E-Commerce

Case Week 9

e-commerce case 9-1

e-commerce case 9-2

Case Week 8

MIS case 8-1

MIS case 8-2

e-commerce case 8-1

E-Commerce Case 6th week

Case 6-1

E-commerce Third Week Case

case 3-1

E-Commerce First Week Case

Case 1

Case 2

Materi E-Commerce & Information Business 2015

Materi E-commerce & Information Business tahun 2015 akan menggunakan buku utama karya Laudon yang bisa diperoleh di perpustakaan. Saat ini di perpustakaan baru tersedia edisi tahun 2009 dan tahun 2012. Edisi tahun 2014 yang rencananya akan kita gunakan sedang dalam proses pemesanan.

Namun demikian, sambil menunggu proses pemesanan buku tersebut, bagi yang berminat dapat mencari e-booknya melalui google menggunakan kata kunci “Laudon e-commerce 2014 pdf”. Salah satu link yang menyediakan buku tersebut ada¬†di sini.

Beberapa website juga menyediakan versi power point nya seperti di sini:

Chapter 1

Chapter 2

Chapter 3

Chapter 4

Chapter 5

Chapter 6

Chapter 7

Chapter 8

Chapter 9

Chapter 10

Chapter 11

Chapter 12

Materi e-commerce & Information Business tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melibatkan banyak praktik dengan tujuan agar peserta bisa mengimplementasikan dan menyiapkan bisnis berbasis e-commerce sendiri. Sayangnya buku Laudon tersebut lebih banyak membahas teori dan ditulis untuk audience amerika dan global. Saya sudah menyiapkan buku tambahan lain untuk memahami bagaimana mengimplementasikan e-commerce di Indonesia.

Bagi yang berminat, buku yang memahas tentang bagaimana implementasi e-commerce tersebut sudah saya siapkan dalam bentuk buku ajar E-commerce. Bagi yang berminat dapat membelinya di tempat fotocopy gedung D.

Selamat menyiapkan materi belajar e-commerce.

Salam hangat

Buku Social Media Marketing

Berasa pengen nulis buku tentang social media marketing. Tapi sebelum sampai ke sana, gw kayanya perlu mempertimbangkan mau ada di posisi mana. Kira-kira bisa gak kita jualan di social media, ataukah social media tidak “pantas” untuk jualan karena secara alami orang bergabung dengan social media adalah untuk melakukan interaksi sosial, bukan dicekoki dengan berbagai penawaran penjualan.

Sebagai analogi, kalau kita melihat kumpulan arisan para emak-emak, kemudian ada yang jualan di sana, gimana kira-kira perasaan yang lain ya? Nah, mirip kayak gitulah argumentasi yang menolak penggunaan social media untuk jualan. Mereka lebih cenderung untuk menggunakan social media untuk melakukan branding, bukan menawarkan produk.

Tapi kita juga sering lihat pemilik Facebook menjual produk mereka dan fine-fine aja kan.

So, bagaimana menurut anda? Pantaskah kita menjual di social media atau hal itu bisa jadi hal yang mengganggu komunitas kita…