Pershoenalize.com

Case Study : http://pershoenalize.com/
Pershoenalize merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion khususnya pada industri sepatu di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2011 oleh Nazmi, yang melihat adanya kesulitan yang dihadapi oleh sebagian besar perajin sepatu di Indonesia. Selain fakta tidak adanya kontrak kerja dan asuransi kesehatan, biaya yang mereka dapatkan untuk membuat sepasang sepatu jauh dari kata cukup. Kemudian dia memutuskan untuk membuat bengkel sepatu kecil dengan visi yang besar untuk mengubah kehidupan pengrajin sepatu lokal.
Pershoenalize menawarkan jasa pembuatan sepatu fully custom secara online melalui website mereka. Sejak berdirinya Pershoenalize di tahun 2011 hingga saat ini dapat dikatakan bahwa growth atau pertumbuhan perusahaan ini terkesan lambat. Salah satu penyebabnya bisa jadi dikarenakan perencanaan e marketing yang masih kurang atau bahkan belum ada. Oleh karena itu, saya rasa cukup menarik untuk mengangkat perusahaan ini sebagai topik dalam tugas perencanaan e marketing kali ini, walaupun untuk saat ini mungkin perusahaan ini sedang tidak aktif, karena kegagalan mereka dalam mengakuisisi pasar.
Situtation Analysis
Pada bagian ini akan dibahas situasi yang tengah terjadi di Pershoenalize, analisis situasi yang disajikan akan digambarkan melalui framework of thinking berupa analisis SWOT.
Strength
• Ada koneksi dengan pengrajin lokal dengan kualitas produksi yang tidak kalah dari produk-produk branded.
• Aplikasi powerfull yang dapat digunakan untuk mendesain sepatu langsung secara online.
• Fully custom personal shoes.
• Aplikasi yang sudlit untuk ditiru.
• Bahan-bahan berkualitas yang digunakan untuk produksi sepatu.
Weakness
• High investment on technology
• Kepercayaan yang kurang dari customer tentang kualitas barang untuk pembelian pertama
• Cost yang cukup tinggi, akibat dari fully customable shoes.
• Pendatang baru dalam industri sepatu.
Opportunity
• Pasar-pasar individu kelas menengah atas yang ingin memiliki sepatu personal dan tidak sama dengan orang lain.
• Brand-brand luar yang bisa disasar untuk co creation dengan pengrajin sepatu lokal.
Threats
• Pesaing yang sudah lama bergerak di bidang perindustrian sepatu.
• Persaingan harga.
E Marketing Strategic Planning
Segementation
Segementasi dari produk-produk pershoenalize bisa di bagi menjadi beberapa bagian berdasarkan Geografi, Demografy, Psikografy dan juga Behavioral konsumen.
Geografi : Dalam Negeri dan Luar Negeri, namun lebih condong ke luar negeri. Karena untuk industri dalam negeri, hal semacam ini masih terlalu overprice.
Demografi : Dari segi aspek Demografy, berdasarkan sistem yang sudah ada untuk saat ini, untuk customer individu lebih mengarah ke customer wanita dengan pendapatan di atas rata-rata, golongan umur produktif, sekitar 23-40 tahun, dan juga memiliki life style / gaya hidup mewah, dengan social status yang tinggi juga, lebih cocok mengarah ke ibu-ibu socialita yang kemungkinan memiliki banyak koleksi sepatu. Sedangkan untuk customer organisasi atau perusahaan, merupakan perusahaan global yang memungkinkan untuk co creation dengan pengrajin lokal Indonesia.
Targeting: Hampir sama seperti yang dijelaskan pada bagian demografi, bahwa usaha ini lebih menyasar customer wanita, dengan lifestyle mewah dan memiliki status social yang tinggi. Selain juga industri-industri sepatu brand global yang memungkinkan co creation dengan pengrajin lokal.
Differentiation : satu hal yang jelas menjadi pembeda dari Pershoenalize dan industri sepatu lainnya adalah, pershoenalize menawarkan opsi untuk memproduksi sepatu secara fully custom sesuai dengan permintaan customer.
Positioning: melalui analisis positioning, sebenarnya Pershonalize tidak bisa diposisikan dengan brand-brand sepatu lainnya, atau bahkan dengan produsen sepatu itu sendiri, karena differensiasi yang dilakukan pershonalize berupa penawaran produk sepatu custom. Dapat dikatakan bahwa posisi Pershoenalize sendiri sebagai proxy antara customer dengan pengrajin lokal. Jika dibandingkan dengan usaha yang serupa mungkin bisa dikaitkan dengan qlapa.com dan juga pengrajin-pengrajin lokal yang menawarkan jasanya sendiri secara online untuk produksi sepatu custom. Namun dari sisi teknologi tentu saja Pershonalize lebih unggul, dan juga dari sisi biaya Pershonalize juga cukup tinggi.
Objectives
Measurable
Berikut ini merupakan bebera hal yang harus dapat di ukur performanya ketika melakukan e marketing, matrix-matrix ini dapat digunakan untuk mengetahui sebagai mana efektifkah e marketing yang telah dijalankan.
• Traffic : jumlah pengunjung yang membuka aplikasi, berapa jumlah pengunjung hariannya, bagaimana statistik sumber trafik tersebesar yang di dapatkan. Trafik ini juga dibagi menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik trafik.
• Most favorite page/artikel : kita juga harus mengetahui halaman mana yang paling sering, hingga paling tidak sering dikunjungi oleh pengguna.
• Rate of New User – Active user : persentase pengguna baru, dan juga pengguna aktif harus selalu di pantau setiap saat.
• Bounce rate : presentase yang merepresentasikan seberapa banyak jumlah pengunjung yang datang kemudian langsung pergi tanpa melakukan apa-apa di website atau aplikasi yang disedikan, hal ini berhubungan dengan exit rate.
• Device models : Device yang digunakan untuk mengakses aplikasi juga harus dilihat mana yang paling banyak, mana yang paling sedikit. Hal ini akan berguna ketika melakukan pengambilan keputusan media elektronik apa yang akan digunakan untuk iklan untuk mendongkrak traffic.
• Conversion Rate : Sebearapa besar pelangan yang membayar/menghasilkan penjualan dari jumlah user yang mengakses aplikasi. Baik itu yang diperoleh dari Owned media, maupun dari paid media. Karena kedua hal ini yang paling bisa diukur dan dicatat dari hulu ke hilirnya.
• Followers : Sangat perlu untuk membentuk brand image menggunakan social media yang dimliki, diluar aplikasi perusahaan sendiri. Hal ini dapat memicu timbulnya trust dari pengguna pengguna baru yang ingin memulai mengadopsi layanan yang ditawarkan. Hal ini cukup penting karena dalam digital marketing trifecta, jumlah followers sebagai earned media merupakan media yang memberikan dampak yang cukup besar bagi bisnis.
• Sentiment Pelanggan : Review dari setiap pelanggan yang telah melakukan transaksi perlu diukur, hal ini masih menjadi bagian matrix untuk mengukur earned media.
Task
Dari beberapa measurable yang telah di definisikan selanjutnya dapat ditentukan task-task apa yang dapat dilakukan untuk mendongkrak matrix-matrix yang telah di definisikan. Task yang berkaitan dengan meningkatkan matrix dalam e marketing dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yakni Entrain, Educate, Persuade, dan juga Convert. Jika dijakabarkan beberapa task tersebut bisa berupa keputusan seperti :
• Entertain : Memasang Ads untuk kategori device yang paling rendah sumber trafiknya, karena dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa produk yang ada masih belum teredukasi untuk device yang menjadi sumber trafic paling sedikit tersebut. Namun hal ini juga perlu dibandingkan dengan market share/jumlah pengguna device tersebut secara global, apakah memang sedikit dari akarnya ataukah memang kita tidak mendapatkan market share dari device teresebut. Contoh: tidak mungkin kita invest ads untuk dipasang di aplikasi-aplikasi Blackberry di zaman sekarang, karena pengguna Blackberry sendiri tidak sebanding dengan Android.
• Persuade : Melakukan Celebrity Endoresement, menampilkan cutomer reviews, about us.
• Convert : Interactive Demos, Product Pages, pricing simulation, FAQ.
• Educate: seperti Direct advertising, guides, blog, dsb
Time Frame
Jangka waktu yang dilakukan untuk mengeksekusi e marketing tentu saja tidak setiap saat harus dilakukan, dan juga untuk meningkatkan efektifitas daripada pemasangan iklan tentu saja akan lebih baik jika dibarengi dengan adanya promo-promo. Adapun beberapa momen yang tepat yang dapat dimanfaatkan untuk mengeksekusi pengiklanan melalui e marketing. Contohnya :
• Momen-momen mendekati hari besar
• Prime time
• Ketika ada suatu event yang memungkinkan customer menggunakan produk yang ditawarkan.
Beberapa hal diatas dapat dilakukan jika dana untuk marketing memadai, karena tentu saja untuk memasang iklan digital diperlukan biaya yang tidak sedikit juga. Jika biaya terbatas beberapa hal di bawah ini bisa menjadi alternatif :
• Memasang iklan, ketika kompetitor lain tidak sedang memasang iklan, hal ini akan memberikan keuntungan dari sisi cost, karena tidak terjadi lelang pada saat tersebut.
• Memasang iklan pada waktu non prime time, walaupun jangkauannya kecil, namun jika diposisikan pada lokasi yang tepat saat orang-orang juga aktif bekerja dan melihat area tersebut, tentu saja hal ini akan efektif.

Tujuan:
Dari berbagai macam task yang ada, tentu saja masing-masing inisiatif tersebut memiliki tujuan. Berikut ini beberapa tujuan yang dapat dicapai berdasarkan task-task yang telah di definisikan:
• Brand Awareness
• Meningkatkan market share
• Meningkatkan sales revenue
• Mengurangi Cost
• Menambah database
• Mendapatkan tujuan CRM
• Improvisasi Supply Chain Management
E-Marketing Strategy
• Offer : Produk yang ditawarkan Pershonalize merupakan produk fully custom, dengan kualitas tinggi, namun disisi lain berdasarkan opportunity yang telah dijabarkan, sebenarnya pershoenalize juga ada potensi untuk menerima pesanan dengan skala mass production. Tentu saja pendekatan harganya akan berbeda.
• Value (Price) : Untuk fully custom shoes, tentu saya strategy pemasaran yang digunakan disini adalah dengan menggunakan premium pricing strategy, sedangkan untuk sasaran industri dengan mass production, dapat menggunakan penetration pricing strategi, mengingat jasa yang ditawarkan semacam ini juga tergolong baru dan sulit ditiru.
• Distribution (place) : Dalam e marketing distribution lebih mengarah tentang tempat apa saja yang digunakan untuk memasarkan produk yang ditawarkan yang berupa elektronik. Seperti yang diejelaskan pada bagian objective, untuk meningkatkan matrix-matrix measureable, penentuan lokasi promosi juga menjadi suatu bagian yang penting disin, sebagai contoh :
– Pemasangan ads di Google
– Pemasangan ads di Social media
– Pemasangan ads di aplikasi mobile.
• Communication (promotion) : Hal ini juga telah sedikit disinggung pada bagian objektif dimana promo sebisa mungkin terkait dengan time frame hari-hari besar, dan juga tanggal-tanggal tertentu. Sebagai contoh melakukan promo di awal bulan akan lebih berdampak daripada di pertengahan hingga akhir bulan, karena awal bulan merupakan timing orang menerima pendapatan. Untuk pershonalize promo-promo yang dapat dilakukan seperti :
– Endorsement
– Customer Interaction via Social Media
– Kuis
– Kampanye pemasaran ( kontes instagram, dsb)
– Promo pada Ads.
• CRM : Customer Relationship Management menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan ketika berhasil mendapatkan seorang pelanggan, mengapa? Tentu saja karena biaya mempertahankan customer, dengan mendapatkan costumer baru lebih murah mempertahankannya. Hal yang dapat dilakukan Pershonalize terkait CRM untuk produk mereka adalah sebagai berikut :
– Push notification (notifikasi berkala terkait adanya fitur, produk, promo, ataupun material baru untuk sepatu yang di produksi)
– Customer Service Center
Implementaion Plan
Dalam implementasinya masing-masing strategy yang telah ada dijabarkan kembali dalam bentuk timeline lebih spesifik terkeit eksekusi tiap-tiap inisiatifnya. Contoh yang bisa dilakukan oleh pershoenalize dalam merencanakan implementasi adalah sebagai berikut :
– Bulan Januari : Buat promo awal tahun, promo chinese new years, lakukan endorsement, lakukan campaign di instagram.
– Bulan Februari : Buat promo hari valentine, campaign di SEM
– Bulan Maret : Perkuat SEO, dan masih campaign di SEM
– Bulan April : Tambah keyword baru untuk diakuisis, Hentikan SEM, dan berpindah ke Facebook.
– Bulan Mei : Siapkan landing page untuk menyambut hari raya lebaran, hentikan semua aktifitas promo.
– Bulan Juni : Landing page promo ramadhan siap, mulai campaign di Admob, Google, dan juga Sosmed.
– Bulan Juli : Selesai lebaran hentikan aktifitas pengiklanan, pengembangan fitur baru dan seterusnya.
Tentu saja dalam menentukan langkah-langkah yang ada di tiap bulannya pada awalnya kita dapat melakukan perencanaan awal, namun sudah dapat dipastikan dalam perjalanannya nanti pasti akan berubah. Sehingga measurable matrix yang telah ditentukan diatas sangat diperlukan untuk menentukan pengambilan langkah pemasaran tiap bulannya.
Budget
Rata-rata biaya untuk pengiklanan di media elektronik, dihitung berdasarkan event yang tejadi (pay per click). Sehingga untuk mendefinisikan budget disini tentu saja kembali pada anggaran biaya e marketing oleh perusahaan. Berikut ini sedikit informasi tentang biaya pengiklanan di social media, search engine, dan juga endorsement.
Iklan Instagram, min saldo Rp 25.000, anggaran iklan sesuai keinginan pemasang iklan.
Iklan Facebook, Sesuai anggaran.
Iklan Google (SEM) anggaran minimal Rp 50.000 – Rp 100.000 per hari, kemungkinan admob juga tidak jauh berbeda.
Endorsement Artis Instagram untuk artist terkenal antara 5-15 juta sekali endorse, tergantung pada konten yang digunakan untuk media endorsement juga, seperti video, foto atau instastory masing-masing biayanya berbeda.
Semakin besar anggaran yang disiapkan untuk beriklan di media online biasanya semakin besar juga intentsitas iklan akan muncul.
Evaluation Plan
Evaluasi dapat dilakukan dengan cara menghitung ROI (Return of Investment) dalam tiap biaya yang kita keluarkan untuk bisa mendapatkan penjualan, hal ini harus terus diawasi, jangan sampai biaya marketing lebih mahal daripada pendapatan. Selain itu juga ada beberapa tools evaluasi yang dapt digunakan seperti :
– Google Analytics
– Seotools
– Premium account di social media (biasanya sudah include dengan analytics tools)
Dsb.

NAJIH

AZKALHAQ