai berikut, Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

pada contoh kasus yang sebenarnya banyak kita jumpai, Pada pilpres 2014 lalu, sempat tersebar kabar jika situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diretas oleh hacker. Indikasinya yaitu situs KPU sempat tidak bisa diakses. Kabar ini kemudian dibantah oleh pihak KPU. Sebenarnya isu semacam ini bukan barang baru bagi KPU. Sepuluh tahun yang lalu, situs KPU diretas untuk pertama kali, tepat ketika Indonesia sedang menyelenggarakan pemilu.
Pelakunya adalah Dani Firmansyah yang dikenal juga dengan nama Xnuxer. Setelah berhasil menembus, Dani meninggalkan jejak dengan mengubah gambar-gambar partai peserta pemilu, seperti Partai Jambu, Partai Air Minum Dalam Kemasan, Partai Nanas, dan lain sebagainya. Tentu saja aksi ini menggemparkan banyak pihak. KPU langsung melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya dan menyewa Jim Geovedi untuk melacak sang hacker.
Setelah penyelidikan selama beberapa waktu, akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap Dani di kantornya. Konsultan teknologi informasi Dana Reksa ini mengaku hanya ingin mengetes keamanan situs tersebut, tanpa ada muatan kepentingan politik. Sebagai ganjaran atas aksinya, Dani dijatuhi hukuman kurungan penjara 6 bulan 21 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat. (id.technesia.com/2016)

  1. Program Marketing yang Melanggar Undang – Undang ITE

Pada program marketing yang kami terapkan, ada beberapa yang melanggar Undang – Undang ITE. Yaitu pada pasal Pasal 26 ayat (1) Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundangundangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan. dan ayat (2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.
Dan pada program marketing kami, kami menampung banyak data dari pelanggan dan dengan tidak menggunakan persetujuan dari pelanggan terlebih dahulu. sehingga pelanggan tidak akan mengetahui data – data privasi mereka tersebut akan digunakan sebagai mana mestinya, atau bakal disalahgunakan.