Hendra Kurnia_1401150074_MB 38 08

Tugas Individu_Muhammad Reyhan Derian_MB-38-08_1201120189

– Rangkuman chapter 8:

Beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.
‌- Contoh kasus pasal 35 :

Kasus sedot pulsa dengan format sms yang seakan minta pulsa atau masuk kantor polisi atau kecelakaan, yang apabila kita membalas sms tersebut pulsa kita akan tercuri. Seakan sms tersebut otentik padahal penipuan.

  • Analisis produk kelompok :

Menurut saya, belum ada pelanggaran dengan produk kelompok kami.

TUGAS E-COMMERCE

ABRAR FAJAR R (1401154186)

MB 38-08

1.RESUME CHAPTER 8

Internet dapat menimbulkan dampak negative maupun positif . Dampak ini bergantung bagaiamana cara kita menggunakan nya

Etika, sosial, dan politik dalam ecommerce berguna untuk mengatasi masalah dan menyesuaikan sesuai standar pada umumnya

Dimensi :

  • Isu publik
  • Isu social
  • Isu etis
  • Individual
  • Masyarakat
  • Politik

Masalah utama dalam internet:

· Hak Informasi

· Hak Properti

· Pemerintahan

· Keamanan dan Kesejahteran Umum.

Konsep umum etika :

· Etika

· Tanggung jawab

· Akuntabilitas

· Kewajiban

Kandidat Prinsip Etikal:

· Golden Rule : prinsip ini disebut dengan toleransi yang berarti jangan melakukan suatu hal pada orang lain jika kita tidak ingin diperlakukan demikian

· Universalism : apabila suatu tindakan tidak dapat dilakukan pada suatu hal, maka tindakan tersebut tidak dapat dilakukan pada semua hal

· Slippery Slope : sesuatu tidak baik jika di lakukan berulang kali

· Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar

· Risk Aversion : pilih yang memiliki resiko paling kecil

· No Free Lunch : semua tindakan yang kita lakukan tidaklah dianggap gratis atau tanpa kompensasi.

· The New York Times Test : asumsikan tindakan kita akan menjadi trending topic

Proses untuk menganalisis dilema etika:

  • Identifikasi dan jelaskan fakta
  • Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde 3. tinggi yang terlibat
  • Identifikasi para pemangku kepentingan
  • Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil
  • Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Andat

Privasi dan Hak Informasi

Privasi merupakan hak setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan.

Informasi privasi yang berarti informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali.

2.CONTOH KASUS PELANGGARAN UU ITE DI INDONESIA

Harianjogja.com, JAKARTA – Situs milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diretas. Pelaku diduga orang yang tak setuju dengan langkah KPAI yang ikut mendukung pelarangan beberapa game online.

Halaman situs KPAI menjadi hitam. Ada pesan dari peretas yang mengaku sebagai Haikal-Maniak Kasur ini. Dia menyoal soal pelarangan game online. Peretasan dilakukan sejak Minggu (1/5/2016).

Di situs itu muncul tulisan “fix ur sec first b4 talking about game” atau “perbaiki keamanan Anda dahulu sebelum berbicara mengenai game”.

Hingga kini, situs KPAI masih belum bisa diakses, namun pihak pengelola situs tersebut tampaknya telah bertindak dengan mematikan akses ke server mereka.

Sebelumnya, KPAI mendapatkan banyak kritikan dari netizenperihal pernyataannya yang akan memblokir 15 game. Netizen yang juga sebagian besar merupakan dari kalangan gamermengatakan bahwa mereka menolak pemblokiran 15 game tersebut.

Beberapa game yang akan diblokir adalah Grand Theft Auto, Mortal Kombat, Point Blank, Counter Strike, World of Warcraft, Call of Duty, Cross Fire, War Rock, Atlantica, Bully, dan Conflict Vietnam.

Terkait hal ini, KPAI mengaku tak gentar. “KPAI tak akan gentar. Akan terus lawan penjahat perlindungan anak. Web KPAI diretas pascaupaya pemblokiran situs games online yang merusak anak-anak,” jelas Ketua KPAI Asrorun Niam, seperti dilansir detikcom, Senin (2/5/2016).

Niam menjelaskan, pelaku peretasan ini diduga dilakukan pihak-pihak yang mengambil untung dari kasus kejahatan anak.

“KPAI akan terus berkomitmen mewujudkan upaya perlindungan anak secara total,” imbuh Niam.

3.EVALUASI

Evaluasi Produk sendiri :

kami masih menggunakan foto yang bukan milik pribadi tanpa seizin yang punya foto, hal ini melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) tahun 2008 yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.”

Tugas individu MB 38-08

NAMA : FIKRUL IRSYAD

NPM : 1401140349

KELAS : MB 38-08

Contoh kasus UU ITE : Pada tahun 2001, internet banking diributkan oleh kasus pembobolan internet banking milik Bank BCA, kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB Bandung dan juga merupakan salah satu karyawan media online (satuneet.com) yang bernama Steven Haryanto. Anehnya Steven ini bukan Insinyur Elektro ataupun Informatika, melainkan insinyur kimia. Ide ini timbul ketika Steven juga pernah salah mengetikan alamat website. Kemudian dia membeli domain-domain internet dengan harga sekitar US$20 yang menggunakan nama dengan kemungkinan orang-orang slaah mengetikkan dan tampilan yang sama persis dengan situs internet Banking BCA (http://klikbca.com)

seperti :

· wwwklikbca.com

· kilkbca.com

· clikbca.com

· klickbca.com

· klikbca.com

Orang tidak akan sadar bahwa dirinya telah menggunakan situs aspal tersebut karena tampilan yang disajikan serupa dengan situs aslinya. Hacker tersebut mampu mendapatkan User ID dan Password dari pengguna yang memasuki situs aspal tersebut. namun hacker tersebut tidak bermaksud melakukan tindakan kriminal seperti mencuri dana nasabah, hal ini murni dilakukan atas keingintahuannya mengenai seberapa banyak orang yang tidak sadar menggunakan situs klikbca.com, sekaligus menguji tingkat keamanan dari situs milik Bank BCA tersebut. Steven Haryanto dapat disebut sebagai hacker, karena dia telah mengganggu suatu sistem milik orang lain, yang dilindungi privasinya. Sehingga tindakan Steven ini disebut hacking. Steven dapat digolongkan dalam tipe hacker sebagai gabungan white-hat hacker dan black-hat hacker, dimana Steven hanya mencoba mengetahui seberapa besar tingkat keamanan yang dimiliki oleh situs internet Banking BCA.

Disebut white-hat hacker karena dia tidak mencuri dana nasabah, tetapi hanya mendapatkan User ID dan Password milik nasabah yang masuk dalam situs internet banking palsu. Namun tindakan yang dilakukan oleh Steven, juga termasuk black-hat hacker karena membuat situs palsu dengan diam-diam mengambil data milik pihak lain, Hal-hal yang dilakukan Steven antara lain scans, sniffer dan password crakcers.

Karena perkara ini kasus pembobolan internet banking milik Bank BCA, sebab dia telah mengganggu suatu sistem milik orang lain, yang dilindungi privasinya dan pemalsuan situs internet banking palsu. Maka perkara ini bisa dikategorikan sebagai perkara perdata, Melakukan kasus pembobolan Bank serta telah mengganggu suatu sistem milik orang lain, dan mengambil data pihak orang lain yang dilindungi privasinya artinya mengganggu privasi orang lain dan dengan siam-diam mendapatkan User ID dan Password milik nasabah yang masuk dan situs internet banking palsu.

Hukuman dan undang-undang yang dikenakan pada kasus ini:

Pasal 35 UU ITE tahun 2008 Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik tersebut seolah-olah data yang otentik (Phising = Penipuan Situs)

Rangkuman : beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia

Sent from Yahoo Mail for iPhone

Tugas Individu E-commerce // M.Dhiyafathul Ihsan // MB – 38 – 08

  1. Resume Chapter 8

Internet bisa :

  • Menimbulkan kejahatan baru

  • Mempengaruhi lingkungan

  • Mengancam nilai sosial

Empat kategori utama masalah :

  • Hak informasi

  • Hak milik

  • Pemerintahan

  • Keamanan dan kesejahteraan umum

Konsep Dasar Etika

  • Etika

  • Tanggung jawab

  • Akuntabilitas

  • Kewajiban

  • Karena proses

Proses untuk menganalisis dilema etika:

  • Identifikasi dan jelaskan fakta

  • Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde tinggi yang terlibat

  • Identifikasi para pemangku kepentingan

  • Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil

  • Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Anda

Hak dan Informasi

  • Pribadi

Hak moral individu dibiarkan sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain

  • Informasi privasi

Informasi yang dikumpulkan di

Informasi yang dikumpulkan di E-commerce

Data yang dikumpulkan meliputi

  • Informasi pribadi yang dapat diidentifikasi (PII)

Informasi anonim

-Jenis data dikumpulkan

Nama, alamat, telepon, e-mail, jaminan sosial

Rekening bank dan kredit, jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan

Preferensi data, data transaksi, data clickstream, tipe browser

Social Networks and privacy

  • Jaringan sosial

Dorong berbagi informasi pribadi

Pose tantangan unik untuk menjaga privasi

  • Teknologi pengenalan dan penandaan wajah Facebook

  • Pengendalian pribadi atas informasi pribadi vs keinginan organisasi untuk memonetisasi jejaring sosial

  1. Kasus : Situs KPAI diretas Gara-gara dukung blokir game

kejadian yang tidak terduga terjadi gegara peretas tidak setuju dengan yang dilakukan KPAI yaitu memblokir game online, halaman situs KPAI pun menjadi hitam dan muncul tulisan “fix ur sec b4 talking about game”. Jika di ditarik dari pasal 32 UU ite maka pelaku yang melakukan deface akan terkena hukuman , dimana yang terkandung dalam pasal 32 ayat 1 yaitu Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.

  1. Evaluasi Kasus Kelompok

-kegiatan marketing kami yang memposting di berbagai grup di media sosial yang menggangu ketertibananggota grup trsebut UU NO.19 Tahun 2016 Pasal 40 : "Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tugas Ecommerce

  1. Rangkuman chapter 8 : beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.

  2. Kasus

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo, mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal Gubernur Joko Widodo pekan ini. Dia mengatakan, ditemukan tiga alat penyadap di dalam rumah orang nomor satu di Jakarta tersbut. Tiga alat sadap yang ditemukan itu berada di kamar tidur, ruang makan, dan ruang tamu.

Dalam kasus tersebut terjadi pelanggaran UU ITE pasal 31 tentang penyadapan informasi.

  1. Evaluasi kelompok
    Dalam kasus kozhagoods dalam kegiatan ecommerce kemungkinan melanggar aturan UU ITE pasal 35. Kasusnya adalah mengambil foto dari google untuk dijadikan foto dalam artikel di website kozha. Hal ini mungkin akan berdampak pada pelanggaran UU ITE pasal 35 yang berbunyi setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Sanksinya pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.‪12.000.000.000,00‬ (dua belas miliar rupiah). Contoh kasus terlampir.

Ighfa – 1401154493 – MB 38 08

Ighfa Fahira Yudasella1401154493
MB-38-08

1] RESUME CHAPTER 8

Isu etika, politik, dan sosial dalam e-commerce

Internet dapat menimbulkan kejahatan baru, pengaruh lingkungan, dan ancaman sosial.

Terdapat 4 kategori utama dari masalah:
1. Hak informasi
2. Hak properti
3. Pemerintahan, dan
4. Keamanan publik

Dimensi-dimensi isu:
1. Isu publik
2. Isu sosial
3. Isu etis
4. Individu
5. Masyarakat
6. Politik

5 konsep dasar etika
1. Etika
2. Tanggung jawab
3. Akuntabilitas
4. Kewajiban
5. Proses hukum

Proses dalam menganalisis dilema etika
1. Identifikasi kemudian jelaskan fakta
2. Tentukan konflik/dilemma, identifikasi nilai
3. Identifikasi pemangku kepentingan
4. Identifikasi alternatif yang bisa dipakai
5. Identifikasi konsekuensi potensial

Kandidat Prinsip Etik
1. Golden Rule – toleransi untuk menyadarkan diri sendiri untuk tidak melakukan suatu hal pada orang lain agar tidak diperlakukan dgn hal yg sama
2. Universalism – ketika tidak bisa menindak suatu hal, maka tidak bisa menindak yang lainnya juga
3. Slippery Slope – berulang kali melakukan hal yang sama dan tidak bisa dihindarkan
4. Collective Utilitarian Principle – mengambil tindakan yang paling menguntungkan
5. Risk Aversion – menghindari risiko dengan mengambil tindakan low risk
6. No Free Lunch – seluruh tindakan tidak bisa digratiskan secara menyeluruh
7. The New York Times Test – pikirkan bahwa tindakan yang akan dilakukan akan menimbulkan kontroversi dan menjadi trending, kemudian bagaimana dampaknya bagi diri atau orang sekitar
8. The Social Contract Rule – prinsip individu yang dibuat akan diaplikasikan pada organisasinya

Privasi & Hak Informasinya
1. Privasi – hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain
2. Informasi privasi – berhak untuk dilupakan dan tidak disimpan oleh individu lain terutama di internet atau media sosialnya

Solusi Teknologi
1. Pemblokiran spyware
2. Pemblokiran pop-up ads
3. Secured e-mail
4. E-mail anonim
5. Browsing secara anonim
6. Cookie
7. Program penghapusan data
8. Pembuatan kesepakatan

Hak milik intelektual – seluruh produk berwujud maupun tidak berwujud dari pikiran manusia

HAK CIPTA – PATEN – TRADEMARK

2] CONTOH KASUS UU ITE
Pasal 28:

Kasus : Nando Irwansyah Ma’ali Hujat perayaan Nyepi di bali
Yang mana pemuta asalah NTB ini menghujat perayaan nyepi, dikarena saat hari itu ada pertandingan bola, karena hari nyepi tidak di perbolehkan nonton, olehh seba itu pemuda tersebut menghujat di akun sosial media milinya.

Unsur perbuatan :
Masuk pada pasal 28 ayat2, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebenciaan dan permusuhan.

https://sosialberita.net/2015/03/24/nando-irwansyah-mali-hujat-perayaan-hari-nyepi-di-facebook-yang-kini-di-usut-polda-bali/4354

3] PELANGGARAN OLEH KELOMPOK SAYA

Melakukan re-upload free template pop-up dari penyedia lain, namun tetap menyantumkan credits / sumber

22 November, 2017 06:52

Muhammad Andika Ramadhan P
1401140140
MB 38-08

1. Rangkuman : beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.

2. Kasus dugaan penyebaran kebencian

Dua lembaga, yakni Student Peace Institute dan Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama), melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan, sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

  1. Ada pelanggaran
    Contohnya seperti mengambil foto dari google untuk dijadikan foto artikel yang ada di blog website kozha. Hal ini mungkin akan berdampak pada pelanggaran UU ITE pasal 35 yang berbunyi setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Sanksinya pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.‪12.000.000.000,00‬ (dua belas miliar rupiah).

22 November, 2017 06:52

Nama : SurianiNpm : 1401140118
Kelas : Mb-38-08

  1. Rangkuman : beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.

Contoh kasus:

Pada tahun 2017 ada seorang yang bernama Dwi hartanto yang mengaku sebagai penerus habibie. Dia menyebarkan berita bohong ke internet dan dunia maya, dia mengaku pencapaiannya saat ini sudah sampai seperti habibie. Masyarakat di sosial media percaya tapi di selidiki ternyata berita itu hanya isu belaka. ini menyangkut pasal 28 ayat 1 (penyebarkan berita bohong)

Tugas individu Farhan Ahmad – 1401140305- MB-38-08

Farhan ahmad

1401140305

Mb-38-08

  1. Resume Cahpter 8

Internet dapat menimbulkan kejahatan baru, mempengaruhi lingkungan, dan mengancam nilai-nilai sosial. Maka dari itu harus sangat mempertimbangkan biaya dan manfaat penggunaannya.

Internet dapat menghadirkan isu-isu baru
4 kategori isu :

-Kebijakan informasi
-Kebijakan properti
-Kebijakan pemerintahan
-Kesejahteraan sosial

Etika itu adalah pembelajaran tentang prinsip untuk menentukan benar dan salah.
Proses untuk menganalisis dilema etika:
–identifikasi fakta
–menjelaskan konfliknya
–identifikasi stakeholder
–identifikasi pilihan
–identifikasi konsekuensi yang akan dihadapi oleh pilihan yang kita ambil

Prinsip etika
–golden rules
–universalism
–slippery slope
–collective utilitarian principle
–minimalisir resiko
–tidak ada lunch gratis
–new york times test
–social contract rules

Privacy itu sendiri adalah hak individu untuk ditinggalkan sendiri dengan urusannya.
Tipe data yang bisa terkoleksi adalah:
–nama, alamat, phone, email, nomor sosial
–akun bank, gender, usia, pendidikan
–transaksi data dan tipe browser

Solusi teknologi:
–spyware blockers
–pop-up blockers
–email yang aman
–anonymus remailers
–anonymus surfing
–cookie
–program penghapusan file
–policy generators
–enkripsi dengan public key

3 tipe proteksi:
–copyright
–patent
–trademark

  1. Contoh kasus UU ITE

Belakangan ini media sosial sedang marak di semua kalangan masyarakat Indonesia seperti contohnya facebook. Pada saat ini facebook sudah menjadi social media yang mengahdirkan banyak berita berita. Namun tidak semua berita yang diposting teruji kebenaranya. Terbongkarnya sindikat Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media sosial berdasarkan pesanan, memang merupakan hal yang terorganisir, bukan semata aksi individu, kata pengamat. Dari hasil penyelidikan forensik digital, terungkap sindikat ini menggunakan grup Facebook – di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com untuk menggalang lebih dari 800.000 akun, kata polisi. Selanjutnya pelaku mengunggah konten provokatif bernuansa SARA dengan mengikuti perkembangan tren di media sosial, kata polisi pula. Terhadap dua tersangka, yakni MFT dan SRN, disangkakan Pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dengan ancaman enam tahun penjara dan atau pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman empat tahun penjara. Sedangkan kepada tersangka JAS dipersangkakan tindak pidana akses ilegal Pasal 46 ayat 2 jo pasal 30 ayat 2 dan atau pasal 46 ayat 1 jo pasal 30 ayat 1 UU ITE nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman tujuh tahun penjara.

  1. Apakah terdapat pelanggaran UU ITE pada bisnis kelompok?

Dalam kelompok saya terdapat pelanggaran yaitu mengambil foto dari google atau foto pihak lain untuk dijadikan foto artikel blog di website kozhagoods.com. Meskipun tidak menggunakan foto tersebut sebagai katalog penjualan hal ini mungkin akan berdampak pada pelanggaran UU ITE pasal 35 yang berbunyi:

Setiap dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Sanksinya pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.‪12.000.000.000,00‬ (dua belas miliar rupiah).