Uncategorized

Tugas individu e-commerce

Nama : Deswiny Nurviaratu Taswin
Nim : 1401140148
Kelas : Mb-38-08

  1. Kasus undang-undang
    Pelanggaran UU ITE tahun 2016 pasal 31.

Contoh kasus :
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama sembilan petinggi negara menjadi korban sadap. Pelakunya adalah Australia. Penyadapan itu dilakukan pada 2009.
Kepastian soal penyadapan tersebut didapatkan dari bocoran Edward Snowden.
Kasus itu membuat hubungan Indonesia dengan Australia memanas. Duta besar Indonesia untuk Australia dipulangkan. Australia menolak meminta maaf atas kasus itu.

Dari kasus di atas unsur perbuatan yang di lakukan ialah melakukan penyadapan terhadap mantan presiden SBY

2.Apakah di kelompok ada pelanggaran uu ite?
Pelanggaran yang dilakukan dalam kelompok kozha ialah
Contohnya seperti mengambil foto dari google untuk dijadikan foto artikel di blog. Hal ini mungkin akan berdampak pada pelanggaran UU ITE pasal 35 yang berbunyi setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Sanksinya pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.‪12.000.000.000,00‬ (dua belas miliar rupiah).

  1. Resume
  2. Rangkuman : beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.

Tugas E-commerce MB 38-08

Adimas Dwisetyo
1401154130

Resume Chapter 8

dimana yang menjadi masalahnya adalah :

1.Hak informasi

2.Properti

3.Pemerintahan

4.Keamanan

dimensinya :

1.isu publik

2.isu sosial

3.isu etis

4.individual

5.masyarakat

6.politik

sedangkan 7 prinsip etikanya adalah :

1.golden rule, disebut dengan toleransi jangan melakukan suatu hal pada orang lain jika anda tidak ingin diperlakukan yang sama oleh orang lain

2.universalism, adalah suatu tindakan yang tidak bisa dilakukan pada suatu hal

3.Slippery slope, adalah suatu yang tidak baik jika kita lakukan berulang kali.

4.collective utilitarian principle, adalah tindakan yang menghasilkan nilai terbesar bagi kita.

5.risk aversion, adlah tindakan yang memiliki resiko paling kecil

6.no free lunch, adalah semua tingakan yang kita lakukan tidaklah dianggap gratis atau tanpa kompensasi.

7.the new york time fest, asumsikan semua tindakan yang kita lakukan bakal menjadi trending topik.

Kasus ITE:

Pasal 33 UU ITE
JAKARTA, KOMPAS.com – Tayangan bermuatan pornografi muncul di layar videotron di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016) lalu. Munculnya tayangan itu membuat heboh warga Ibu Kota.

Mengingat, videotron itu terletak di pinggir jalan dan menayangkan video bermuatan pornografi saat kondisi lalu lintas tengah ramai. Banyak pengendara yang sempat menghentikan laju kendaraannya untuk melihat atau mengabadikan tayangan itu menggunakan ponsel pribadinya.

Tak berapa lama, tayangan itu kemudian diketahui Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Masyarakat (Kominfomas) Jakarta Selatan. Aliran listrik ke videotron itu kemudian diputus untuk menghentikan tayangan video.

Mengetahui hal itu, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) saat itu juga.

Hasil dari olah TKP, polisi memutuskan mendatangi kantor PT Transito Adiman Jati selaku operator videotron tersebut. Sebanyak delapan orang dan beberapa perangkat komputer dibawa polisi untuk diperiksa.

Bahkan, polisi juga memeriksa warga yang kala itu sempat merekam kejadian tersebut. Bergerak cepat, polisi langsung melacak alamat IP pengakses terakhir videotron tersebut.

Kemudian pada Selasa (4/10/ 2016) siang, polisi akhirnya melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap Samudera Al Hakam Ralial (24). Ia merupakan karyawan dari perusahaan Mediatrac. Samudera disebut sebagai ahli dalam bidang teknologi dan informasi.

"Kami tangkap yang bersangkutan di kantornya di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, hari ini (Selasa, 4 Oktober 2016)," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Kepada penyidik kepolisian, Samudera menceritakan bagaimana kronologi dirinya meretas videotron tersebut. Ia bercerita, kala itu pada Jumat (30/9/2016) sekitar pukul 12.00 WIB, ia melintas di Jalan Wijaya saat akan menuju ke kantornya.

Ketika berhenti di lampu merah, ia melihat videotron menampilkan username dan password. Melihat hal itu, Samudera langsung mengeluarkan telepon genggam untuk memfotonya.

Setelah username dan password videotron didapatkan, ia bergegas pergi ke kantornya. Tiba di kantornya, Samudera mengunduh aplikasi team viewer.

Kemudian, ia memasukkan username dan password yang telah ia dapatkan. Sesaat kemudian, Samudera berhasil masuk ke team viewer PT Transito Adiman Jati selaku operator videotron itu.

Setelah berhasil masuk ke team viewer milik PT Transito Adiman Jati, Samudera membuka situs film porno. Ia menonton film porno tersebut menggunakan team viewer milik PT Transito Adiman Jati.

Samudera mengaku tidak mengetahui bahwa film yang ia tonton akan terhubung dengan videotron yang berada di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Setelah 10 menit menonton film porno itu, tiba-tiba ada tampilan lost conection server di layar komputer Samudera.

"Itu keterangan tersangka sementara, namun demikian kita akan dalami dari mana yang bersangkutan tahu username dan password tersebut," ucap Iriawan.

Evaluasi Produk sendiri :

kami masih menggunakan foto yang bukan milik pribadi tanpa seizin yang punya foto, hal ini melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) tahun 2008 yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.”

AISYAH NUR AMIMI / 14054521 / MB-38-08

Aisyah Nur Amimi

1401154521

MB-38-08

Mengerti etika, sosial, dan masalah politik di E-commerce

Internet, seperti teknologi lain, dapat menimbulkan:

Kejahatan baru

Memperngaruhi lingkungan

Mengancam nilai sosial

Model untuk mengorganisir suatu masalah

Sebuah masalah yang di timbulkan oleh internet dan e-commerce dapat dilihat di individu, sosial, dan politik.

4 kategori utama dari masalah

  • Hak informasi
  • Hak properti
  • Pemerintah
  • Keamanan publik dan kesejahteraan

Konsep dasar etik

Tanggung jawab

Akuntabilitas

Liabilitas

Berlangsungnya proses

Analisis etik dilemma

  • identifikasi dan gambarkan fakta
  • Menentukan konflik atau dilemma dan identifikasi nilai yang terkait
  • Identifikasi yang bersangkutan
  • Identifikasi opsi pilihan yang dapat dipilih
  • Identifikasi potensi konsekuensi atas setiap opsi pilihan yang ada

Prinsip etika

  • Golden rule
  • Universalism
  • Slippery slope
  • Collective utilitarian principle
  • Risk aversion
  • No free lunch
  • The new york times test
  • The social contract rule

Privasi dan hak informasi

  • Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.
  • Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilaku internet, situs social, dan perangkat seluler.

Solusi Teknologi

  • Spyware blockers
  • Pop-up blockers
  • Secure e-mail
  • Anonymous remailers
  • Anonymous surfing
  • Cookie managers
  • Disk/file erasing programs
  • Policy generators
  • Public key encryption

Proteksi utama untuk properti intelektual

  • Copyright
  • Hak Paten
  • Trademark Law

Kehadiran laman nikahsirri.com membuat resah masyarakat. Pasalnya, website ini bermuatan konten pornografi yang menawarkan fasilitas lelang perawan dan menyediakan jasa perjodohan serta wali. Penangkapan tersangka Aris dilakukan setelah Tim Cybercrime Krimsus Polda Metro Jaya menemukan situs nikahsirri.com pada 22 September 2017 lalu. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa laptop, 4 buah topi berwarna hitam bertuliskan “Partai Ponsel,” dua buah kaos berwarna putih bertuliskan “Virgins Wanted,” dan satu spanduk hitam bertuliskan “Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political.”

Tersangka akan dikenakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU ITE Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.*

  1. Saya tidak melakukan pelanggaran karena saya hanya melakukan pemasaran di social media yaitu instagram (@imomentime) , line@ dan website (momentimeid.com)

TUGASECOMMERCE_Rhemeita Narani_1401154396_MB3808

Rhemeita Narani1401154396
MB38-08

1.Resume Chapter

Permasalahan isu dalam ecommerce disebabkan oleh individu,social, dan level politik. hal ini dapat mudah tersebar di internet.

ada 4 kategori permasalahan:

  • information rights

-property rights

-governance

-public safety and keadilan

Prosess menganalisis etika dilemma:

-Identifikasi dan jelaskan fakta

-Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde tinggi yang terlibat

-Identifikasi para pemangku kepentingan

-Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil

-Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan prinsip kandidat etika

Prinsip kandidat Etika:

6 Prinsip Kandidat Etika

  1. The “Golden Rule”

Lakukan untuk orang lain semaumu seperti mereka telah memperlakukanmu.

Berkumpul dengan orang lain dan memikirkan dirimu sebagai objek dari keputusan, dapat membuatmu berpikir secara adil.

2.Universalism

Jika sebuah tindakan tidak tepat dilakukan untuk setiap orang, maka tindakan tersebut memang tidak tepat untuk siapa saja.

  1. Slippery Slope

Jika tindakan tidak bisa diulang, maka tidak tepat untuk dicoba lagi.

  1. Risk Aversion Principle

Ambil tindakan yang beresiko kecil.

  1. Ethical “no free lunch” rule

Asumsikan bahwa setiap benda yang berwujud maupun tidak itu mempunyai pemilik

7. The New York Times Test

8. The Social Contract Rule

Privacy: Hak moral individu untuk mandiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari organisasi atau organisasi lain

Praktik Informasi yang Adil

· Kumpulan prinsip yang memerintah/mengontrol kumpulan kegunaan system informasi.

· Pokok dari sebagian besar US dan Eropa aturan pribadi.

· Didasarkan pada keinginan yang sama antara pemegang record dan setiap individu.

Prinsip FTC FIP

· Notice/awareness (prinsip inti) : website harus membuka praktik-praktik sebelum mengoleksi data

· Choice/consent (prinsip inti) : Konsumen harus dapat untuk memilih bagaimana informasi digunakan untuk kepentingan sekunder.

· Access/participation : Konsumen harus bisa mereview, akurasi kontes dari data personal.

· Security : Para pengoleksi data harus mengambil langkah untuk memastikan akurasi, keamanan dari data personal.

· Enforcement : Harus di control untuk mendukung prinsip FIP.

Technological Solution

n Spyware blockers

n Pop-up blockers

n Secure e-mail

n Anonymous remailers

n Anonymous surfing

n Cookie managers

n Disk/file erasing programs

n Policy generators

n Public key encryption

Hak properti Intelektual: suatu perlindungan hukum yang diberikan oleh suatu Negara kepada seseorang dan atau sekelompok orang ataupun badan yang ide dan gagasannya telah dituangkan ke dalam bentuk suatu karya cipta yang berwujud.

Copyright: hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu.

Patents: Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Trademark: Trademark atau merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/ jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi. Simbol yang biasanya digunakan adalah simbol TM.

Public Safety and Welfare:

Perlindungan anak dan sentimen kuat terhadap pornografi

Upaya untuk mengendalikan perjudian dan membatasi penjualan obat-obatan terlarang dan rokok

  1. Kasus Pelanggaran Undang Undang ITE

Penahanan seorang pengguna media sosial atas konten yang diunggah kini tengah menjadi perhatian nasional. Florence Sihombing, mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada Yogyakarta, harus mendekam di sel Polda DIY usai dilaporkan menghina masyarakat Yogya di akun Path miliknya.

Florence dijerat Pasal 27 ayat 3 terkait informasi elektronik yang dianggap menghina dan mencemarkan nama baik yang berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Nasib yang dialami Florence itu bukan pertama kalinya. Sejak UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) disahkan April 2008, regulasi ini sudah menjerat beberapa korban di platfrom elektronik. Menurut Catatan Ringkas Tata Kelola dan Praktik Internet di Indonesia ICT Watch, UU itu telah memakan 32 korban pencemaran nama baik.

Jerat itu terdapat pada Pasal 27 ayat 3 UU ITE mengancam siapa pun yang mendistribusikan dokumen atau informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Sedangkan Pasal 28 UU itu juga memuat pelarangan penyebaran informasi yang menyebarkan kebencian.

  1. Evaluasi produk keramik mustika apakah melanggar UU ITE
  1. menurut saya tidak melanggar hukum, usaha kami juga memakai sistem affiliate dimana berbagi untung dengan si pemilik usaha dengan sistem komisi. jadi dengan memkainya sistem affiliate otomatis adanya persetujuan antar kedua bela pihak mengenai publikasi dan kontennya.

NAFISA FARKHIY AULIA/1401154409/MB38-08

  1. RESUME CHAPTER 8 :

internet, sama seperti teknologi lainnya, dapat menimbulkan kejahatan baru, pengaruh lingkungan, dan ancaman social. Ada beragam hal yang bisa diperoleh dengan internet. Naik dari segi positif, maupun negaitf. Tergantung bagaimana orang mengambil dan memanfaatkanya.

4 kategori utama dari masalah:

  1. Hak informasi

  2. Hak properti

  3. Pemerintahan

  4. Keamanan Publik

Dimensi :

  1. Isu publik

  2. Isu social

  3. Isu etis

  4. Individual

  5. Masyarakat

  6. Politik

Konsep dasar:

  1. Etis

  2. Tanggung jawab

  3. Akuntabilitas

  4. Kewajiban

  5. Proses

  • privacy and information rights

privacy adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk menutup atau melindungi kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.

masalah utama dalam etika privasi : pada saat apa kita bisa menyerang privasi seseorang?

  • informasi yg bisa didapat dari situs e-commerce

nama, alamat, nomer telefon akun credit bank dll

  • profiling and behavioral targetting

profiling adalah pengambaran seseorang di online, seperti foto yang mengkarakteristikan pemiliknya

adversiting; dapat track cookies and cache user di web, jadi bisa dimanfaatkan sebagai iklan. dapat mengetahui kebutuhan konsumen tanpa bertanya melainkan tracking history.

  • solusi teknologi menanggapi privacy issue

denga spyware, pop-up blocker, secure email, anonymous remailers, anonymous surfing, cookie managers, disk/file erasing programs, policy generators, public key encryption

-hak kekayaan intelektual

intelectual property; semua yang terlihat dan tidak mengenai hasil pemikiran

major technical issue; bagaimana kita memperlaukan properti orang lain?

  1. STUDI KASUS UU ITE

Kasus “Stasiun Tv Penyebar berita HOAX”

Dalam hal ini kasus yang diangkat yaitu tentang beberapa informasi yang diangkat oleh salah satu stasiun TV yang di anggap hoax dan menimbulkan perpecahan dan simpang siur antar informasi .

Unsur perbuatan pelanggaran : Teradapat pada pasal 28 ayat 1 dimana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. Contoh lainya yaitu, salah satu stasiun TV menyebarkan berita bahwasanya rumah makan A menggunakan daging busuk pada masakanya, padahal berota tersebut belum berdasarkan bukti yang jelas dan nyata. Hal tersebut bisa merugikan pihak yang dituduh.

sumber : http://www.kompasiana.com/suryanaasep6/metro-tv-gencar-menyebarkan-isu-hoax-pengalihan-isu-apa-lagi-ya_56a06e6393937311059fdad

  1. Evaluasi produk

menurut saya marketing yang dijalankan oleh kelompok keramik mustika tidaklah melanggar hukum, dikarenakan usaha kami juga memakai sistem affiliate dimana berbagi untung dengan si pemilik usaha dengan sistem komisi. jadi dengan memkainya sistem affiliate otomatis adanya persetujuan antar kedua bela pihak mengenai publikasi dan kontennya.

TUGAS E COMMERCE

Rhemeita Narani1401154396
MB38-08

1.Resume Chapter

Permasalahan isu dalam ecommerce disebabkan oleh individu,social, dan level politik. hal ini dapat mudah tersebar di internet.

ada 4 kategori permasalahan:

  • information rights

-property rights

-governance

-public safety and keadilan

Prosess menganalisis etika dilemma:

-Identifikasi dan jelaskan fakta

-Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde tinggi yang terlibat

-Identifikasi para pemangku kepentingan

-Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil

-Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan prinsip kandidat etika

Prinsip kandidat Etika:

6 Prinsip Kandidat Etika

  1. The “Golden Rule”

Lakukan untuk orang lain semaumu seperti mereka telah memperlakukanmu.

Berkumpul dengan orang lain dan memikirkan dirimu sebagai objek dari keputusan, dapat membuatmu berpikir secara adil.

2.Universalism

Jika sebuah tindakan tidak tepat dilakukan untuk setiap orang, maka tindakan tersebut memang tidak tepat untuk siapa saja.

  1. Slippery Slope

Jika tindakan tidak bisa diulang, maka tidak tepat untuk dicoba lagi.

  1. Risk Aversion Principle

Ambil tindakan yang beresiko kecil.

  1. Ethical “no free lunch” rule

Asumsikan bahwa setiap benda yang berwujud maupun tidak itu mempunyai pemilik

7. The New York Times Test

8. The Social Contract Rule

Privacy: Hak moral individu untuk mandiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari organisasi atau organisasi lain

Praktik Informasi yang Adil

· Kumpulan prinsip yang memerintah/mengontrol kumpulan kegunaan system informasi.

· Pokok dari sebagian besar US dan Eropa aturan pribadi.

· Didasarkan pada keinginan yang sama antara pemegang record dan setiap individu.

Prinsip FTC FIP

· Notice/awareness (prinsip inti) : website harus membuka praktik-praktik sebelum mengoleksi data

· Choice/consent (prinsip inti) : Konsumen harus dapat untuk memilih bagaimana informasi digunakan untuk kepentingan sekunder.

· Access/participation : Konsumen harus bisa mereview, akurasi kontes dari data personal.

· Security : Para pengoleksi data harus mengambil langkah untuk memastikan akurasi, keamanan dari data personal.

· Enforcement : Harus di control untuk mendukung prinsip FIP.

Technological Solution

n Spyware blockers

n Pop-up blockers

n Secure e-mail

n Anonymous remailers

n Anonymous surfing

n Cookie managers

n Disk/file erasing programs

n Policy generators

n Public key encryption

Hak properti Intelektual: suatu perlindungan hukum yang diberikan oleh suatu Negara kepada seseorang dan atau sekelompok orang ataupun badan yang ide dan gagasannya telah dituangkan ke dalam bentuk suatu karya cipta yang berwujud.

Copyright: hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu.

Patents: Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Trademark: Trademark atau merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/ jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi. Simbol yang biasanya digunakan adalah simbol TM.

Public Safety and Welfare:

Perlindungan anak dan sentimen kuat terhadap pornografi

Upaya untuk mengendalikan perjudian dan membatasi penjualan obat-obatan terlarang dan rokok

  1. Kasus Pelanggaran Undang Undang ITE

Penahanan seorang pengguna media sosial atas konten yang diunggah kini tengah menjadi perhatian nasional. Florence Sihombing, mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada Yogyakarta, harus mendekam di sel Polda DIY usai dilaporkan menghina masyarakat Yogya di akun Path miliknya.

Florence dijerat Pasal 27 ayat 3 terkait informasi elektronik yang dianggap menghina dan mencemarkan nama baik yang berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Nasib yang dialami Florence itu bukan pertama kalinya. Sejak UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) disahkan April 2008, regulasi ini sudah menjerat beberapa korban di platfrom elektronik. Menurut Catatan Ringkas Tata Kelola dan Praktik Internet di Indonesia ICT Watch, UU itu telah memakan 32 korban pencemaran nama baik.

Jerat itu terdapat pada Pasal 27 ayat 3 UU ITE mengancam siapa pun yang mendistribusikan dokumen atau informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Sedangkan Pasal 28 UU itu juga memuat pelarangan penyebaran informasi yang menyebarkan kebencian.

  1. Evaluasi produk keramik mustika apakah melanggar UU ITE:

kegiatan marketing kami yang memposting di berbagai grup di media sosial yang menggangu ketertibananggota grup trsebut UU NO.19 Tahun 2016 Pasal 40 : "Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tugas Ecommerce

Faris Fidyan
1401154199
MB-38-08

Chapter 8

Internet, sama seperti teknologi lainnya, dapat menimbulkan kejahatan baru, pengaruh lingkungan, dan ancaman social.

4 kategori utama dari masalah:
Hak informasi
Hak properti
Pemerintahan
Keamanan Publik

Konsep dasar etika :
Etika
Tanggung jawab
Akuntabilitas
Kewajiban
Proses

Kandidat prinsip etikal:
Golden Rule
Universalism
Slippery Slope
Collective Utilitarian Principle
Risk Aversion
No Free Lunch
The New York Times Test
The Social Contract Rule

Privasi dan hak informasi

Privasi merupakan hak moral setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan, atau gangguan dari individu atau organisasi lain.
Informasi privasi, berhak untuk dilupakan. Hal ini dimaksudkan, informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali. Termasuk pula pelacakan perilaku internet, situs social, dan perangkat seluler.

Jejaring social dan privasi

Jejaring social, dorongan untuk berbagi informasi pribadi
Munculnya teknologi pengenalan dan penandaan wajah di Facebook

Pengenalan pemilik akun atas informasi pribadi yang ebrtentangan dengan keinginnan organisasi untuk menaikkan nilainya.

Mobile dan isu privasi berdasarkan lokasi

Aplikasi smartphone, mamantau dan menyimpan lokasi pengguna
42% pengguna mengatakan privasi menjadi focus utama

Privasi pada mobile bekerja dengan membutuhkan informasi konsumen tentang pengumpulan data

Solusi teknologi:
Pemblokiran spyware
Pemblokiran iklan pop-up
E-mail yang aman
E-mail anonym
Menjelajah secara anonym
Penaturan cookie
Program penghapusan data
Pembuat kesepakatan
Hak cipta

Kasus :
Hary Tanoe diduga mengancam dan menakut-nakuti Jaksa yang kini sedang menyidik kasus mobile 8
Isi ancaman
“Kita buktikan siapa salah, benar, siapa profesional. Preman kekuasaan gak langgeng, saya masuk ke politik mau berantas penegak hukum yang semena-mena. Catat kata-kata saya”.
Unsur perbuatan yang dilakukan
Menggunakan perangkat elektronik untuk mengnacam orang lain.
Perbuatan yang dilanggar (pasal 29)
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.
Sanksi (Pasal 45 ayat 3)
Hukuman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Evaluasi Bisnis:
Menggunakan foto yang bukan milik pribadi tanpa seizin yang punya foto, hal ini melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) tahun 2008 yang berbunyi "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.

Tugas Ecommerce

Nama: Azmi Azizah A
NIM: 1401150325
Kelas: 38-08

TUGAS 1 (Resume chapter 8)

Ethical, social, dan political issues in e-commerce.

Etika, sosial, dan politik dalam ecommerce berguna untuk mengatasi masalah dan menyesuaikan sesuai standar pada umumnya

4 Masalah Utama:

a.Hak Informasi

b. Hak Milik

c. Pemerintahan

d. Keamanan dan Kesejahteran Umum.

Konsep umum etika

a. Etika

b. Tanggung jawab

c. Akuntabilitas

d. Kewajiban

Proses untuk menganalisis dilema etika:

  1. Identifikasi dan jelaskan fakta

  2. Tentukan konflik atau dilema dan identifikasi nilai orde 3. tinggi yang terlibat

  3. Identifikasi para pemangku kepentingan

  4. Identifikasi pilihan yang bisa Anda ambil

  5. Identifikasi konsekuensi potensial dari pilihan Andat

Kandidat Prinsip Etikal:

a. Golden Rule : prinsip ini disebut dengan toleransi yang berarti jangan melakukan suatu hal pada orang lain jika kita tidak ingin diperlakukan demikian

b. Universalism : apabila suatu tindakan tidak dapat dilakukan pada suatu hal, maka tindakan tersebut tidak dapat dilakukan pada semua hal

c. Slippery Slope : sesuatu tidak baik jika di lakukan berulang kali

d. Collective Utilitarian Principle : mengambil tindakan yang menghasilkan nilai terbesar

e. Risk Aversion : pilih yang memiliki resiko paling kecil

f. No Free Lunch

g. The New York Times Test : asumsikan tindakan kita akan menjadi trending topic

h. The Social Contract Rule

Privasi dan Hak Informasi

Privasi merupakan hak setiap individu untuk bergerak sendiri, bebas dari pengawasan.

Informasi privasi yang berarti informasi tertentu tidak boleh disimpan sama sekali.

Solusi Teknologi:

a. Spyware blocker

b. Pop-up blockers

c. Secure e-mail

d. Anonymous remailers

e. Anonymous surfing

f. Cookie managers

g. Disk/file erasing programs

h. Policy generators

i. Public key encryption

TUGAS 2( Kasus fiktif UU ITE)

Liputan6.com, Jakarta Buni Yani, terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Sidang yang dipimpin hakim M Sapto itu mengagendakan mendengar dakwaan jaksa penuntut umum.

Dalam pembacaan dakwaan, jaksa Andi M Topik menyatakan, pasal yang dilanggar Buni Yani adalah Pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

TUGAS 3 (Evaluasi)

Menggunakan foto yang bukan milik pribadi tanpa seizin yang punya foto, hal ini melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) tahun 2008 yang berbunyi "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan."

Tugas individu e-commerce

Nama : Deswiny Nurviaratu Taswin
Nim : 1401140148
Kelas : Mb-38-08

  1. Kasus undang-undang
    Pelanggaran UU ITE tahun 2016 pasal 31.

Contoh kasus :
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama sembilan petinggi negara menjadi korban sadap. Pelakunya adalah Australia. Penyadapan itu dilakukan pada 2009.
Kepastian soal penyadapan tersebut didapatkan dari bocoran Edward Snowden.
Kasus itu membuat hubungan Indonesia dengan Australia memanas. Duta besar Indonesia untuk Australia dipulangkan. Australia menolak meminta maaf atas kasus itu.

Dari kasus di atas unsur perbuatan yang di lakukan ialah melakukan penyadapan terhadap mantan presiden SBY

2.Apakah di kelompok ada pelanggaran uu ite?
Dalam kelompok ini alhamdulillah tidak ada pelanggaran terhadap UU ITE dapat dilihat dari kontennya sendiri kita tidak mengambil konten dari org lain.

  1. Resume
  2. Rangkuman : beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.

Tugas Individu E-commerce ch.8_Athirah Triayu_1201132159_mb-38-08

  1. Resume chapter 8

beberapa kandidat prinsip etika yang bisa mengevaluasi kegiatan ecommerce yaitu Golden Rule. Golden Rule itu dapat dideskripsikan sebagai lakukan pada oranglain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Golden Rule terdiri dari univesalism (memikirkan kembali apa yang akan dilakukan pada suatu kasus), slippery slope (apabila sebuah situasi tidak bisa dilakukan berulangkali, makan lebih baik tidak melakukan apapun), collective utilatarian principle (ambil tindakan yang paling menghasilkan nilai terbesar), risk aversion (ambil tindakan yg memiliki risiko terkecil), no free lunch (asumsikan bahwa setiap benda yg berwujud atau tidak itu dimiliki oleh seseorang jadi kita harus meminta izin atau memberi kompensasi), the new your times test (pikirkan kembali apakan tindakan yg dilakukan akan menjadi berita utama di surat kabar), the social contact rule (apakah anda mau tinggal dalam komunitas dimana prinsip yang anda dukung menjadi prinsip organisasi bagi seluruh komunitas). UU ITE mengatur hal-hal sebagai berikut : tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum seperti tanda tangan konvesional, alat butik elektronik diakui sebagai alat bukti, uu ite berlaku untuk seluruh rakyat indonesia.

  1. Contoh kasus menurut pasal 27 ayat 2

Dengan adanya kemajuan teknologi internet kasus kejahatan banyal terjadi salah satunya perjudian (gambling) online. Kasus perjudian mungkin sudah banyak terjadi, termasuk dengan gambling online. Cukup banyak orang yang melakukan gambling online berupa gambling judi kartu, dan lain-lain. Hal tersebut juga terjadi kepada artis korea selatan. Beberapa artis seperti penyanyi, comedian, presenter melakukan perjudian ilegal taruhan di situs internet. Mereka melakukan taruhan game bola English Premiere League. Mereka melakukan perjudian sekitar ratusan juta won dan telah mendapatkan feedback dari hasil taruhan tersebut.
Sumber : https://www.soompi.com/2013/12/27/celebrities-indicted-for-illegal-gambling-tony-ahn-lee-soo-geun-andy-and-more-receive-their-sentences/

  1. Contohnya seperti mengambil foto dari google untuk dijadikan foto produk yang akan dijual oleh benagoodsfood. Hal ini mungkin akan berdampak pada pelanggaran UU ITE pasal 35 yang berbunyi setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. Sanksinya pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.‪12.000.000.000,00‬ (dua belas miliar rupiah).