Tugas individu_dhimas abiamja_1401150072_mb3802

22 November, 2017 10:56

Chapter 8

Dhimas abiamja 1401150072

  1. RESUME

Ethical, Social, and Political Issues in E-commerce

Konsep Dasar Etika :

  • Etika

  • Resposibility

  • Accountability

  • Liability

  • Due process

Kandidat Prinsip Etika :

· Golden Rule : mendapat akibat dari hal yang dilakukan

· Universalism : tindakan yang tidak bisa di lakukan pada segala hal

· Slippery Slope : sebaiknya tidak melakukan hal hal yang tidak dapat dikontrol akibatnya

· Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar

· Risk Aversion : pilih yang memiliki resiko paling kecil

Masalah utama dalam internet:

· Hak Informasi

· Hak Properti

· Pemerintahan

· Keamanan dan Kesejahteran Umum.

Solusi Teknologi

  • Spyware blocker

  • Penghambat munculan

  • Amankan e-mail

  • Berselancar anonim

  • Enkripsi kunci publik

Hak kekayaan intelektual

  • Hak milik intelektual: Semua produk berwujud dan tak berwujud dari pikiran manusia

  • Masalah etis utama: Bagaimana seharusnya kita memperlakukan properti milik orang lain

  • Masalah sosial utama: Apakah ada nilai lanjutan dalam melindungi kekayaan intelektual di era internet

  • Isu politik utama: Bagaimana bisa Internet dan e-commerce diatur atau diatur untuk melindungi kekayaan intelektual

  1. Contoh kasus UU ITE
    HomeTeknoTech News (http://m.liputan6.com/tekno/read/3049365/penyebar-hoax-sri-rahayu-terjerat-pasal-karet-uu-ite)

Penyebar Hoax Sri Rahayu Terjerat Pasal Karet UU ITE?Oleh Agustinus Mario Damar pada 07 Agu 2017, 14:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap pemilik akun Facebook bernama Sri Rahayu Ningsih atau Ny Sasmita. Wanita yang ditangkap di Cianjur ini ditangkap karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian berbau SARA dan berita palsu.

Sri Rahayu dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 jo Pasal 4 b1 UU No 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Senin (7/8/2017), Damar Juniarto, salah seorang pegiat SAFEnet, menyebut kasus ini sama bermasalahnya dengan kasus lain yang melibatkan UU ITE. Menurut dia, penghinaan pada presiden itu tak ada pasal hukumnya.
"Masa mau dipaksakan pakai pasal karet UU ITE? Ngawur," ujarnya. Sebagai informasi, penghinaan terhadap presiden merupakan salah salah satu poin alasan polisi menangkap Sri Rahayu.

Menyoal tuduhan penyebaran kabar palsu dan ujaran kebencian, Damar menyebut alasan itu memang kerap digunakan untuk memperkuat pasal karet dalam UU ITE. Namun, ia tak menampik perlu adanya peninjauan terkait regulasi soal penyebaran konten hoax dan ujaran kebencian.

"Justru itu masalahnya. Harus ada upaya melihat kembali apakah aturan itu tepat atau tidak. Selain itu, perlu tidaknya (pelaku penyebaran hoax dan ujaran kebencian) dihukum seberat sekarang ini," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Sebagai informasi, polisi sendiri menyebut aksi Sri Rahayu menyebarkan konten semacam ini sudah dilakukan dalam kurun waktu setahun terakhir. Adapun modus yang dilakukannya adalah dengan mendistribusikan puluhan gambar dan tulisan berbau SARA dan hoax.

Belum diketahui secara pasti motif Sri melakukan aksinya tersebut. Penyelidikan sementara, pemilik akun menyebut aksi itu dilakukan merupakan bentuk sikap kritisnya.

Kendati demikian, polisi tetap menggali kemungkiinan lain dalam kasus ini. Salah satunya adalah kemungkinan ada orang yang menjadi dalang di balik aksi ini, termasuk kemungkinan adanya upaya meraup keuntungan.

  1. Review
    Menurut saya terjadi pelanggaran karena kami tidak menggunakan foto produk sendiri dan hanya mengambil di internet. Dan akan kami ganti segera dengan foto produk asli kami.

Tugas Individu_Mukti Bawono_1401154128_MB38-02

Nama : Mukti Bawono Wicaksono

Nim : 1401154128

Kelas : MB 38 – 02

Tugas : E-Commerce

Masalah Etika , Sosial dan Politik pada E-commerce

No 1. Masalah pada internet adalah kebebasan dalam berbicara dan menampilkan konten , diperlukan sebuah aturan yang menjadi tata tertib bagi pengguna internet.

Internet seperti teknologi dapat

  1. Menimbulkan kejahatan baru

  2. Mempengaruhi Lingkungan

  3. Mengancam nilai sosial

Model / cara mengorganisasi masalah

· Hak Informasi

· Hak Properti

· Pemerintahan

· Keamanan dan Kesejahteran Umum

Konsep dasar etika

  • Etika

  • Tanggung Jawab

  • Akuntansi

  • Kewajiban

  • proses

Kandidat Prinsip Etika :

· Golden Rule : mendapat akibat dari hal yang dilakukan

· Universalism : tindakan yang tidak bisa di lakukan pada segala hal

· Slippery Slope : sebaiknya tidak melakukan hal hal yang tidak dapat dikontrol akibatnya

· Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar

· Risk Aversion : pilih yang memiliki resiko paling kecil.

Proses dalam menganalisis ethical dilemmas

  1. Mengindentifikasi fakta
  2. Menentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai keterlibatan tertinggi
  1. Identifikasi para pemangku kepentingan
  2. Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil
  3. Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Anda

Solusi Teknologi

  1. Pemblokiran spyware
  2. Pemblokiran pop-up ads
  3. Secured e-mail
  4. E-mail anonim
  5. Browsing secara anonim
  6. Cookie
  7. Program penghapusan data
  8. Pembuatan kesepakatan

No 2.

Pasal 32 :

  1. Kasus : Situs KPAI diretas Gara-gara dukung blokir game

kejadian yang tidak terduga terjadi gegara peretas tidak setuju dengan yang dilakukan KPAI yaitu memblokir game online, halaman situs KPAI pun menjadi hitam dan muncul tulisan “fix ur sec b4 talking about game”. Jika di ditarik dari pasal 32 UU ite maka pelaku yang melakukan deface akan terkena hukuman , dimana yang terkandung dalam pasal 32 ayat 1 yaitu Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik. Dijelas kan pada pasal 32 ayat 1 terdapat sanksi nyata berupa pidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)".

http://www.harianjogja.com/baca/2016/05/02/serangan-hacker-situs-kpai-diretas-gara-gara-dukung-blokir-game-game-ini-715783

No 3. Pada review bisnis kami , tidak memiliki bentuk pelanggaran UU ITE. Produk kami hanya belum memiliki HAKI dan bukan merupakan produk original homemade kami melainkan hanya sebagai reseller produk saja

Tugas Individu_Shella Lorensya_1401154485_MB3802

RESUME MODUL 8

Memahami Etika, Sosial, dan Isu Politik di E-commerce

  1. Internet, seperti teknologi lainnya, dapat:

· Aktifkan kejahatan baru

· mempengaruhi lingkungan

· Mengancam nilai-nilai sosial

  1. Masalah yang diangkat oleh Internet dan e-commerce dapat dilihat pada tingkat individu, sosial, dan politik
  2. Empat kategori utama dari masalah:

· hak informasi

· Hak milik

· Tata Kelola

· keselamatan dan kesejahteraan masyarakat

Konsep Etika Dasar

1. Etika

a. Studi prinsip-prinsip yang digunakan untuk menentukan program yang benar dan salah dari tindakan

2. Tanggung jawab

3. Akuntabilitas

4. Kewajiban

a. Hukum memungkinkan individu untuk memulihkan kerusakan

5. karena proses

a. Hukum diketahui, dipahami

b. Kemampuan untuk mengajukan banding kepada otoritas yang lebih tinggi untuk memastikan hukum diterapkan dengan benar

Menganalisis Dilema Etis

Proses untuk menganalisis dilema etika:

a. Mengidentifikasi dan jelas menggambarkan fakta-fakta

b. Mendefinisikan konflik atau dilema dan mengidentifikasi nilai-nilai yang lebih tinggi-order yang terlibat

c. Mengidentifikasi stakeholder

d. Mengidentifikasi pilihan yang Anda cukup dapat mengambil

e. Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan Anda

Candidate Ethical Principles

  • Golden Rule
  • Universalism
  • Slippery Slope
  • Collective Utilitarian Principle
  • Risk Aversion
  • No Free Lunch
  • The New York Times Test
  • The Social Contract Rule

Privasi dan Hak Informasi

  1. Pribadi

· hak moral individu dibiarkan sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain

  1. privasi informasi

· Itu “hak untuk dilupakan”

· Klaim:

  • informasi tertentu tidak harus dikumpulkan sama sekali

  • Individu harus mengontrol penggunaan informasi apa saja yang dikumpulkan tentang mereka

· pelacakan perilaku di Internet, situs sosial, dan perangkat mobile

Informasi yang Dikumpulkan di Situs E-commerce

  1. Data yang dikumpulkan meliputi

· Informasi pribadi (PII)

· informasi anonim

  1. Jenis data yang dikumpulkan

· Nama, alamat, telepon, e-mail, jaminan sosial

· rekening bank dan kredit, jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan

· Data preferensi, data transaksi, data yang clickstream, jenis browser

Jaringan sosial dan Privasi

  1. Jaringan sosial

· Mendorong berbagi informasi pribadi

· Menimbulkan tantangan unik untuk menjaga privasi

  1. Facebook’s teknologi pengenalan wajah dan penandaan
  2. kontrol pribadi atas informasi pribadi vs organisasi’s keinginan untuk menguangkan jaringan sosial

Internet dan Pemerintah Invasi Privasi

  1. Berbagai undang-undang memperkuat kemampuan lembaga penegak hukum untuk memantau pengguna internet tanpa sepengetahuan dan kadang-kadang tanpa pengawasan yudisial
  • CALEA, USA PATRIOT Act, Cyber ​​Security Enhancement Act, Homeland Security Act

instansi pemerintah adalah pengguna terbesar dari sektor swasta broker Data komersial Retensi oleh ISP dan mesin pencari data pengguna

Perlindungan hukum

Di Amerika Serikat, hak privasi secara eksplisit diberikan atau berasal dari:

  1. Konstitusi

· Amandemen Pertama-kebebasan berbicara dan berserikat

· pencarian Perubahan Keempat-tidak masuk akal dan kejang

· Amandemen keempatbelas-karena proses

  1. undang-undang dan peraturan khusus (federal dan negara)

  2. Hukum adat

Solusi teknologi

  • Spyware blockers
  • Pop-up blockers
  • Secure e-mail
  • Anonymous remailers
  • Anonymous surfing
  • Cookie managers
  • Disk/file erasing programs
  • Policy generators

· Public key encryption

Perlindungan Kekayaan Intelektual

  1. Tiga jenis utama perlindungan:
  • hak cipta
  • Paten
  • hukum merek dagang
  1. Tujuan dari hukum kekayaan intelektual:
  • Balance dua bersaing kepentingan-publik dan swasta

Menjaga keseimbangan ini kepentingan selalu ditantang oleh penemuan teknologi baru

KASUS PELANGGARAN UU ITE

Kasus : Prita Mulyasari

Waktu: Agustus 2008 – sekarang
Pekerjaan: Customer Care di Bank Sinar Mas di Jakarta (saat kasus terjadi)
Media: Surat Pembaca dan e-mail, kemudian beredar ke mailing-list
Substansi: Keluhan atas layanan publik
Motivasi: Penyampaian keluhan terbuka
Konten: “….. Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini…..”.

Keterangan: sebagian isi e-mail Prita.
Pelapor: Dokter Hengky Gozal dan Dokter Grace Hilza dari RS Omni Internastional Tangerang
Hasil: Saat artikel ini diposting, Prita masih menjalani proses persidangan karena dianggap melanggar UU ITE, Pasal 27 ayat 3 serta Pasal 310 dan 311 KUHP. Prita sempat ditahan selama 20 hari di Lapas Wanita Tangerang. Kini statusnya adalah tahanan kota.

EVALUASI BISNIS

Bisnis yang kami jalani dalam kegiatan ecommerce kemungkinan melanggar aturan UU ITE pasal 35. Kasusnya adalah mengambil foto dari google untuk dijadikan foto dalam artikel di media sosial ecommerce kami. Hal ini mungkin akan berdampak pada pelanggaran UU ITE pasal 35 yang berbunyi setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Sanksinya pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.‪12.000.000.000,00‬ (dua belas miliar rupiah).

Tugas Individu E-Commerce_M Rafiq Naupal_1401140196_38-02

No 1. Resume Chapter 8

Dalam menggunakan Internet, terdapat dampak postitif dan negatifnya. Isu etika, sosial dan politik dapat membantu dalam memberikan standar, norma dan etika dalam menggunakan internet.

Internet dapat menimbulkan kejahatan baru, mempengaruhi lingkungan dan mengancam nilai sosial

Terdapat 4 kategori isu

1. Information rights

2. Property rights

3. Governance

4. Public safety and welfare

Konsep dasar etika

1. Etika

2. Responsibility

3. Accountability

4. Liability

5. Due process

Proses dalam menganalisis ethical dilemmas

1. Mengindentifikasi fakta

2. Menentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai keterlibatan tertinggi

3. Identifikasi para pemangku kepentingan

4. Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil

5. Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Anda

Kandidat Prinsip Etika

1. Golden Rule : aturan yang berlaku secara universal, aturan ini yaitu jangan melakukan suatu hal pada orang lain jika kita tidak ingin diperlakukan demikian

2. Universalism : apabila suatu tindakan tidak dapat dilakukan pada suatu hal, maka tindakan tersebut tidak dapat dilakukan pada semua hal

3. Slippery Slope : aturan yang jika sudah terlibat tidak bisa dihentikan di tengah tengah.

4. Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar

5. Risk Aversion : pilih yang memiliki resiko paling kecil

6. No Free Lunch : semua tindakan yang kita lakukan tidaklah dianggap gratis atau tanpa kompensasi.

7. The New York Times Test : asumsikan tindakan kita akan menjadi trending topic

Privacy

Hak moral individu dibiarkan sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain

Information Privacy

Individu harus mengendalikan penggunaan informasi apa pun yang dikumpulkan tentang mereka

Masalah etika utama yang terkait dengan e-commerce dan privasi

Dalam kondisi apa kita harus melanggar privasi orang lain?

Masalah sosial utama

Pengembangan "harapan privasi" dan norma privasi

Isu politik utama

Pengembangan statuta yang mengatur hubungan antara penjaga rekor dan individu

Undang-undang yang mengatur penggunaan ITE yaitu UU No. 11 Tahun 2008

No 2. Kasus pelanggaran UU pasal 27 ayat 1

Kita tentu belum lupa ketika masalah Timor Timur sedang hangat-hangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website milik pemerintah RI dirusak oleh hacker (Kompas, 11/08/1999). Beberapa waktu lalu, hacker juga telah berhasil menembus masuk ke dalam data base berisi data para pengguna jasa America Online (AOL), sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang ecommerce yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi (Indonesian Observer, 26/06/2000). Situs Federal Bureau of Investigation (FBI) juga tidak luput dari serangan para hacker, yang mengakibatkan tidak berfungsinya situs ini beberapa waktu lamanya (http://www.fbi.org).

Undang-Undang :
Pasal 27 (1): Setiap orang dilarang menggunakan dan atau mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apapun tanpa hak, untuk memperoleh, mengubah, merusak, atau menghilangkan informasi dalam komputer dan atau sistem elektronik. (Pidana empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar)

No 3. Review Bisnis goodcells.com

Kami masih menggunakan foto yang bukan milik pribadi tanpa seizin yang punya foto, hal ini melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) tahun 2008 yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.”

Tugas Individu E- commerce/Mohammad Ihsanulhaq/1401140277/38-02

1.Resume Chapter 8

Penggunaan Internet sebagai transaksi memiliki dampak postitif dan negatif. Adapun 4 isu terkait etika dalam menggunakan informasi yaitu :

  1. Information rights (Hak informasi)
  2. Property rights (Hak Properti)
  3. Governance ( Otoritas terkait)
  4. Public safety and welfare ( Keamanan dan kesejahteraan pengguna )

Proses dalam menganalisis ethical dilemmas

Dalam menganalisa atau mendalami permasalah etika terkait dilakukan langka langka berikut :

  1. Mengindentifikasi fakta yang ada
  2. Menentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai berdasarkan urgensinya
  3. Mengidentifikasi para pemangku kepentingan
  4. Mengidentifikasi opsi penyelesaian masalah yang bisa Anda ambil
  5. Mengidentifikasi konsekuensi atau dampak potensial dari pilihan yang diambil

Kandidat Prinsip Etika

  1. Golden Rule : aturan yang berlaku secara universal, yang bersifat menyeluruh yaitu tidak melakukan suatu hal pada orang lain jika tidak ingin diperlakukan demikian
  2. Universalism : apabila suatu tindakan tidak dapat dilakukan pada suatu hal, maka tindakan tersebut tidak dapat dilakukan pada semua hal
  3. Slippery Slope : suata aturan dimana jika sudah terlibat didalamnya tidak bisa dihentikan di tengah tengah atau dibatalkan.
  4. Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar
  5. Risk Aversion : memilih tindakan yang memiliki resiko paling kecil
  6. No Free Lunch : semua tindakan yang kita lakukan tidaklah dianggap gratis atau tanpa kompensasi dan memilik dampak yang menguntungkan.
  7. The New York Times Test : asumsikan tindakan kita akan menjadi trending topic atau suatu hal yang dibicarakan atau viral.

Privacy

Hak moral individu dimana hak tersebut bebas dari intervensi individu atau organisasi lain.

Information Privacy

Individu harus mengendalikan atau menguasai penggunaan informasi apa pun yang dikumpulkan tentang mereka

Masalah etika utama yang terkait dengan e-commerce dan privasi

Tindakan seperti apa yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan sebesarnya tapi tetap secara etis ?

Masalah sosial utama

Pengembangan "harapan privasi" dan norma privasi

Isu politik utama

Pengembangan suatu aturan atau norma yang mengatur hubungan antara pemilik hak dan individu

Undang-undang yang mengatur penggunaan ITE yaitu UU No. 11 Tahun 2008

2.Kasus terkait UU ITE

Kasus Baiq Nuril

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kembali memakan korban. Baiq Nuril Maknun mendekam di penjara, karena dilaporkan atasannya dengan tuduhan menyebarkan rekaman telepon yang diduga mengandung unsur asusila.

Ibu tiga anak ini terpaksa harus meninggalkan keluarganya setelah menjadi terdakwa dalam kasus ITE. Nuril didakwa dengan Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saat ini kasus Nuril sudah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

Keprihatinan terhadap Nuril pun muncul dari berbagai kalangan. Mereka yang prihatin terhadap Nuril telah menandatangani petisi #SaveIbuNuril sebagai salah satu bentuk dukungan moril.

Koordinator Hukum #SaveIbuNuril, Joko Jumadi saat dikonfirmasi mengatakan, Rabu (10/5/2017) besok, sidang kedua Nuril akan diselenggarakan di PN Mataram.

"Besok hari Rabu sidang kedua dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban, HM," terang Joko, Selasa (9/5/2017).

Joko menceritakan, kasus Nuril berawal tahun 2012. Saat itu Nuril yang masih bekerja menjadi pegawai honorer di SMAN 7 Mataram. Nuril kerap mendapat telepon dari atasannya yang bercerita soal hubungannya dengan wanita lain. Padahal, saat itu Nuril sudah berumah tangga dan memiliki tiga orang anak.

Oleh teman-temannya, Nuril sempat diisukan memiliki hubungan spesial dengan atasannya, namun hal tersebut ditampik Nuril. Hingga akhirnya Nuril merekam pembicaraan telepon atasannya saat bercerita masalah hubungan intimnya dengan wanita lain.

Rekaman percakapan tersebut lalu disimpan oleh Nuril.

Sumber : https://www.google.co.id/amp/amp.kompas.com/regional/read/2017/05/09/19513361/terjerat.uu.ite.ibu.tiga.anak.mendekam.di.penjara

3 Evaluasi UU ITE pada kelompok

kami masih menggunakan foto yang bukan milik pribadi tanpa seizin yang punya foto, hal ini melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) tahun 2008 yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.”

Tugas Individu E-Commerce _Riviali Juli Alamanda 1401154415_MB 38 02

Riviali Juli Alamanda AH (1401154415)MB 38 02

  1. Resume capter 8

Internet bisa :

  • Menimbulkan kejahatan baru
  • Mempengaruhi lingkungan
  • Mengancam nilai sosial

Empat kategori utama masalah :

  • Hak informasi
  • Hak milik
  • Pemerintahan
  • Keamanan dan kesejahteraan umum

Konsep Dasar Etika

  • Etika
  • Tanggung jawab
  • Akuntabilitas
  • Kewajiban
  • Karena proses

Proses untuk menganalisis dilema etika:

  • Identifikasi dan jelaskan fakta
  • Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde tinggi yang terlibat
  • Identifikasi para pemangku kepentingan
  • Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil
  • Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Anda

Hak dan Informasi

  • Pribadi

Hak moral individu dibiarkan sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain

  • Informasi privasi

Informasi yang dikumpulkan di

Informasi yang dikumpulkan di E-commerce

Data yang dikumpulkan meliputi

  • Informasi pribadi yang dapat diidentifikasi (PII)

Informasi anonim

-Jenis data dikumpulkan

Nama, alamat, telepon, e-mail, jaminan sosial

Rekening bank dan kredit, jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan

Preferensi data, data transaksi, data clickstream, tipe browser

Social Networks and privacy

  • Jaringan sosial

Dorong berbagi informasi pribadi

Pose tantangan unik untuk menjaga privasi

  • Teknologi pengenalan dan penandaan wajah Facebook
  • Pengendalian pribadi atas informasi pribadi vs keinginan organisasi untuk memonetisasi jejaring sosial
  1. Kasus ITE di Indonesia

Pasal 33 UU ITE Tahun 2008 (Penyebaran Virus)

Pada Januari 2008, sebuah aplikasi Flash bernama Secret Crush yang berisi link ke program Adware terdapat pada Facebook. Lebih dari 1.5 juta pengguna mengunduhnya sebelum disadari oleh administrator situs. “Kaspersky Lab pada Juli 2008 mengidentifikasi sejumlah insiden yang melibatkan Facebook, MySpace dan VKontakte. Net-Worm.Win32.Koobface menyebar ke seluruh jaringan MySpace dengan cara yang sama dengan Trojan-Mailfinder.Win32.Myspamce.a, yang terdeteksi di bulan Mei.
Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mendownload Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco. Linkedln juga tak luput dari serangan malware pada Januari 2009, dimana pengguna ditipu agar mengklik profil sejumlah selebriti, padahal mereka sudah mengklik link ke media player palsu. Sebulan kemudian Youtube menjadi incaran malware. Bulan Juli 2009 Twitter kembali menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mampu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring social.
Lebih lanjut, pada akhir tahun 2008 Kapersky Lab mengumumkan lebih dari 43.000 file berbahaya yang berhubunngan dengan situs jejaring social. Salah satu worm yang paling terkenal menyerang situs jejaring social adalah Koobface yang terdeteksi sebagai Net-Worm.Win32.Koobface. Worm ini popular saat sekitar setahun lalu menyerang akun Facebook dan MySpace. Metode itu hampir sama dengan cara worm menyebar melalui email. Worm yang terdistribusi melalui situs jejaring social hampir 10% sukses menginfeksi. Koobface juga member link ke program antivirus palsu seperti XP Antivirus dan Antivirus2009. Program spyware tersebut juga mengandung kode worm.
Source : Beberapa Kasus Penyebaran Virus

Beberapa Kasus Penyebaran Virus By Kompasiana.com Perjalanan virus computer dan malware kira-kira sama dengan perjalanan informasi itu sendiri. Di masa lalu, informasi secara fisik dipindahkan dari satu…

  1. marketing bisnis pada kelompok saya sejauh ini pada bisnis kami belum ada pelanggaran etika ataupun pelanggaran terkait uu ite
    Sent from Yahoo Mail for iPhone

tugas individu Ilmi F

ILMI FITRI

1401150345

MB 38-02

  1. RESUME CHAPTER 8 :

Memahami Etika, Sosial, dan Isu Politik di E-commerce

Internet, seperti teknologi lainnya, dapat:

Aktifkan kejahatan baru

mempengaruhi lingkungan

Mengancam nilai-nilai social

Biaya dan manfaat harus dipertimbangkan dengan cermat, terutama ketika tidak ada pedoman yang jelas hukum atau budaya. Masalah yang diangkat oleh Internet dan e-commerce dapat dilihat pada tingkat individu, sosial, dan politik

Empat kategori utama dari masalah:

hak informasi

Hak milik

Tata Kelola

keselamatan dan kesejahteraan masyarakat

Konsep Etika Dasar

Etika

Studi prinsip-prinsip yang digunakan untuk menentukan program yang benar dan salah dari tindakan

Tanggung jawab

Akuntabilitas

Kewajiban

Hukum memungkinkan individu untuk memulihkan kerusakan

karena proses

Hukum diketahui, dipahami

Kemampuan untuk mengajukan banding kepada otoritas yang lebih tinggi untuk memastikan hukum diterapkan dengan benar

Proses untuk menganalisis dilema etika:

Mengidentifikasi dan jelas menggambarkan fakta-fakta

Mendefinisikan konflik atau dilema dan mengidentifikasi nilai-nilai yang lebih tinggi-order yang terlibat

Mengidentifikasi stakeholder

Mengidentifikasi pilihan yang Anda cukup dapat mengambil

Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan Anda

Prinsip etika

•Golden rule

•Universalism

•Slippery slope

•Collective utilitarian principle

•Risk aversion

•No free lunch

•The new york times test

•The social contract rule

Privasi dan hak informasi

•Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.

•Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilaku internet, situs social, dan perangkat seluler.

Solusi Teknologi

•Spyware blockers

•Pop-up blockers

•Secure e-mail

•Anonymous remailers

•Anonymous surfing

•Cookie managers

•Disk/file erasing programs

•Policy generators

•Public key encryption

Proteksi utama untuk properti intelektual

•Copyright

•Hak Paten

•Trademark Law

  1. KASUS yang MELANGGAR UU ITE

Liputan6.com, Jakarta – Muhammad Hidayat Simanjuntak, pelapor putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya hari ini. Namun pemeriksaan ini tak ada kaitannya dengan pelaporan Kaesang.

Hidayat diperiksa sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik dan penghasutan melalui media sosial. Hal itu lantaran Hidayat mengunggah video Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan dengan kalimat yang dianggap provokatif saat mengamankan Aksi 411. "Iya dipanggil, diundang. Ini panggilan kedua," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Argo menjelaskan, pemeriksaan terhadap Hidayat dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Hidayat sendiri saat ini hanya dikenakan wajib lapor setelah penahanannya ditangguhkan beberapa bulan lalu. Kendati, penangguhan penahanan bisa saja dicabut jika Hidayat mengulangi perbuatannya.

"Bisa, bisa (dicabut penangguhan penahanannya). Tapi saya belum dapat informasi dari penyidik (soal pencabutan)," kata Argo.

Muhammad Hidayat Simanjuntak ditangkap polisi karena diduga mengunggah video unjuk rasa di depan Istana pada Jumat, 4 November 2016. Pada video tersebut, termuat rekaman Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan yang disebut memprovokasi peserta aksi untuk menangkap anggota HMI yang dianggap sebagai pemicu konflik.

Atas perbuatannya, Hidayat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Nama Hidayat kembali menjadi sorotan publik setelah dia melaporkan putra Jokowi ke Polres Bekasi Kota atau vlog yang diunggahnya. Namun, penyelidikan kasus tersebut dihentikan lantaran laporan terhadap Kaesang tak memenuhi unsur pidana.

Rupanya bukan kali ini saja Hidayat membuat laporan kepolisian. Hidayat tercatat sudah puluhan kali membuat laporan terkait pelanggaran Undang-Undang ITE.

(http://news.liputan6.com/read/3022641/hidayat-pelapor-kaesang-diperiksa-sebagai-tersangka-ite)

  1. Review bisnis

Undergoodss.com

Bisnis kami saat ini tidak ada yang melanggar UU ITE dan tidak ada yang melanggar etika bisnis. Semua produk, web, Instagram, line add tidak ada yang menjiplak produk lain.

Tugas E-Commerce

Gusti Ayu Putu Diah Puspitasari_1401150296_MB.38.02_Tugas Individu

Chapter 8

1. RESUME

Ethical, Social, and Political Issues in E-commerce

Konsep Dasar Etika :

  • Etika

  • Resposibility

  • Accountability

  • Liability

  • Due process

Kandidat Prinsip Etika :

· Golden Rule : mendapat akibat dari hal yang dilakukan

· Universalism : tindakan yang tidak bisa di lakukan pada segala hal

· Slippery Slope : sebaiknya tidak melakukan hal hal yang tidak dapat dikontrol akibatnya

· Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar

· Risk Aversion : pilih yang memiliki resiko paling kecil

Masalah utama dalam internet:

· Hak Informasi

· Hak Properti

· Pemerintahan

· Keamanan dan Kesejahteran Umum.

Solusi Teknologi

  • Spyware blocker

  • Penghambat munculan

  • Amankan e-mail

  • Berselancar anonim

  • Enkripsi kunci publik

Hak kekayaan intelektual

  • Hak milik intelektual: Semua produk berwujud dan tak berwujud dari pikiran manusia

  • Masalah etis utama: Bagaimana seharusnya kita memperlakukan properti milik orang lain

  • Masalah sosial utama: Apakah ada nilai lanjutan dalam melindungi kekayaan intelektual di era internet

  • Isu politik utama: Bagaimana bisa Internet dan e-commerce diatur atau diatur untuk melindungi kekayaan intelektual

2. KASUS ITE (UU ITE pasal 28)

Diambil dari situs berita www.merdeka.com jum’at, 19 April 2013.Saat ini, kasus penipuan mengatasnamakan perusahaan terkenal kerap terjadi. Kini banyak situs penipuan mengatasnamakan Indosat.

Melalui situs resminya, Indosat memberitahukan kepada siapa saja terutama pelanggan mereka agar lebih berhati-hati akan satu aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan mereka.

Tidak hanya melalui surat, SMS atau telepon saja, kini para pelaku mencoba menjaring banyak ‘nasabah’ dengan membuat situs abal-abal dengan nama Indosat.

Dalam penjelasannya tersebut, pihak Indosat menjelaskan bahwa mayoritas situs yang digunakan memiliki akhiran, "…webs.com," menggunakan Blogspot, WordPress dan sejenisnya.

Selain itu, nama situs yang digunakan juga selalu ditulis dengan panjang lebar, padahal dalam mengumumkan pemenang suatu hadiah/progarm, Indosat hanya mengumumkannya melalui situs resminya yaitu Indosat.com saja.

Tidak hanya itu, Indosat juga mengidentifikasi bahwa mayoritas penipuan dengan menggunakan website tersebut selalu menggunakan kata, "poin," "reward" dan "undian."

Bagi pelanggan atau pihak lain yang mendapati situs semacam itu, dapat menghubungi pihak Indosat, seperti melalui telepon/SMS, galeri Indosat, Twitter (@IndosatCare) atau juga melalui forum Ngobrol Bareng Indosat.

3. REVIEW BISNIS

  • Dalam bisnis kelompok kami masih menggunakan foto produk yang tidak original milik kami, dan tidak mengurus ijin kepada pihak terkait